
Mau lanjut update nggak? Kalau mau kasih vote dan hadiah, likenya jangan lupa sampai minggu depan, Emak crazy up ya, mohon dukungannya ya bestie❤
Jeff memijat pelipisnya, kepalanya terasa sangat pusing dan juga perutnya terasa mual saat dirinya sampai di meja makan. "Sayang, aku tidak jadi sarapan ya," ucap Jeff seraya berdiri sembari menutup mulutnya, perutnya bergejolak seperti di aduk-aduk saat dirinya mencium bau ayam goreng yang tersaji di atas meja makan.
Jeff menuju kamar mandi yang letaknya tidak jauh dari dapur untuk memuntahkan isi perutnya.
Raya dan Devan saling pandang ketika melihat tingkah aneh menantunya yang tidak seperti biasanya. Kemudian menatap Safira, sedangkan yang di tatap menaikkan kedua bahunya cuek, sembari beranjak menyusul suaminya yang sedang kesulitan di dalam kamar mandi.
"Sudah baikkan?" tanya Safira sembari memijat tengkuk suaminya. "Sepertinya anakmu ingin balas dendam kepada Daddy-nya," ucap Safira sambil terkekeh dan terus memijat tengkuk Jeff.
"Ah, kejam sekali," ucap Jeff, sembari mendongakkan kepalanya setelah selesai membasuh wajahnya.
"Kamu juga kejam kepada Mommy-nya," jawab Safira, lalu memeluk Jeff dan mengusap-usap punggung suaminya agar lebih tenang. Dan Jeff menelusupkan wajahnya di ceruk leher istrinya, menghirup aroma tubuh Safira yang menenangkan dan meredakan rasa mualnya.
"Mau sarapan apa? Dari subuh tadi, kamu mual terus dan perutmu pasti kosong," ucap Safira, cemas dengan kondisi suaminya.
Jeff melonggarkan pelukan Safira dan menatap istrinya itu dengan dalam. "Makan kamu boleh nggak?" tanya Jeff, sembari menyeringai kecil.
__ADS_1
Bugh
Safira memukul dada bidang Jeff dengan perasaan kesal. "Nanti kalau sudah konsultasi dengan Dokter baru boleh minta jatah," jawab Safira.
"Ish!" Jeff mendesis kesal, seraya mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang sedang merajuk minta es krim kepada ibunya.
"Sabar," ucap Safira lagi.
"Aku ingin susu coklat hangat saja, Sayang, antarkan ke ruang keluarga," pinta Jeff saat akan keluar dari dalam kamar mandi.
"Oke," jawab Safira, sembari tersenyum senang.
"Tidak apa-apa, Mam, hanya saja calon berudu sedang menyiksaku," jawab Jeff absurd, membuat Safira langsung menginjak kaki suaminya dengan kuat, Jeff langsung mengaduh sembari mengibaskan salah satu kakinya yang baru saja di injak oleh Safira.
"Sakit, Sayang," keluh Jeff, hanya di tanggapi dengusan kesal dari Safira.
Yang benar saja, calon baby-nya di samakan dengan berudu, batin Safira kesal.
__ADS_1
"Maksudnya apa? Calon berudu?" tanya Raya dan Devan bersamaan, serta menatap pasangan pengantin baru itu bergantian.
"He-em, karena di sini ada Jeff junior," jawab Jeff sembari mengelus perut rata istrinya.
Devan dan Raya saling pandang, kemudian kedua mata mereka melotot lebar. "Maksudmu Safira hamidun? Melendung?" tanya Raya tidak berfilter sembari membulatkan kedua tangannya di depan perutnya.
Jefd dan Safira mengangguk bersamaan sebagai jawaban.
"Oh My God!! Kita akan punya cucu lagi!" pekik Devan dan Raya kompak, lalu beranjak dan menghampiri anak dan menantunya saling memeluk dan mengucapkan selamat.
"Kumpul!! Kumpul!!!" teriak Raya kepada pelayan yang ada di rumahnya. "Aku akan punya cucu lagi, Safira hamil!!!" teriak Raya, setelah semua pelayan di sana berkumpul.
Krik
Krik
Krik
__ADS_1
Hanya ada kesunyian, para pelayan saling pandang dan saling senggol, karena mereka berfikir jika anak majikannya baru menikah beberapa hari yang lalu, kenapa sudah hamil, apakah mereka menenam saham lebih dulu? batin para pelayan yang berkumpul di sana.