
Raya merenggangkan tubuhnya yang terasa remuk, akibat dari percintaan panas dengan suaminya tadi malam. Devan sudah seperti harimau kelaparan yang tanpa lelah menyantapnya.
Pria itu benar-benar membuktikan ucapannya jika akan membalaskan dendamnya karena sudah lama berpuasa menyentuh tubuh istrinya. Tubuh Raya bagai tempe penyet yang di bolak balikkan sampai tidak berbentuk. Raya menjadi mengingat malam pertamanya dulu dengan Devan. Pria itu terus menghujam tubuhnya tanpa merasa lelah dan terus memberikannya kenikmatan tidak terkira.
Raya menghembuskan nafasnya perlahan, seraya menatap Devan yang masih terlelap di sampingnya dengan posisi tertelungkup. Kemudian ia beranjak dari atas tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa percintaan panas mereka tadi malam.
Raya membasahi tubuh polosnya di bawah guyuran air shower yang terasa hangat, membuat otot-otot tubuhnya yang kaku kini menjadi lebih rileks.
*
*
*
Di sisi lain Jeff saat ini sedang berada di dalam kamarnya sembari menatap putri cantiknya yang baru selesai mandi. Bayi mungil dan cantik itu terlihat sangat menggemaskan dengan memakai dress mungil berwarna pink. Jeff tidak tahan untuk menggendong putrinya akan tetapi dirinya tidak masih takut untuk menyentuh putri kecilnya itu.
Safira keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian rumahannya yang sekarang, yaitu daster ala Mak-Mak.
Jeff menoleh saat Safira mendekatinya. Ia tersenyum hangat menatap istrinya yang selalu terlihat cantik walau pun tanpa memakai Make-up. “Kamu terlihat menggemaskan kalau memakai pakaian seperti ini,” ucap Jeff, sembari merengkuh pinggang istrinya.
“Apakah kemarin-kemarin aku tidak menggemaskan?” tanya Safira sembari memonyongkan bibirnya kesal.
“Kamu selalu terlihat sangat menggemaskan dan cantik, Mommy, tapi sekarang lebih menggemaskan dan juga tambah sangat cantik karena aura Hot Mother ini semakin kuat,” jawab Jeff, lalu mengecup pipi Safira dengan mesra.
“Ah, aku tidak tahan jika berada di dekatmu, Sayang. Lihatlah Si Jery kelaparan,” rengek Jeff, sembari menggosok-gosok Si Jery yang berada di balik celananya itu.
“Diamlah Daddy, kamu masih harus berpuasa 37 hari lagi,” ucap Safira, sembari mencubit gemas hidung suaminya yang bangir itu.
Mereka berdua menatap putri kecilnya yang berada di dalam Box bayi. Baby Q terlihat menguap lebar lalu mengecap-ngecapkan bibirnya, menandakan jika bayi mungil itu sudah mengantuk lagi dan merasa haus.
“Putrimu sudah sangat mengantuk dan juga haus Jeff,” ucap Safira sembari mengangkat tubuh mungil putrinya dan menggendong putrinya dengan sangat hati-hati dan pelan. Ia mendudukkan diri di tepian tempat tidur, dengan sigap Jeff mengambil bantal untuk menyangga tubuh putrinya sekaligus untuk memudahkan istrinya menyusui Baby Q.
“Dasar rakus! Jangan lupa sisakan untuk Daddy,” ucap Jeff dengan manja, ia merasa iri dengan putrinya itu karena bisa menghisap pucuk dada itu sampai puas.
“Jeff jangan mulai lagi!” kesal Safira kepada suaminya.
“Ish! Kenapa puasaku lama sekali!” sungut Jeff, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sembari mondar-mandir tidak jelas. Dan, Safira hanya terkekeh geli saat melihat tingkah suaminya itu.
__ADS_1
“Sabar!” jawab Safira, membuat Jeff semakin berengut kesal.
*
*
*
“Sudah tidur lagi?” tanya Jeff kepada istrinya yang sedang meletakan putri mereka ke dalam Box bayi.
“Sudah, kamu jangan berisik!” tegas Safira kepada suaminya.
“Siap komandan! Dan sekarang adalah waktu untuk bermanja,” ucap Jeff, seperti anak kecil, sembari menarik istrinya menuju sofa yang ada di dalam kamarnya itu.
“Jeff!” pekik Safira kepada suaminya yang berusaha untuk membuka kancing daster yang ia kenakan itu.
“Jangan berisik nanti Baby Q bangun,” ucap Jeff yang sudah mendapatkan sesuatu di balik daster itu. Ia memilin pucuk dada istrinya dengan sangat gemas.
“Jeff jangan di remas terlalu keras, nanti ASI-nya keluar,” ucap Safira, sembari memejamkan kedua matanya saat kenikmatan itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
“Baiklah Mommy,” jawab Jeff, dan semakin bersemangat untuk memilin dan menyesap pucuk ada istrinya bergantian, membuat Safira mendesah tertahan, karena ia tidak ingin suara laknatnya itu membuat putrinya bangun.
Jeff menghentikan aksinya sembari meloloskan celana pendek yang ia kenakan, dan tampaklah Si Jery yang sudah menegang kuat saat keluar dari persembunyiannya.
“Kenyangkan Jery, Sayang,” pinta Jeff dengan suara seraknya, dan mengarahkan Si Jery ke bibir mungil istrinya itu.
Safira yang sudah mengerti dengan keinginan suaminya pun dan segera melakukan tugasnya, yaitu mengeyangkan Jery dengan cara yang anu.
Dengan cara yang anu itu cara apa ya?🤔
Jeff mendongakkan kepalanya seraya mendesis nikmat saat Safira memainkan Si Jery dengan mulut dan lidahnya. Permainan lidah Safira membuat Jeff merem melek keenakan. “Ah ...
Sayang ... aku mau ... arghh!” Jeff mengerang panjang saat Mayonesnya menyembur di dalam milik istrinya.
Safira sampai tersedak di buatnya, bahkan sampai meneteskan air matanya karena Mayones
Jeff begitu banyak yang menyembur ke dalam mulutnya. Safira segera beranjak menuju kamar mandi, dan memuntahkan cairan yang ada di dalam mulutnya dan setelah itu ia menyikat giginya dan berkumur berulang kali.
__ADS_1
“Maafkan aku sayang, aku tidak sengaja,” ucap Jeff kepada istrinya yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
“Iya, tidak apa-apa, yang penting Daddy puas, mungkin selama 40 hari aku hanya bisa melayanimu seperti ini,” jawab Safira sembari menatap suaminya.
“Tidak apa-apa Sayang, justru aku yang harus berterima kasih kepadamu. Maafkan aku jika aku membuatmu repot,” ucap Jeff dengan tulus, dan di dalam hatinya tertawa puas karena dirinya tidak akan bermain dengan Mbak Sinzu lagi.😆
“Sudah menjadi tugasku, agar kamu tidak jajan di luar sana!” ucap Safira dengan lembut akan tetapi penuh dengan ancaman.
“Aku tidak akan berani melakukannya, Sayang,” jawab Jeff seraya mendekati istrinya, lalu mendekap dan menciumi wajah Safira bertubi-tubi. “Aku maunya sama kamu saja,” lanjut Jeff sembari melonggarkan pelukannya, dan menatap Safira dengan penuh cinta dan kasih sayangnya.
“Terima kasih atas semua hal yang sudah kamu berikan kepadaku. Waktu, cinta, kasih sayang, dan juga semua pengorbananmu,” ucap Jeff dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
“Aku juga berterima kasih karena kamu sudah berjuang dan juga mencintaiku dengan begitu besarnya,” jawab Safira sembari menatap wajah Jeff dengan perasaan haru.
“Bukan hanya aku yang berjuang akan tetapi kita bersama yang berjuang menjalani setiap ujian berat yang telah menguji hubungan kita,” ucap Jeff sembari menerawang semua kejadian yang sudah terjadi selama 10 tahun belakangan ini.
Suasana di kamar tersebut menjadi sangat mengharu biru, karena Jeff dan Safira mengingat semua tentang perjuangan cinta mereka yang begitu berat dan menguras air mata, namun kini cinta mereka semakin kuat.
Dan sebuah penantian yang selama ini mereka tunggu, sudah membuahkan hasil. Jeff dan Safira menatap Baby Q yang terlelap di dalam Box bayinya.
Jeff dan Safira saling pandang dan sembari mengulas senyuman tipis, lalu pasangan suami istri itu saling mendekatkan wajahnya, saling berciuman lembut tanpa adanya hasrat sama sekali, mereka berdua menyalurkan cinta dan kasih sayang mereka yang begitu besarnya.
Jeff melepaskan tautan bibirnya seraya mengusap bibi Safir yang basah karena ulahnya, sembari berkata, “I Love You, Mommy,” ucap Jeff dengan penuh cinta, dan memandang wajah istrinya itu dengan begitu dalam.
“I Love You, Daddy,” balas Safira, sembari mengulas senyum kebahagiaan.
...TAMAT
...
Sudah tamat beneran loh ya. Terima kasih untuk semuanya yang sudah membaca karya receh Mak ini. Tanpa kalian aku bukanlah apa-apa. Kalian memang yang terbaik dan akan selalu menjadi terbaik.❤❤😭
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya ya.
Untuk GA, Mak umumkan besok ya.
See you di lapaknya Arjuna, kakaknya Gwen.
__ADS_1
I Love kalian banyak-banyak ...