Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Lebih baik pergi


__ADS_3

"Tidak perlu bertanya lagi apa maksud dari ucapanku! Bukankah kamu ini wanita yang cerdas, pasti bisa memahami ucapanku bukan?!" ucap Aries dengan sinis, lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar untuk membersihkan diri.


Aries membuka seluruh pakaiannya di depan Cindy dan menyisakan boxer yang menutupi bagian bawahnya.


Cindy masih menatap tidak berkedip saat melihat tubuh sempurna suaminya, dan kedua matanya hampir meloncat keluar saat melihat ada tanda merah di leher Aries, seketika itu dadanya bagai di hantam batu besar, dan terasa sangat sesak. Apakah suaminya itu berselingkuh? Apakah suaminya mencari kepuasan di luar sana? Berbagai macam pertanyaan melintas di benaknya.


"Aries, katakan kepadaku, siapa yang memberikan tanda ini?" Cindy bertanya sembari menunjuk leher Aries yang ada tanda merahnya.


Aries menepis tangan Cindy yang menunjuk lehernya, kemudian ia menatap datar Cindy. "Memangnya penting untukmu? Jangan pernah mencampuri urusanku! Paham! Dan ingat posisimu hanyalah istri pajangan!" jawab Aries dengan datar, dan begitu tajam hingga begitu menusuk di dada Cindy.


"Keterlaluan kamu! Aku terima sikap kamu yang selalu kasar kepadaku tapi tidak dengan ini Aries!! Aku minta cerai!! Ceraikan aku sekarang!!" ucap Cindy dengan menggebu-nggebu. Air matanya sudah membasahi pipi dan menahan rasa sesak di dalam dada.

__ADS_1


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu! Camkan itu!! Aku akan terus menjeratmu dalam status pernikahan yang terasa seperti di neraka ini! Bukan kah ini yang kamu ingin kan?!" jawab Aries dengan datar dan sangat dingin, tanpa mau mendengar ucapan Cindy lagi, Aries berjalan menuju kamar mandi.


BRAK!


Aries menutup pintu kamar mandi dengan kuat, hingga membuat Cindy sampai terlonjak kaget.


Cindy menangi sesegukan dan tubuhnya luruh di atas lantai. Pernikahan ini memang di inginkannya, tapi semuanya tidak berjalan sesuai yang dia inginkan. Bukan pernikahan seperti ini yang dia inginkan, rumah tangganya seperti.di neraka, dan dia sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani ini semua.


Setelah semuanya selesai, Cindy segera keluar dari kamar dengan terburu-buru.


Sedangkan Aries yang ada di dalam kamar mandi, menggosok lehernya yang ada tanda merahnya, ia menggosoknya dengan kasar seraya mengumpat berulang kali.

__ADS_1


"Sial! Kenapa harus meninggalkan jejak begini!" umpat Aries, ia menjadi terbayang wajah Cindy menangis sedih dan terluka karena ulahnya. Entah kenapa hatinya ikut sakit saat mengingatnya, akan tetapi ia segera menepis rasa itu.


"Bukan kah bagus kalau dia tahu? Aku semakin bisa membuatnya menderita!" gumam Aries, kemudian segera melanjutkan ritual mandinya.


Setelah 20 menit di dalam kamar mandi, Aries keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Cindy, mana pakaian gantiku?!" seru Aries, sembari mengendarkan pandangan di setiap sudut kamarnya. "Dasar wanita dungu!" umpat Aries dengan perasaan dongkol, kemudian berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya dengan asal.


Aries sangat kesal malam itu, karena tidak menemukan Cindy di rumah itu. "Dasar Jallang, apakah dia mencari kepuasan di luar sana!" umpat Aries berperasangka buruk kepada Cindy.


Jangan lupa like, vote, komentar, dan kasih hadiah seikhlasnya❤

__ADS_1


__ADS_2