
Dan akhirnya Jeff mengalah, dan membiarkan Safira kembali ke kantor, karena kekasihnya itu terus merengek, bahkan mengancamnya tidak mau menikah dengannya jika tidak di ijinkan kembali ke kantor.
Safira hanya ingin bersikap propesional saja, karena dirinya juga mempunyai tugas dan tanggung jawab besar di perusahaan Jeff. Jadi tidak bisa bersikap seenaknya.
Dan di sinilah Safira kini berada, di ruangan kerjanya tengah sibuk memeriksa beberapa berkas yang ada di meja kerjanya.
Saat sedang sibuk memeriksa berkas, ia mendapatkan telepon dari bagian Recepsionis dan mengabarkan jika ada seorang pria yang ingin bertemu dengan Jeff.
"Katakan kepadanya, jika Pak Jeff sedang tidak ada di tempat, apakah penting? Atau menyangkut masalah pekerjaan?" tanya Safira.
"Iya, mengenai bisnis, Bu," jawab Resepsionis di ujung telepon sana.
"Baiklah, saya akan menemuinya," jawab Safira, lalu menutup panggilan telepon tersebut. Ia merapikan penampilannya lebih dulu, sebelum menemui relasi bisnis Jeff. "Kenapa Jeff, tidak mengatakan sesuatu kepadaku ya? Kalau akan ada relasi bisnisnya akan ke sini?" ucap Safia pelan, lalu segera beranjak dari ruangannya menuju lobby perusahaan tersebut.
__ADS_1
Safira di arahkan oleh Resepsionis menuju ruang tunggu yang di khususkan untuk para Klien.
"Bu, sepertinya ini adalah investor baru, soalnya saya baru melihatnya," ucap Resepsionis tersebut, sebelum Safira memasuki rungan tersebut.
"Benarkah?! Tapi, tidak ada investor baru minggu ini." Safira mengerut heran, pasalnya jika ada investor baru, dirinya akan tahu.
"Maaf, saya kurang teliti, seharusnya saya bertanya lebih detail lagi," ucap Resepsionis tersebut penuh sesal.
"Tidak apa-apa, kamu kembalilah bekerja. Barangkali, pria tersebut kesini mungkin karena tertarik dengan perusahaan kita," jawab Safira, dan segera memasuki ruangan tersebut.
"Selamat Siang juga, Nona," jawabnya, seraya berdiri lalu menjabat tangan Safira.
"Silahkan duduk kembali," ucap Safira mempersilahkan duduk pria tersebut.
__ADS_1
"Ah, iya." Pria tersebut nampak terdiam beberapa saat ketika menatap wajah Safira yang tampak tidak asing. "Bukankah dia?" batinnya, sembari mengingat.
"Perkenalkan saya Safira, Sekretaris Pak Jeff Smith. Karena Pak Jeff sedang tidak ada di tempat, saya yang mewakilkannya." Safira memperkenalkan diri seramah mungkin, akan tetapi tatapannya sangat datar.
"Maaf, saya sampai lupa memperkenalkan diri, saya Max," jawab Pria tersebut, yang biasa di panggil Max. "Jadi kedatangan saya kemari untuk menawarkan kerja sama dengan perusahaan ini," ucapnya tanpa basa-basi lagi, sembari menyodorkan sebuah berkas kepada Safira.
Safira membaca dengan seksama, keuntungan yang di dapatkan sangat besar jika bekerja sama dengan perusahaan Max. Akan tetapi, Safira tidak ingin mengambil keputusan sepihak, ia harus membicarakan semua ini dengan Jeff.
"Keuntungan yang anda tawarkan sangat besar, Tuan. Tapi, saya tidak bisa memutuskan secara sepihak, ini di atas wewenang Pak Jeff sendiri," jelas Safira, sembari menutup berkas tersebut. "Jika di bolehkan, saya ingin memperlajari berkas ini lebih dulu, sebelum saya serahkan kepada Pak Jeff," lanjut Safira lagi.
"Tentu saja boleh, saya tunggu kabar baiknya," jawab Pria tersebut, menyeringai tipis. Lalu segera beranjak dari duduknya, segera pamit undur diri.
"Aneh banget," gumam Safira, saat pria itu sudah keluar dari ruangan tersebut. Bagaimana tidak merasa aneh, pria tersebut datang begitu saja dan langsung menawarkan kerja sama dengan keuntungan yang sangat besar.
__ADS_1
Maxim, siapa ya? 🤔🤔
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya❤