
Malam hari telah menyapa, semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk menonton televisi bersama atau berbincang-bincang santai.
"Jeff, kenapa kamu memberikan sekretaris yang sudah tua?" protes Devan kepada menantunya.
"Kenapa? Tidak bisa genit dan cuci mata ya?!" tanya Raya dengan sinis.
"Eh, bukan begitu Sayang, hanya saja kerjanya lelet tidak cekatan karena faktor usia tadi," jawab Devan, tentu saja beralasan.
"Oh, baiklah besok aku akan menggantinya dengan lebih muda, berkompeten dan juga cekatan," jawab Jeff, langsung mendapat pelototan dari istrinya.
"Jeff!!" kesal Safira tertahan.
"Tenang sayang, aku punya kejutan untuk Papi," jawab Jeff, sembari berbisik.
"Jangan macam-macam kamu Jeff! Mau di pecat jadi menantu?!" tanya Raya dengan perasaan yang begitu kesal.
"Hanya satu macam saja Mami," jawab Jeff, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian beranjak sembari menarik tangan istrinya menuju kamar.
"Menantumu sangat baik sekali, Sayang," ucap Devan sembari menatap punggung anak dan menatunya yang semakin menjauh dari pandangannya.
__ADS_1
"CK!" Raya hanya berdecak malas menanggapi perkataan suaminya.
*
*
Sampai di dalam kamar, Safira menghempaskan tangan suaminya. "Sebenarnya apa yang kamu rencanakan?" tanya Safira dengan nada kesal.
"Nanti kamu juga tahu," jawab Jeff sembari tersenyum penuh arti, kemudian merengkuh tubuh istrinya itu. "Jery lapar," bisik Jeff, sembari menggigit cuping telinga istrinya dengan lembut, meninggalkan sensasi aneh di tubuh Safira dan membuat tubuhnya meremang, mulai terbakar gairah.
Tanpa mendengar jawaban istrinya, Jeff langsung menggendong tubuh istrinya ala brydal style menuju ranjang panas mereka, kemudian Jeff meletakkan tubuh istrinya dengan penuh hati-hati.
Safira mendudukkan dirinya, sembari menatap Jery yang sudah tegak berdiri sambil mengences karena sudah tidak tahan untuk segera masuk ke dalam rumahnya. "Sepertinya Jery akan mengamuk," ucap Safira, sembari menggigit bibir bawahnya, dengan sensual, membuat Jeff tidak tahan untuk **********.
"Tunggu Jeff!" Safira menahan tubuh suaminya yang akan menindihnya.
"Apa sayang? Aku lagi On ini!" kesal Jeff, malah di balas senyum nakal oleh Safira.
"Aku di atas," ucap Safira, lalu mendorong tubuh kekar suaminya hingga terlentang di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu sangat agresif sekali? Tapi aku suka," ucap Jeff, sembari menatap istrinya yang mulai merangkak ke atas tubuhnya.
"Benarkah? Apakah kamu suka aku yang begini?" tanya Safira sembari memegang leher Si Jery dan mengurutnya dengan teratur.
"Ugh ..." Jeff menahan nafasnya dan mendesaah saat yang lembut itu memberi servis untuk Jery.
"Kamu menyukainya, Sayang?" tanya Safira, yang kini semakin mendekatkan mulutnya ke kepala botak si jery, memainkan lidahnya di sana kemudian memasukkan si jery ke dalam mulut mungilnya, hingga membuat Jeff mengerang dan mendesaah tidak karuan.
"Oh, My God!" Jeff mendesaah sembari menekan kepala Safira agar lebih dalam lagi menghisap si Jery.
"Kamu suka, My Hubby?" tanya Safira yang kini sudah menegakkan kepala, menatap Jeff dengan sensual sembari mengusap bibirnya yang basah. Sumpah demi apa pun, Safira terlihat sangat Sexy dan sangat menggoda di mata Jeff.
"Kemari kucing nakalku," ucap Jeff, sembari menjentikkan jarinya, dan Safira semakin merangkak naik ke atas tubuh Jeff hingga wajah mereka berhadapan. "Siapa yang mengajarimu senakal ini, Heum?" tanya Jeff dengan suara paraunya, lalu menarik tengkuk Safira dan mencium bibir yang sudah menjadi candunya itu dengan sangat buas.
Dan selanjutnya...
Bersambung🤣🤣🤣
Di tinggal pas lagi tegang-tegangnya🤣🤣🙏
__ADS_1