Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Berdamai dengan hati


__ADS_3

Jeff mengunci pergerakan Safira. Setelah Safira tidak memberontak. Jeff mulai menyesap bibir Safira atas bawah bergantian dengan penuh kelembutan, kasih sayang dan cintanya.


Ia memejamkan matanya, merasakan kehangatan dari bibir mungil dan lembut itu.


Dada Safira bergemuruh dan meneteskan air matanya saat merasakan ciuman yang sangat lembut dan juga sangat ia rindukan.


Akal sehatnya yang terus ingin memberontak perlahan sirna, tergantikan dengan hawa nafssu yang mengusai dirinya untuk membalas ciuman Jeff.


Jeff tersenyum tipis di sela ciumannya, saat Safira membalas pagutannya. Ia semakin menekan tengkuk Safira, lalu menggigit kecil bibir bawah Safira, agar gadis itu memberikan akses untuk melesakkan lidahnya ke dalam rongga mulut Safira.


"Eugh ..." Safira melenguh ketika Jeff mengobrak-abrik rongga ulutnya dengan sangat buas. Ia semakin larut dalam ciuman yang memabukkan itu.


Jeff meringis ketika Si Jery yang belum sembuh total kini mulai bangun dari hibernasi-nya. Sekuat tenaga ia menahan kedua tangannya agar tidak nakal menggerayangi tubuh Safira juga berusaha untuk menahan hasratnya agar tidak melakukan hal yang lebih dari ciuman panas itu.

__ADS_1


Jeff melumaat bibir Safira dengan sangat rakus, begitu pula dengan Safira membalas setiap pagutan, lumaatan dan sesapan yang di berikan oleh Jeff tidak kalah rakus. Namun, Safira langsung melepaskan ciuman itu dengan paksa, saat sekelebat bayangan malam naas itu terjadi.


Nafas keduanya terengah, dada mereka naik turun tidak beraturan. Saling memandang dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Semua akan baik-baik saja. Lupakan malam yang kelam itu Fir. Mari kita memulainya dari nol lagi. Berikan aku kesempatan, untuk memperbaiki semua, dan biarkan aku bertanggung jawab atas semua kesalahan yang sudah aku perbuat, aku mencintaimu, Fir. Sangat mencintaimu," ucap Jeff dengan penuh ketulusan.


Safira yang mulai bergetar ketakukan kini mulai merasa tenang, saat mendengar ucapan Jeff sangat tulus dan memberikannya ke tenangan.


"Please," mohon Jeff dengan lirih, masih menatap wajah Safira dengan intens.


Safira pun menatap wajah tampan Jeff, entah kenapa ia seolah terhipnotis oleh wajah dan juga sorot mata tajam namun meneduhkan itu. Ia menganggukkan kepalanya pelan. Ia memejamkan matanya saat, untuk menyelami hatinya yang paling paling dalam, meyakinkan dirinya bahwa keputuannya ini sudah tepat. Memberikan kesempatan kepada orang yang pernah menyakitinya dengan begitu dalam.


Walau pun luka hatinya belum mengering sepenuhnya, ia akan mencoba untuk memberikan Jeff kesempatan lagi.

__ADS_1


Setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan bukan? Begitu pula dengan Jeff. Safira mencoba berdamai dengan hatinya, mencoba untuk mengesampingkan ego-nya.


"Sembuhkan luka hati ku ini. Beri aku kebahagiaan, dan jangan pernah sakiti aku lagi," pinta Safira dengan sendu. Ia menatap Jeff dengan dalan dan memohon.


Kedua mata Jeff mengembun, lalu ia menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Pasti, aku akan selalu memberikan kamu kebahagiaan dan juga akan menyembuhkan luka hatimu dengan sempurna. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada pria bajingan ini, Sayang. Thank you, so much," ucap Jeff dengan kesungguhan dan penuh keharuan. Jeff langsung membawa Safira ke dalam pelukannya.


"Setiap detiknya aku akan selalu membahagiakanmu , Sayang. Aku berjanji," ucap Jeff, seraya mengusap punggung Safira dengan lembut, lalu mengecup pucuk kepala gadis itu berulang kali.


"Aku tidak butuh janji, yang aku butuhkan adalah bukti," jawab Safira, seraya memukul pundak Jeff kesal.


"Iya, aku akan membuktikannya. Tapi sebuah janji juga penting. Jika nanti aku ingkar Janji, kamu boleh meninggalkan aku," jawab Jeff, semakin mengeratkan pelukannya.


Like dan Votenya ya jangan lupa😔

__ADS_1


__ADS_2