
Devan menatap istrinya dengan tatapan nanar, pasalnya sudah selama hampir satu bulan ini Raya mendiamkannya, bahkan tidak memberikannya jatah jungkat-jungkit.
Kehamilan Safira pun terlihat semakin membesar dan sudah memasuki usia 4 bulan. Ibu hamil itu semakin terlihat cantik dan sexy, membuat Jeff tidak tahan untuk tidak menyentuhnya.
Dan Jeff pun sudah terbebas dari morning sicknees. Betapa bahagianya calon Hot Daddy itu karena sudah tidak merasa mual di pagi hari dan bisa memakan makanan apa pun tanpa takut mual.
"Raya, bisakah sudahi hukumanku?" tanya Devan, dengan wajah yang memelas.
"Huh! Enak saja!" jawab Raya sembari mendengus kesal. "Pembalasan, karena selama ini kamu menjadi mata keranjang! Habis sudah kesabaranku selama ini menghadapi sikapmu yang sangat menjengkelkan itu!" lanjut Raya sembari melirik sinis suaminya.
"Semua sudah berbubah Sayang. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, lagi pula sekretarisku sekarang adalah seorang pria jadi kamu tidak perlu khawtir," jelas Devan kepada istrinya, masih menatap dengan memohon.
"Jangan hanya berjanji manis saja, tapi juga berikan bukti," sahut Jeff yang sudah berada di ruang makan, sembari menarik kursi untuk duduk istrinya.
"Dengarkan kata menantumu!" cibir Raya kepada suaminya.
"Dan bukankah Papi yang mengajarkanku seperti itu? Seorang pria harus bisa membuktikan semua ucapan yang keluar dari mulutnya," ucap Jeff lagi seraya tersenyum tipis, namun terlihat mencibir ayah mertuanya.
Devan menundukkan kepala dengan dengan dalam, merasa malu dengan perkataan menantunya. "Ya, kamu benar, jika seorang pria harus bisa membuktikan ucapannya. Aku menjadi malu karena mengingkari perkataan itu, selama ini aku selalu bersikap egois dan tidak memikirkan perasaan istriku. Aku awalnya berpikir jika Raya baik-baik saja, namun kenyataanya berbanding terbalik, dia terluka karena semua tingkah laku ku," ucap Devan dengan penuh rasa sesal.
__ADS_1
Semua yang berada di ruang makan itu terdiam, menatap Devan yang terlihat menyesali perbuatannya selama ini.
"Semua bisa di perbaiki," ucap Jeff, memecah suasana hening yang tercipta beberapa menit itu.
Raya dan Safira menoleh ke arah Jeff, sedangkan Devan masih setia menundukkan kepalanya.
"Tapi, semua itu juga tergantung kepada Mami," lanjut Jeff, sembari menatap ibu mertuanya, lalu beralih menatap Ayah mertuanya.
Raya mengangguk pelan. "Aku memaafkanmu, tapi jangan harap kamu bisa lepas dari hukumanmu itu!'" tegas Raya kepada suaminya.
"Kira-kira berapa lama lagi?" tanya Devan dengan lesu.
"Salah lagi," ucap Devan lirih.
Sedangkan Jeff dan Safira menahan tawa saat melihat perdebatan itu.
"Hukumanmu berakhir saat Safira melahirkan nanti!" tegas Raya, membuat Devan langsung menghenyakkan punggungnya di senderan kursi makan.
"Lima bulan lagi?" tanya Devan, yang sudah merasa lemar.
__ADS_1
"Iya!" jawab Raya.
"Selamat berhibernasi, Papi," ucap Jeff meledek ayah mertuanya.
"Dasar menantu luknut!" umpat Devan kesal.
"Ha ha ha ha ..." Jeff tergelak keras, membalas umpatan ayah mertuanya itu.
"Sudah! Ayo makan sarapannya! Dan Papi, kamu harus menjalani hukumanmu sebaik mungkin, jika tidak, aku akan pergi meninggalkanmu!" ucap Raya dengan tegas, sembari menatap Devan dengan tajam.
"Baiklah sayang, Baik," ucap Devan sembari menganggukkan kepalanya.
"Ayo, mulai sarapan, tidak baik jika terus berbicara di hadapan makanan," sahut Safira, sembari menyiapkan sarapan untuk suaminya.
***
Pengumuman
Kisah Aries dan Cindy sudah rilis di Fizzzo ya, berjudul 'Pesona Ranjang Pelakor.' Yuk Cus ramaikan❤
__ADS_1