
Jeff membuka dan membaca berkas yang baru di berikan oleh Safira dengan seksama. Ya, setelah pulang bekerja, Safira langsung ke apartemen Jeff, untuk memberikan berkas tersebut sekaligus untuk melihat kondisi Jeff.
Safira mengernyit heran saat melihat Jeff yang menggeleng kepala, dan raut wajah Jeff berubah mengeras. "Ada apa?" tanya Safira, seraya mendekatai Jeff yang duduk di atas tempat tidur, sembari bersandar di headboard tempat tidur.
"Kenapa kamu menerima berkas ini?" tanya Jeff, seraya menatap Safira yang duduk di tepian tempat tidur yang juga tengah menatapnya.
"Memang kenapa? Ada yang salah?" tanya Safira dengan raut wajah yang bingung.
"Dia rivalku, Fir, sialan sekali orang ini!" geram Jeff, sembari meremat berkas itu menjadi satu kepalan.
"Rival? Sejak kamu mempunyai Rival?" tanya Safira lagi, karena ia sepertinya ketinggalan informasi selama 2 tahun belakangan ini tentang Jeff.
"Sudahlah jangan di bahas. Aku tidak ingin berkerja sama dengan orang ini!" jawab Jeff, sekaligus mengallihkan permbicaraan, agar Safira tidak banyak bertanya lagi.
__ADS_1
"Wait! Kamu tidak sedang menyemvbunyikan sesuatu dari aku 'kan?" Safira memindai wajah Jeff yang terlihat sangat risau.
Pria itu mengusap wajahnya kasar, dengan dua bola mata yang bergerak tidak menentu, membuat Safira yakin jika kekasihnya ini menyembunyikan sesuatu dari dia.
"Tidak, aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu," sanggah Jeff dengan cepat.
Safira berdecak kesal, seraya beranjak dari duduknya. Menatap tajam Jeff, sembari bersedekap di dada. "Aku mengenalmu bukan sehari dua atu dua hari Jeff!" tegas Safira, masih menatap Jeff yang menundukkan kepala.
"Baik, kemarinlah." Jeff, menepuk sisi sebelahnya yang kosong. Dengan perasaan ragu, Safira naik ke atas tempat tidur, duduk berdempetan dengan Jeff. Kemudian pria itu menarik Safira ke dalam pelukannya, seraya mengecup kening Safira dengan penuh kelembutan.
Safira mendongak dalam pelukan Jeff, menatap wajah tampan Jeff dengan instens. Menunggu Jeff menjelaskan semuanya.
"Sebenarnya pria itu yang ada di dalam hotel 2 tahun yang lalu. Pria itu bekerja sama dengan Cindy, untuk menghancurkan hubungan kita berdua," jelas Jeff, sembari menarik nafas panjanga. Amarahnya mulai memuncak saat mengingat kejadian 2 tahun yang lalu, dimana pria itu sudah mencium Safira dan bisa di pastikan sudah melihat tubuh Safira juga.
__ADS_1
Safira terkejut mendengar penuturun Jeff yang membuat jantungnya rasanya ingin lepas di tempat. "Jadi pria itu yang sudah-" Safira tidak melanjutkan kata-katanya lagi karena ia langsung membekap mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Pantas saja tatapan pria itu tadi sangat aneh." Safira bergumam di dalam hati.
"Sudah jangan di pikirkan lagi, yang penting kita sudah bersama bukan?" ucap Jeff seraya menarik Safira ke dalam pelukkannya lagi.
"Tapi apa maksud dan tujuan pria itu yang mengajukan kerja sama denganmu?" tanya Safira yang kini mulai di landa kecemasan luar biasa.
"Kita harus lebih berhati-hati Sayang, karena dia pasti dia sudah merencanakan sesuatu," ucap Jeff, lalu di angguki oleh Safira.
Kemudian Jeff menundukkan kepalanya, lalu memanggut lembut bibir Safira dengan penuh damba. Safira membalasnya tidak kalah lembut. Keduanya saling menyesap, melumaat, dan berperang lidah, hingga terdengar bunyi decapan yang memecah kesunyian di dalam kamar tersebut.
Mau Emak Crazy up? Besok ya besok, siapin aja like, vote sama kembang dan kopi yang banyakš¤£.
__ADS_1