Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)
Gugatan cerai


__ADS_3

Di tempat lain. Aries sedang kelimpungan mencari keberadaan Cindy. Setelah sekian lama ia baru menyadari jika istrinya itu kabur dari rumahnya. Apalagi ia juga baru menerima surat gugatan cerai dari Cindy. Ia menatap surat dari pengadilan agama itu dengan perasaan gamang dan hancur. Hatinya seolah tidak terima untuk berpisah dengan Cindy, walaupun awalnya dia berniat untuk menceraikan Cindy saat dirinya sudah bosan dan puas menyiksa istrinya itu. Namun, kini keadaan berbanding terbalik, ia tidak menginginkan perpisahan ini.


"Cindy! Kenapa hatiku sekarang terasa hancur, kenapa aku baru menyadarinya?" ucap Aries pada dirinya sendiri, lalu memasukkan surat gugatan cerai itu ke dalam dasboard mobilnya. Ia mengusap wajahnya dengan gusar, terlihat jelas sekali jika pria itu terlihat tidak baik-baik saja.


"Aku pastikan akan segera menemukanmu, dan akan menyeretmu kembali ke rumah. Dan tidak akan membiarkanmu pergi kemana pun lagi!!" desis Aries, dengan tajam.


Drttt ... Drttt ...


Ponselnya bergetar panjang bertanda jika ada panggilan masuk, Aries merogoh ponselnya dan menatap layar ponselnya sembari berdecak kesal. Namun ia mengangkatnya juga. "Ada apa? Aku sedang pusing, istriku kabur dari rumah! Bisakah kamu mengerti aku sedikit saja, Honey!" sentak Aries dengan keras, kepada seseorang yang ada di ujung telepon sana.


"Aku tidak akan pernah menceraikannya, tidak akan pernah!" tegas Aries, kemudian mematikan ponselnya secara sepihak. Kepalanya semakin berdenyut nyeri, ia mengetuk-ngetukkan keningnya di setir dengan perasaan yang tidak karuan.


Sungguh egois sekali pria bajingan ini!!


Aries sudah mengutus orang kepercayaanya untuk mencari Cindy, bahkan sudah mencarinya keluar kota di rumah orang tua angkat Cindy pun tidak ada.

__ADS_1


"Maxim! Pria itu ..." Aries baru teringat, jika hanya maksim saja orang yang dekat dengan Cindy sebelum istrinya itu kabur dari rumah. Aries segera melajukan mobilnya menuju perusahaan Maxim. Ia tidak akan mengampuni pria itu, jika terbukti sudah menyembunyikan istrinya.


Sampai di tempat yang di tuju, Aries segera memasuki gedung pencakar langit itu dengan langkah kaki tegap, dan tergesa.


"Aku ingin bertemu dengan Maxim!" ucap Aries kepada Resepsionis.


"Apakah sudah membuat janji dengan Pak Max, Pak?" tanya Resepsionis tersebut.


"Katakan kepadanya jika Aries ingin bertemu dengannya! Cepat!!" sentak Aries, dengan kedua mata yang melotot tajam.


"Si-silahkan, Pak, naik ke lantai yang paling atas," ucap Resepsionis tersebut dengan tangan bergetar.


Aries langsung melenggang pergi begitu saja ke lift, menuju ruangan Maxim berada.


Sampai di lantai tertinggi di perusahaan tersebut, tepatnya di depan ruangan Maxim. Pria itu langsung di persilahkan masuk oleh Sekretaris Maxim.

__ADS_1


"Wohoho, siapa yang datang menemuiku ini?" tanya Maxim menyambut kedatangan Aries.


"Aku tidak perlu basa-basi lagi! Di mana kamu menyembunyikan istriku?!" tanya Aries dengan lantang.


"Hei? Apakah tampangku seperti pebinor?" Maxim menyikapi Aries dengan sangat santai, malah semakin membuat Aries kesal dan juga muak.


"Karena nyatanya kamu yang sudah menyembunyikan istriku!" terang Aries dengan rahang yang mengeras, dan tatapan kian menajam.


"Aneh sungguh sangat aneh. Istrimu pergi dari rumah kenapa kamu malah menyalahkan dan menuduh orang lain?" ucap Maxim dengan nada sinis dan menyindir pria arogan dan angkuh yang ada di hadapannya itu.


Vote dan Like ya❀❀


Untuk Kisah Aries, Maxim dan Cindy, tidak aku lanjutkan di sini. Mohon maaf sekali, bulan depan akan Rilis Di Fizzzo. πŸ˜πŸ™πŸ™


Aku tahu kalian semua akan kecewa, tapi aku lebih kecewa lagi sama pihak NT. Aku disini sudah bertahan kuat, walau kenyataanya tersakiti dan bertahan demi kalian semua, demi pembaca setiaku di NT, semoga kalian semua mengerti, love you All❀❀ mampir di lapak Fizzzo ya ❀❀

__ADS_1


__ADS_2