
Hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Tidak terasa waktu berlalu begitu singkat, usia kandungan Safira kini sudah memasuki 9 bulan.
"Sudah merasa nyaman?" tanya Jeff sembari mengusap punggung istrinya dengan lembut. Semenjak usia kandungannya semakin membesar dan bertambah usia kandungannya, Safira mulai tidak bisa tidur dengan nyenyak seperti yang di alami ibu hamil pada umumnya.
"Sudah mendingan," jawab Safira sembari menghela nafas panjang serta memejamkan matanya dengan erat.
Jeff mengusap kening istrinya dengan lembut kemudian mengecup kening Safira dengan penuh kasih sayang dan cinta. "Maaf, karena aku, kamu menderita seperti ini," ucap Jeff.
Calon Hot Daddy itu merasa bersalah kepada istrinya yang sedang mengandung calon penerusnya.
"Kamu ini ngomong apa sih? Aku ikhlas menjalaninya dan ini adalah hal yang paling dinantikan oleh para wanita yang sudah berumah tangga, hamil, dan melahirkan bayi lucu-lucu adalah keinginan besar kami sebagai wanita. Moment seperti ini adalah yang ternikmat Jeff, aku mengandungnya selama 9 bulan bahkan lebih, merasakan pertumbuhannya di dalam perutku. Aku adalah wanita paling beruntung Jeff karena bisa merasakan semua ini, banyak wanita di luar sana yang ingin hamil akan tetapi tuhan tidak menghendaki," ucap Safira panjang lebar, memberikan pengertian kepada suaminya. Safira meraih tangan Jeff, dan meletakkan di atas perutnya yang buncit itu.
"Apakah kamu merasakannya?" tanya Safira sembari menatap suaminya yang berbaring di sampingnya.
Jeff terdiam sembari merasakan tendangan kecil dari buah hatinya yang masih berada di dalam kandungan istrinya. Hatinya menghangat da sangat bahagia merasakan hal itu, benar kata istrinya jika ini adalah moment yang termikmat dan tidak akan pernah ia lupakan sepanjang hidupnya. "Dia bergerak," ucap Jeff, kedua matanya berkaca-kaca, ia merasa sangat bahagia.
"Heum, dia suka sentuhan dan juga suaramu, Daddy," jawab Safira. "Dia ingin di jenguk oleh Daddy-nya," lanjut Safira dengan senyuman nakal.
__ADS_1
"Benarkah itu?" tanya Jeff, dan Safira menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Tapi, aku takut jika melukainya," jawab Jeff. Ya—semenjak kehamilan Safira yang semakin membesar, Jeff takut saat akan menyentuh istrinya, takut menyakiti Safira dan juga anak yang ada di dalam kandungan istrinya.
"Dia baik-baik saja, Daddy, percayalah," ucap Safira yang sudah merasa gatel karena hampir 2 minggu tidak di sentuh suaminya. Safira terus meyakinkan Jeff, hingga suaminya itu pun tergoda, dan mulai melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuh keduanya itu hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benang.
"Katakan jika aku menyakitimu, Sayang," ucap Jeff kini akan melancarkan aksinya.
"Iya, Daddy," jawab Safira, sembari memejamkan mata seraya mendesis nikmat saat Jeff mulai foreplay. Menjamah setiap jengkal kulit tubuhnya, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Ah, Jeff ..." rintih Safira, saat lidah Jeff menari-nari di celah lembahnya yang merekah basah itu.
"Oh ... Yeah ..." Safira, semakin membuka lebar kedua kakinya, serta menekan kepala Jeff saat dirinya akan sampai pelepasan pertama.
"Ughh!" Safira mengejang saat gelombang kenikmatan itu menghantam tubuhnya. Sungguh kenikmatan yang luar biasa. Suaminya itu memang pandai memainkan tubuhnya hingga membuatnya selalu di mabok kepayang.
Jeff merangkak ke atas tubuh Safira, tersenyum tipis seraya mengusap perut buncit istrinya dengan gerakan yang sangat lembut.
__ADS_1
Cup
Jeff beralih mengecup bibir Safira, menyesap dan mellumatnya dengan lembut, seraya mengarahkan si Jery yang sudah kelaparan itu memasuki rumahnya yang sudah basah. Dengan dua kali hentakkan Si Jery sudah terbenam sempurna di dalam rumahnya, hingga lehernya terasa tercekik nikmat.
"Ah ... ah ..." Safira terus mendessah saat Jeff terus menghujamnya dengan gerakan yang sangat lembut tapi menuntut.
"I Love You, Sayang," ucap Jeff, di sela gerakannya yang melenakan itu.
"Me too, Daddy," jawab Safira dengan nafas terengah.
Bibir keduanya bertemu lagi, saling mencaplok dan saling mematuk. Suara desahaan dan lenguhan terus terdengar di setiap sudut kamar itu, hingga keduanya itu mencapai pelepasan bersama.
*
*
Kurang panas ya? Maaf ya, kalau mau panas lagi, bacanya diatas kompor ya, auto hot jeletot level 20🤣🤣🙈
__ADS_1
Selamat bermalam jum'at, jangan lupa like, dan hadiahnya.❤