MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
10


__ADS_3

Akhirnya dengan terpaksa dan juga buru-buru karena desakan dari mami Jane dan juga papi Jona, Ji dan Zi pergi menuju ke paris untuk melakukan trip bulan madu yang sudah di siapkan mami Jane dan juga sang suami untuk keduanya.


Setelah menempuh perjalanan lewat udara dengan waktu yang cukup lama, Zi dan juga Ji akhirnya tiba di negara tujuan, dan keduanya pun langsung menuju sebuah hotel berbintang, yang juga sudah di siapkan oleh mami Jane dan juga papi Jona.


"Aku sangat lelah Ji," ucap Zi, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang kamar hotel di mana dirinya dan juga Ji sudah berada, karena memang mami Jane hanya memesan satu kamar hotel untuk keduanya.


"Kamu pikir, kamu saja yang lelah, aku juga sama!" seru Ji, dan mendudukkan bokongnya di pinggiran ranjang dimana Zi berada.


"Ya sudah, kita istirahat dulu," ajak Zi, membuat Ji langsung menjatuhkan tubuhnya tepat di samping sang istri.


Tentu saja tidak membuat Zi risih, karena sejak kecil sudah sering keduanya tidur di ranjang yang sama, hanya saja saat Zi pergi untuk sekolah desainer di luar negeri, tidak pernah lagi keduanya tidur di tempat tidur yang sama, dan baru kali ini keduanya berada di tempat tidur yang sama lagi, dengan status berbeda.


"Ji," panggil Zi.


"Hem,"

__ADS_1


"Sudah lama ya, kita tidak tidur di tempat tidur yang sama,"


"Hem," balas Ji yang sudah mulai memejamkan matanya, karena ia ingin beristirahat setelah nemempuh penerbangan yang cukup jauh.


Namun, seketika ia membuka kedua bola matanya yang baru saja terpejam, saat Zi tiba-tiba memeluk tubuhnya.


"Zi, apa yang kamu lakukan hah!" kesal Ji yang langsung menyingkirkan satu tangan sang istri yang memeluk tubuhnya.


"Ish, kasar sekali sih!" gerutu Zi. "Aku hanya ingin tidur sambil memeluk kamu, apa kamu lupa, kita sering tidur sambil berpelukan kan?"


"Itu dulu, saat kita masih kecil. Sekarang keadaan sudah berbeda,"


Dan kali ini Ji membiarkan Zi memeluknya, tapi sesaat kemudian, ia melepas kembali satu tangan Zi yang memeluk tubuhnya, dan beranjak dari tidurnya.


"Ji, ada apa?" tanya Zi bingung.

__ADS_1


"Kamu saja yang tidur di sini, aku tidur di sofa saja," jawabnya, dan Ji pun langsung menuju sofa yang ada di dalam kamar hotel tersebut.


"Baiklah," kata Zi, dan langsung memejamkan kedua bola matanya.


Ji yang sudah duduk dan merebahkan tubuhnya diatas sofa, menoleh pada Zi yang ada di atas ranjang.


Entah mengapa ada perasaan lain dalam tubuhnya, ketika Zi memeluknya, tidak seperti dulu, yang merasa biasa saja ketika Zi tidur sambil memeluk tubuhnya.


"Tidak, Zi sudah aku anggap adikku sendiri," batin Ji, untuk menghilangkan perasaan lain di dalam tubuhnya, kemudian ia mengambil ponsel miliknya, untuk menghubungi Bela sang kekasih, karena rasa kantuk yang tadi datang, kini entah menjauh ke mana.


Setelah cukup beristirahat, tentu saja Zi langsung membersihkan diri, apa lagi ketika ia bangun tidur, tidak mendapati sang suami berada di dalam kamar hotel.


Zi yang baru selesai membersihkan diri dan keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi, langsung menuju koper miliknya yang belum sempet ia pegang, untuk mengambil pakaian yang akan ia kenakan.


Namun, setelah membuka koper miliknya, Zi begitu tercengang melihat isi di dalam koper, tidak ada satu pun pakaian yang layak untuk ia kenakan, dimana di dalam koper tersebut yang sudah mami Jane sediakan ketika akan pergi, hanya terdapat pakaian kurang bahan, dan lebih di dominasi dengan lenggerie berwarna warna bagaikan pelangi.

__ADS_1


"Ya ampun Mi, apa Mami ingin membuat aku masuk angin," ucap Zi dengan kedua tangannya mengambil beberapa linggerie.


Bersambung............


__ADS_2