
Akhirnya Zi yang baik hati, dan tidak tega dengan Bela, setelah sang suami menceritakan keadaan Bela saat ini, apa lagi Ji memberi tahunya, jika Bela sekarang masuk ke rumah sakit, setelah tadi berdebat dengan Ev di sebuah restoran.
Bukan hanya seratus juta, tapi akhirnya Zi meminjamkan uang pada Ji dua kali lipat dari yang dimintanya.
Entah mengapa Zi begitu prihatin dengan kondisi Bela hanya dengan mendengar cerita dari sang suami.
"Terima kasih Zi," ucap Ji setelah sang istri meminjamkan uang yang cukup banyak untuknya.
"Sama-sama, semoga Bela baik-baik saja. Tapi bentar dulu Ji, jadi Ev tahu kamu dan juga Bela masih menjalin kasih?" tanya Zi, karena tadi sang suami mengatakan bertemu dengan Ev, ketika sedang makan siang dengan Bela, sebelum Bela di larikan ke rumah sakit.
Ji pun segera menganggukkan kepalanya, menjawab pertanyaan dari sang istri. "Tapi aku mohon, kamu bilang padanya, jangan sampai dia memberi tahu pada semua orang tentang hubungan aku dan juga Bela."
"Baiklah,"
"Oke, kalau begitu. Terima kasih atas pinjamannya, dan aku pergi dulu," pamit Ji yang langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan sang istri, keluar dari restoran tersebut.
"Ish, kenapa aku kesal pada Ji ya," ucap Zi sedikit kesal, karena ia pergi ke restoran tersebut dengan sang suami, tapi sekarang sang suami pergi meninggalkannya begitu saja. "Ah sudahlah, mending aku menghubungi Coki,"
Dan baru saja Zi ingin menghubungi Coki, tiba-tiba dia sudah berdiri tepat di depan meja di mana Zi berada. "Cok, kamu ada disini?"
Bukannya mendapat jawaban dari pertanyaannya, yang ada Coki mengukir senyum ke arahnya, lalu duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Ji.
__ADS_1
"Sejak kapan, kamu berada di restoran ini?" tanya Zi penasaran.
"Sejak tadi,"
"Masa sih, kenapa aku tidak melihat ya?"
"Kamu sibuk dengan makanan yang ada di hadapan kamu, setelahnya kamu sibuk berbicang dengan Ji," jawab Coki, karena memang tadi ia membuntuti Zi pergi.
"Jadi kamu sudah lama di restoran ini?"
"Sudah, dan aku kecewa padamu?"
"Bukan tentang itu,"
"Terus tentang apa?" tanya Zi penasaran.
"Kenapa kamu harus meminjamkan uang pada Ji, dan kamu tahu, Ji membutuhkan uang itu untuk siapa, Zi. Dan aku rasa itu tidaklah pantas," ucap Coki yang mengetahui semuanya apa yang tadi Zi dan Ji bicarakan.
"Kamu tahu tentang itu juga?"
Coki pun langsung menganggukkan kepalanya. "Dan tindakan kamu itu tidak benar, Zi,"
__ADS_1
"Aku hanya ingin menolong Bela,"
"Tapi dengan seperti ini, kamu mendukung sebuah perselingkuhan, Zi. Meskipun kamu tidak mencintai Ji, tapi janganlah kamu berkorban materi, dan itu untuk wanita yang menjadi kekasih suami kamu. Bagaimana jika kedua orang tua kamu tahu, tentang semua ini. Pasti mereka akan kecewa padamu, karena sudah membohongi mereka dengan pernikahan yang tidak sehat, yang kamu jalani dengan Ji,"
Zi mencerna semua ucapan panjang lebar dari Coki dengan seksama.
"Maaf Zi, aku memiliki saran untuk kamu, jika kamu dan juga Ji tidak saling mencintai, lebih baik kalian berpisah, untuk apa bertahan dalam sebuah kebohongan seperti ini, dan kebohongan kamu dan Ji, suatu saat, banyak yang akan mengetahuinya, dan akan banyak yang kecewa padamu, termasuk kedua orang tua kamu, yang sudah berharap lebih dengan pernikahan kamu dan Ji, tapi nyatanya tidak sesuai keinginan mereka," nasihat Coki. "Kamu layak dicintai, bukan membiarkan pria yang menjadi suami kamu, mencintai orang lain, hidup bukan untuk hari ini saja Zi, suatu saat nanti kamu butuh pria untuk sandaran, menceritakan keluh kesah kamu padanya,"
Zi termenung sejenak mendengar apa yang Coki katakan, benar apa yang dikatakannya.
"Cok, aku..." Zi tidak jadi meneruskan ucapannya, karena ponselnya berdering, dan Ev sang saudari lah yang menghubunginya.
Membuat Zi langsung mengangkat sambungan ponselnya.
"Datang ke rumah mama dan papa sekarang juga, mereka sedang menunggu kamu, cepat!" seru Ev dari balik sambungan ponselnya.
"Ada apa Ev?"
"Jangan bertanya, buruan datang!!!!"
Bersambung...............
__ADS_1