
Mendengar pertanyaan Zi, membuat Coki langsung menginjak pedal rem, dan mobil pun berhenti tiba-tiba. Takut apa yang baru saja ia dengar salah di telinganya.
Untung saja di belakang mobil tidak ada kendaraan, jika ada, pasti sudah terjadi tabrakan beruntun.
Zi yang terkejut pun langsung menatap pada Coki. "Cok, bisa nyetir tidak sih!" kesal Zi, mungkin saja jika ia tidak menggunakan sabuk pengaman, tubuhnya sudah tersungkur ke depan.
"Maafkan aku," sambung Coki, dan kembali melajukan mobilnya, saat beberapa mobil yang ada di belakangnya bersautan menekan klakson mobil, mengisyaratkan untuk Coki melajukan mobil yang berhenti tepat di jalanan.
Bukannya terus melajukan mobil karena rumah sakit di mana Ji berada sudah dekat, yang ada Coki menepikan mobil yang dikendarai, dan menghentikannya.
"Cok, ada apa sih? Rumah sakit dimana Ji berada ada di depan loh?" tanya Zi bingung, saat Coki kembali menghentikan laju mobilnya. "Kamu sakit?"
"Tidak,"
"Kenapa berhenti?"
Namun, Coki tidak menjawab pertanyaan dari Zi, yang ada ia kini melepas sabuk pengaman, dan menghadap pada Zi. "Zi, apa yang kamu tanyakan tadi benar? Aku tidak salah dengar kan?" tanya Coki penuh antusias, mengingat pertanyaan Zi sebelumnya, yang meminta dirinya untuk menjadi pendamping Zi.
"Salah dengar apa?" tanya Zi bingung, padahal ia sendiri yang tadi mengajukan pertanyaan.
"Kamu meminta aku, untuk menjadi pendamping kamu. Apa itu benar?"
__ADS_1
Zi menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Coki.
Dan Coki pun langsung tersenyum senang, karena apa yang tadi ia dengar tidak salah, dan itu akhirnya tidak lama lagi ia akan menikah dan akan hidup selamanya dengan Zi.
"Ish, kenapa senyum-senyum sih, Cok. Kamu mau kan mendampingi aku?" tanya Zi lagi, karena Coki belum menjawab pertanyaannya.
"Tentu saja aku mau menjadi suami kamu," jawab Coki, dengan senyum yang tidak pernah pudar, untuk mengungkapkan isi hatinya yang saat ini begitu bahagia, dan ingin rasanya ia berlari dan berteriak untuk mengungkapkan kebahagiaan yang sedang ia rasakan saat ini.
Zi menautkan keningnya mendengar jawaban dari Coki. "Kok suami sih Cok?"
Coki mengendurkan senyuman, ketika mendengar pertanyaan Zi, dengan nada bingung.
"Kamu meminta aku untuk mendampingi kamu kan?"
"Berarti kamu meminta aku menjadi suami kamu kan?" tanya Coki lagi.
Bukanya menjawab pertanyaan dari Coki, yang ada Zi langsung tertawa, dengan satu tangannya memukul lengan Coki. "Kamu lucu sekali Cok, siapa juga yang meminta kamu menjadi suamiku, ada-ada saja," kata Zi di sela-sela tawanya. "Aku hanya ingin meminta kamu mendampingi aku, bukan menjadi suami aku, seperti bodyguard begitu Cok. Dan tenang saja ada bayarannya kok,"
Coki yang tadi menghadap pada Zi dan menatapnya, kini duduk dengan benar di kursinya, lalu memasang sabuk pengaman, dengan wajah datar, karena kebahagiaan yang tadi menghampirinya langsung lenyap seketika, ketika tahu maksud pendamping yang Zi katakan, kemudian ia menginjak pedal gas untuk melajukan mobil yang dikendarai.
"Dan maaf Zi, aku tidak ingin mendampingi kamu," Coki mengubah keputusannya.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku akan mendampingi kamu, jika kamu menjadi istriku," jawab Coki spontan.
Tapi Zi pikir Coki sedang bercanda, membuatnya langsung tertawa. "Katanya suka sama gadis sudah sejak lama, tapi bicara seperti itu, dasar lanang!"
Namun, Coki tidak lagi menimpali ucapan Zi, dan fokus pada jalanan yang dilaluinya.
*
*
*
Tidak butuh waktu lama Zi dan juga Coki tiba di rumah sakit, keduanya pun langsung menuju ruang perawatan dimana Ji mantan suami berada, dan sedang tergeletak di atas ranjang perawatan, dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya.
Tentu saja di ruangan tersebut ada mami Jane dan juga papi Jona, tapi tidak dengan kedua orang tuanya yang sudah meninggalkan rumah sakit setelah menjenguk keadaan Ji.
Ji yang tergeletak diatas ranjang, langsung menatap pada Zi bergantian pada Coki.
"Idih, telinga di tindik. Badan penuh tato, di tinggal pacar mau bunuh diri, pria macam apa kau, Ji. Sungguh memalukan," cibir Zi yang kini berjalan mendekati Ji.
__ADS_1
Bersambung...............