MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
33


__ADS_3

Zi menautkan keningnya mendapati ada sang suami, pasalnya yang ia tahu, Ji masih berapa di luar negeri.


Dan Zi pun kini menatap pada sang suami, tapi rasa orang lain. "Ji, kamu sudah kembali? Kenapa kamu tidak memberi tahu aku, jika kamu kembali?"


"Belum sempat, dan ya. Aku tidak mengijinkan kamu mempekerjakan Coki sebagai supir kamu, paham!"


"Kenapa?"


"Pokoknya sekali tidak, tetap tidak, mengerti!"


"Aku tetap akan mempekerjakan Coki sebagai supir aku, lagian aku akan menggajinya dengan uang aku sendiri, dan tidak akan pernah minta padamu. Lebih baik kamu urus saja kekasih kamu," sahut Zi, dan kini mengalihkan tatapannya pada Coki, lalu menarik satu tangannya. "Cok, aku lapar, yuk kita pergi makan siang, pasti kamu belum makan siang kan?"


Coki hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Zi, kemudian melangkahkan kakinya, mengikuti ke mana Zi menarik satu tangannya.


Namun, langkah Coki terhenti, saat satu tangannya yang lain, di tahan oleh Ji.


Membuat Zi juga menghentikan langkahnya, dan menolah pada sang suami. "Ji, lepaskan tangan Coki, aku lapar belum makan siang, kalau aku meminta kamu untuk menemani makan siang, pasti kamu tidak mau kan?"


Tapi Ji tidak menjawab pertanyaan dari sang istri, yang ada ia menarik tangan Coki untuk mendekat.


"Jangan pernah kamu mendekati Zi, aku tahu tujuan kamu mendekatinya," bisik Ji tepat di salah satu telinga Coki.


Karena Ji pikir, Coki mendekati sang istri atas perintah Lucas.


Kemudian Ji meninggalkan Coki, lalu mendekati sang istri, dan menarik satu tangannya. "Aku akan menemani kamu makan siang,"

__ADS_1


"Tumben, apa kamu tidak makan siang bersama dengan Bela?" tanya Zi, tentu saja tidak mendapat jawaban dari Ji, yang terus berjalan keluar dari butik tersebut. "Ji, aku sedang bertanya padamu, jawab bisa kan?"


"Jangan banyak bertanya, katanya kamu lapar,"


"Eh iya," kata Zi. "


*


*


*


Ji membawa Zi ke sebuah restoran tidak jauh dari butiknya, restoran favorit sang istri, meskipun sebelumnya ia tidak pernah ke restoran tersebut, tapi ia tahu restoran tersebut, adalah restoran favorit Zi.


"Kamu tidak pesan makan?" tanya Zi, setelah sampai restoran dan sudah memesan menu favoritnya di restoran tersebut, tapi sang suami tidak memesan apa pun.


"Baiklah, aku makan dulu," Zi pun langsung menyantap makan yang ada di hadapannya.


Sedangkan itu, Ji terus menatap pada sang istri, yang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri, hingga tidak ada rasa cinta sedikit pun untuk Zi yang kini sudah menyandang status sebagai istrinya.


"Aku akan menjagamu, Zi. Dari Coki dan juga Lucas," batin Ji, karena ia tahu, Zi sedang dalam incaran Lucas, dan ia yakin, Coki mendekati sang istri, pasti karena perintah Lucas.


Dimana, sebelum ia kembali dari luar negeri, Lucas menemuinya, dan memintanya untuk membawa Zi padanya dengan iming-iming imbalan yang cukup besar.


Tapi Ji menolak mentah-mentah tawaran dari Lucas, meski ia sedang membutuhkan uang yang cukup banyak untuk pengobatan sang kekasih.

__ADS_1


Karena ia akan melindungi seluruh anggota keluarganya, dari siapa pun yang akan berbuat jatah, termasuk dengan Zi, Ji juga akan melindunginya.


Zi bersendawa setelah menghabiskan makanan yang ada di hadapannya.


Tentu saja membuat Ji langsung menggelengkan kepalanya, mendapati Zi yang tidak ada anggun anggunnya sebagai perempuan.


"Yuk pulang, aku sudah kenyang,"


"Sebentar Zi, aku butuh bantuan kamu,"


Mendengar perkataan sang suami, membuat Zi yang akan beranjak dari duduknya, langsung ia urungkan. Lalu menoleh pada Ji yang duduk di kursinya. "Bantuan apa?"


"Aku ingin meminjam uang padamu,"


"Tidak usah meminjam, aku akan memberikannya padamu," sambung Zi, yang langsung mengambil dompet dari dalam atasnya. "Seratus, dua ratus, tiga ratus, empat ratus, di dompet aku sisa empat ratus ribu, kamu ambil saja, nih," Zi yang sudah mengeluarkan uang tersebut dari dalam dompetnya, langsung menyodorkannya pada Ji.


"Simpan saja uang kamu ini,"


"Gimana sih, tadi mau pinjam, ini aku kasih malah tidak mau,"


"Aku ingin meminjam seratus juta,"


"Banyak amat, untuk apa uang sebanyak itu, Ji?"


"Untuk pengobatan Bela,"

__ADS_1


"Apa?!"


Bersambung...............


__ADS_2