MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
68


__ADS_3

"Zi," panggil Coki ketika baru masuk ke dalam kamar sang kekasih untuk pertama kalinya.


Tentu saja Coki baru masuk ke kamar tersebut yang sangat besar, dan besarnya dua kali lipat daru kamarnya, di mana ia di suruh oleh mama Hazel ke kamar Zi, mungkin jika tidak di suruh, Coki tidak akan masuk dan tetap saja menunggunya di ruang tamu, seperti biasa. Ketika ia ingin menemui sang kekasih, dan Zi masih berada di dalam kamar, pasti Coki akan menunggu kekasihnya tersebut keluar dari dalam kamar.


Mendengar namanya di panggil oleh suara yang sangan Zi hafal, apa lagi ketika sedang mendessah tepat di telinganya, yang membuatnya terus terbayang bayang, membuat Zi yang sedang melamun mengingat kejadian yang tadi ia alami dan membuatnya sedikit takut.


Kini Zi menatap kearah sumber suara dimana Coki sang kekasih berjalan mendekati tempat tidur dimana ia berada.


"Cok," panggil Zi dengan segera turun dari atas kasur, dan berlari mendekati sang kekasih, kemudian memeluk tubuhnya dengan sangat erat.


Tentu saja Coki pun langsung balas memeluk sang kekasih. "Maafkan aku," ucapan yang keluar dari bibir Coki, mengingat kejadian tadi, dimana ia tidak berada di samping sang kekasih.


Karena Coki yakin, kekasihnya tersebut pasti sangat ketakutan, dengan kejadian tadi, apa lagi melihat seseorang yang tewas karena di tembak tepat dihadapannya.


Mendengar kata maaf dari Coki, kini Zi melepas pelukannya, lalu menatap lekat wajah sang kekasih.


"Bagus, kalau kamu merasa bersalah, dan sekarang kamu harus membayar kesalahan kamu, oke?!"


"Baik Zi, dan aku berjanji, tidak akan lagi membiarkan kamu mengalami kejadian tadi, karena aku akan selalu berada di samping kamu,"

__ADS_1


"Ya sudah, ayo," Zi menarik satu tangan Coki.


"Ke mana?" tanya Coki bingung.


"Katanya mau membayar kesalahan kamu?"


"Iya,"


"Ya sudah ayo, kita teruskan apa yang harusnya kita teruskan tadi," ajak Zi yang seketika melupakan kejadian tadi, ketika melihat sang kekasih, dan bayangan tidur dengan Coki yang sempat tertunda memenuhi otaknya kembali.


"Teruskan apa?"


"Idih masa lupa sih, yang uh ah uh ah,"


"Ya ampun Zi, aku..."


Coki tidak jadi meneruskan ucapannya, karena Zi kini sudah mengalungkan kedua tangannya di leher Coki lalu mencium bibirnya.


Tentu saja Coki tidak bisa melakukan apa pun, jika sang pacar sudah seperti ini, membuatnya hanya pasrah, percuma untuk menolak.

__ADS_1


Dan saat Coki sudah terpancing dengan apa yang Zi lalukan, membuatnya kini memeluk pinggang sang kekasih dan langsung membalas ciuman Zi.


Namun, setelahnya Coki melepas tautan bibirnya, kemudian mendorong tubuh Zi hingga jatuh di atas kasur, ketika Coki mendengar deheman dari papa Zain.


Dan benar saja, ketika Coki menatap ke arah sumber suara, ia sudah melihat papa Zain dan juga mama Hazel masuk ke dalam kamar sang kekasih.


"Maafkan aku, Om," kata Coki merasa tidak enak, karena ia yakin, calon kedua mertuanya tersebut pasti telah melihat apa yang baru saja dilakukannya.


"Ish, Papa dan Mama mengganggu saja, keluar kalian!" perintah Zi dan bangkit dari tempatnya, lalu menarik tangan Coki dan memeluk tubuhnya, tentu Coki terus memberontak karena malu. "Cok, diam bisa kan?"


"Zi, tapi..."


"Biarkan saja mereka, yuk!" ajak Zi memotong perkataan dari Coki.


Mama Hazel dan juga papa Zain terus menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri yang benar di luar perkiraan BMKG.


"Zi, kalian belum menikah," kata papa Zain.


"Pa, DP dulu lah. Mending Papa dan juga Mama keluar dari kamarku,"

__ADS_1


"Ya ampun!" sahut mama Hazel sambil menepuk jidatnya.


Bersambung.....................


__ADS_2