
Setelah menutup sambungan ponsel dari sang mama yang menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit, untuk menanyakan langsung pada Zi, apakah masih ingin mempertahankan pernikahannya dengan Ji atau tidak, setelah papa Zain berpikir lagi, tentang rencana awalnya untuk menceraikan sang putri dan juga Ji.
Setelah mami Jane mengatakan pada papa Zain dan juga mama Hazel, jika Ji sang putra akan berubah dan fokus pada Ji, dan tidak akan mengulangi hal yang sama.
Karena Ji yang sempat mengiyakan dan tidak mempermasalahkan jika semua fasilitas yang selama ini ia nikmati akan di cabut.
Dan berpikir lagi, ia yang selalu hidup dengan kemewahan tidak mungkin akan bisa hidup tanpa fasilitas yang sang papi berikan selama ini.
Membuat Ji yang sudah sadar, terus memohon pada mami Jane dan juga papi Jona, untuk tidak mencabut fasilitasnya, dan ia juga berjanji pada kedua orang tuanya untuk meninggalkan Bela, dan tetap mempertahankan pernikahannya dengan Zi dan coba untuk mencintainya, meskipun janji-janji yang ia katanya, seratus persen adalah sebuah kebohongan.
Dan dengan bodohnya papi Jona dan juga mami Jane percaya dengan janji sang putra, karena mereka berdua tidak ingin kehilangan Zi.
Zi pun bergegas untuk pergi ke rumah sakit di antara oleh sopir dan juga asisten pribadi sang papa, yang tak lain dan tak bukan adalah om Ziu, yang sudah Zi anggap sebagai omnya sendiri, karena saking lamanya om Ziu bekerja dengan sang papa.
"Om ke rumah sakit XXX ya," ucap Zi sebelum masuk ke dalam mobil.
Om Ziu pun langsung menganggukkan kepalanya mengikuti perintah dari Zi.
Setelah mobil yang di kendarai pergi meninggalkan rumah sang bos, om Ziu kini menoleh pada Zi yang duduk tepat di sampingnya. "Zi,"
"Iya Om,"
"Om ingin memberi saran padamu,"
"Saran apa Om?" tanya Zi, dan menoleh pada Om Ziu.
"Kalau menurut om, lebih baik kamu bercerai saja dengan suami kamu,"
__ADS_1
"Kenapa memangnya Om?"
"Ya ampun, kamu masih bertanya kenapa, jelas-jelas dia masih berhubungan dengan pacarnya, dan dia terang terangan tidak mencintai kamu, apa kamu tidak ingin merasakan bagaimana dicintai oleh seorang pria?"
"Belum terpikirkan olehku, Om. Memangnya rasanya dicintai bagaimana Om?" tanya Zi yang benar-benar tidak mengerti bagaimana rasanya dicintai, atau pun mencintai.
"Rasanya tidak bisa diungkapkan, tapi hanya bisa dirasakan, apa kamu mau dicintai?"
Zi terdiam sejenak mendengar apa yang di tanyakan oleh om Ziu. "Mau sih Om, tapi siapa yang mau mencintai aku,"
"Om bisa mencintai kamu,"
Mendengar perkataan dari om Ziu, Zi langsung menatap padanya. "Ish, Om suka bercanda, nanti kalau tante Aca tahu bagaimana," kata Zi, sambil menyebut istri dari om Ziu.
"Itu bisa diatur,"
"Ogah aku sama Om, sudah tua bentar lagi sakit sakitan terus koit deh,"
"Oh, jadi Om juga ahli main sepak bola ya?" tanya Zi, karena apa yang dikatakan oleh om Ziu kata-kata yang sering terdengar di dalam permainan sepak bola.
"Tentu dong, tapi di atas ranjang,"
"Mana bisa main bola di atas ranjang, Om ngaco,"
"Tentu saja ada, kamu mau lihat, nih di ponsel om ada,"
"Coba sini aku lihat,"
__ADS_1
"Eh jangan deh," kata Om Ziu, karena sepak bola yang sedang di bahasnya adalah tentang peranjangan yang bikin anu.
"Ish, om menyebalkan,"
*
*
*
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Zi tiba di rumah sakit, dimana Ji sang suami berada, dan ia pun langsung menuju ruang perawatan dimana Ji dirawat.
Setelah sampai, kedua orang tuanya langsung mengatakan kenapa mereka menyuruh Zi datang.
Yaitu untuk mendengar keputusan dari Zi, ingin tetap lanjut menjalani rumah tangga dengan Ji atau tidak.
"Papa yang menyuruh aku untuk bercerai kan, kenapa sekarang Papa menanyakan lagi hal itu?" tanya Zi bingung.
"Tadi papa mengatakannya saat emosi, dan sekarang Ji sudah berjanji tidak ingin melakukan kesalahan lagi, dan fokus mencintai kamu,"
"Oh ya?"
"Iya, sayang," sahut mami Jane. "Tapi keputusan ada di tangan kamu, Zi. Masih ingin lanjut atau tidak,"
Zi berpikir sejenak, dan tepukan di punggungnya dari mama Hazel, membuat Zi menoleh padanya. "Katakan saja Zi, apa keputusan kamu,"
Dan Zi kini menoleh pada Ji yang sedang duduk di atas ranjang perawatan. "Yakin, kamu akan berubah Ji?"
__ADS_1
"Iya Zi, dan kita mulai lagi pernikahan kita dari awal, kamu mau kan?"
Berhubungan............