MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
41


__ADS_3

Zi tidak menjawab pertanyaan dari Ji, yang ada ia kini melipat kedua tangannya, sambil berpikir.


Membuat mami Jane yang tidak rela jika sang putra bercerai dengan Zi, kini menghampiri menantunya tersebut dan mengelus lengannya. " Zi ayo jawab pertanyaan dari Ji, dia akan berubah dan tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama," kata mami Jane yang berharap Zi tidak akan bercerai dengan sang putra.


Mama Hazel yang masih berdiri di samping sang putri, kini menatap pada besannya tersebut. "Jane, biarkan Zi berpikir sejenak, karena ini bukan masalah memilih barang yang bisa seenaknya saja memilih, jika tidak suka tinggal beli lagi, tapi yang harus Zi pilih adalah sebuah komitmen," sambung mama Hazel yang sejak awal tidak setuju jika sang suami menjodohkan Zi dengan Ji, tapi ia tidak bisa berbuat banyak, karena Zi hanyalah anak sambungnya, tapi meskipun begitu, mama Hazel selalu memberi kasih sayang pada Zi, seperti ia menyayangi anak yang keluar dari rahimnya sendiri. "Zi, pikirkan matang-matang keputusan kamu, dan apa pun keputusan yang kamu ambil, mama akan selalu mendukung kamu," ucap mama Hazel.


"Baik Ma," sambung Zi dan kini mendekati dimana Ji berada.


"Zi, kita bisa mulai lagi dari awal, dan aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama," ucap Ji, ketika sang istri sudah berdiri disisi ranjang dimana ia berada.


"Tidak usah berjanji Ji, dan kamu tetaplah bersama dengan Bela, karena aku ingin bercerai dengan kamu," Zi dengan keputusannya.

__ADS_1


Membuat Ji, mami Jane dan juga papi Jona terkejut, tapi tidak dengan papa Zain yang mendukung keputusan sang putri, begitu pun dengan mama Hazel, yang begitu senang mendengar keputusan Zi.


"Zi, kamu sedang bercanda kan?" tanya Ji, yang harus siap-siap kehilangan fasilitasnya, jika tidak bisa mempertahankan pernikahannya.


"Tidak, aku tidak bercanda. Ini sudah keputusan aku, asal kamu tahu ya Ji, kamu itu tidak termasuk kandidat pria yang aku sukai, lihatlah tubuh kamu, dimana mana terdapat tato, telinga juga di tindik, aku heran sebenarnya, kamu pria atau wanita sih?" tanya Zi, yang tidak menyukai pria bertato apa lagi telinga di tindik.


"Ini karya seni bodoh!" sahut Ji sedikit kesal.


"Dan ya, aku juga tidak menyukai kamu, yang sering berkata kasar padaku,"


Mami Jane mendekati Zi, setelah mendengar keputusannya. "Zi, mami mohon, ubah keputusan kamu ini, ya." pintanya.

__ADS_1


"Ini sudah keputusan Zi, jadi terima saja," sambung mama Hazel yang juga mendekati Zi, lalu ia kini meraih tangannya. "Zi, kita pulang," ajak mama Hazel, dan langsung menarik tangan Zi untuk segera meninggalkan ruangan tersebut.


"Maaf Jane, ini sudah keputusan Zi, dan kamu tenang saja, aku yang akan mengurus perceraian anak kita," kata papa Zain pada mami Jane, sebelum menyusul sang putri dan juga sang istri keluar dari dalam kamar tersebut.


Setelah kepergian keluarga Zi dari dalam kamar, mami Jane kini menoleh pada Ji.


"Sesuai perjanjian awal, jika kamu bisa mempertahankan pernikahan kamu dengan Zi, semua fasilitas tidak akan di cabut, dan begitu juga sebaliknya. Itu artinya kamu tidak akan mendapatkan lagi fasilitas," kata Mami Jane untuk mengingatkan sang putra.


"Ma, jangan seperti ini, aku sudah berjanji akan meninggalkan Bela,"


"Itu akibat, dari apa yang sudah kamu perbuat," sambung papi Jona yang sedari tadi hanya diam, lalu mengajak sang istri keluar dari dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Sial!" teriak Ji setelah ia hanya seorang diri di dalam ruang perawatannya.


Bersambung................


__ADS_2