
Hari ini adalah hari bahagia untuk kedua pasangan, yang sudah mengikat janji sehidup semati untuk selamanya.
Pertama Ji dan juga Bela yang melangsungkan pernikahan secara sederhana, setelah Bela bisa menerima dan ikhlas dengan kepergian Bima sang adik untuk selamanya, meskipun awalnya berat menerima kenyataan tersebut, karena sang adik meninggal dunia karenanya, tapi akhirnya Bela bisa menerimanya, dan itu tidak lepas dari Ji yang selalu berada disampingnya, dan menguatkannya.
Tentu saja pernikahan Ji dan juga Bela di hadiri oleh mami Jane dan juga papi Jona, yang rela putranya menikah dengan wanita yang sedang sakit, karena melarangnnya juga percuma, dan sebagai orang tua, papi Jona dan juga mami Jane mendoakan yang terbaik untuk Ji dan juga Bela.
*
*
*
Sementara itu di tempat lain, Coki dan juga Zi akhirnya menikah dan pernikahan tersebut sangat meriah meskipun tidak mengundang banyak tamu undangan, tapi kebahagiaan terasa sampai tamu undangan yang datang menyaksikan kebahagian Coki dan juga Zi.
Tidak terkecuali dengan papa Zain dan juga mama Hazel yang sangat bahagia melihat Zi sang putri begitu bahagia bersanding dengan Coki, setelah kejadian yang tidak terduga sebelumnya, tapi kejadian itu sudah pasti tidak akan terjadi lagi, karena om Jack sudah bisa mengatasi Lucas.
Dan kini mama Hazel dan juga papi Zain langsung menautkan dahinya dan saling tatap ketika melihat Zi menarik tangan Coki, untuk meninggalkan acara resepsi pernikahan yang akan selesai satu jam lagi.
"Sayang, putri kita mau ke mana?" tanya mama Hazel pada sang suami.
Namun, papa Zain tidak menjawab pertanyaan sang istri, yang ada ia menarik nafasnya dalam dan mengeluarkan. Karena papa Zain tahu persis mau ke mana Zi sang putri membawa Coki.
"Ya ampun, aku sampai lupa, jika putri kita bukanlah Zi yang dulu," kata mama Hazel sambil mengukir senyum, baru menyadari siapa Zi saat ini, dan ia sekarang tahu, ke mana sang putri akan membawa Coki pergi, tentu saja akan pergi menuju kamar hotel.
Dan mama Hazel kini menahan salah satu tangan sang suami, yang beranjak dari duduknya.
"Sayang, mau ke mana? Biarkan mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan," kata mama Hazel tahu apa yang akan Zi lakukan pada Coki yang sudah sah menjadi suaminya. "Mending kita juga kembali ke kamar kita, biarkan Ev dan juga Jo yang masih tetap berada disini, lagian tidak lama lagi acara akan selesai," ajak mama Hazel yang ingin segera kembali ke kamar hotel. "Kita juga sudah lama tidak anu, sayang. Masa mau kalah sama pengantin baru, yuk sayang!"
__ADS_1
Papa Zain menggelengkan kepalanya mendengar ajakan dari sang istri.
"Kenapa sayang?"
"Tidak ada, yuk!" papa Zain pun langsung menarik tangan sang istri untuk kembali ke kamarnya.
"Dasar!" gerutu Ev melihat sang saudari dan juga orang tuanya malah pergi meninggalkan tempat acara, kemudian ia menatap pada sang suami yang berada tepat disampingnya.
"Jangan mengada-ada acara belum selesai, biarkan saja mereka," sahut sang suami tahu apa yang sang istri inginkan.
"Sayang tapi..." Ev tidak jadi meneruskan ucapannya, karena sang suami kini sedang berbincang dengan salah satu tamu kedua orang tuanya. "Ah tidak asyik,"
*
*
*
Dan apa yang Zi inginkan, kalian sudah tahulah wkwkwkwk. Coki pun hanya pasrah mengikuti keinginan sang istri yang sudah tidak sabar untuk melakukan anu, yang sudah sangat lama Zi inginkan, mengingat lagi beberapa kali ingin melakukan ketika belum resmi menikah, selalu gagal total.
Untung saja Coki memiliki tenaga yang sangat kuat untuk mengimbangi sang istri, yang ingin terus bermain, padahal sudah beberapa kali Zi mencapai puncak kenikmatan.
Dan sekarang Zi tergeletak lemas dengan peluh yang membasahi seluruh tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun, ketika sudah merasa puas melakukan olah raga di atas ranjang.
Begitu pun Coki yang langsung menjatuhkan tubuhnya tepat di samping sang istri, tentu saja ia juga merasa lemas seperti habis lari maraton.
Namun, ia tidak ingin egois, kini ia menegakkan kepalanya, dan beberapa kali ia mengucapkan terima kasih pada sang istri yang sangat dicintainya, dibarengi dengan mencium kening Zi yang penuh dengan peluh.
__ADS_1
Membuat Coki langsung mengelap peluh tersebut. "I love you, istriku," kata Coki sambil menatap lekat wajah Zi, dan tak lupa mengukir senyum.
"I love you, suamiku," balas Zi sambil menatap sekilas pada Coki sebelum ia memejamkan matanya, karena lelah dan kantuk menjadi satu.
Melihat sang istri sudah memejamkan matanya, Coki langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri dan juga tubuhnya yang polos, kemudian Coki memeluk erat sang istri, seakan tidak ingin melepasnya, karena akhirnya ia bisa menikahi Zi yang dulu susah di gapai. Dan Coki berjanji akan selalu mencintai dan juga menyayangi sang istri hingga akhir hayatnya nanti, dan juga berjanji akan selalu membahagiakannya.
"Aku sangat mencintaimu, istriku,"
"Hem, aku tahu," balas Zi ketika mendengarkan apa yang sang suami katakan.
Coki hanya tersenyum mendengar balasan sang istri, membuatnya semakin mengeratkan pelukannya.
Tapi setelahnya ia melonggarkan pelukannya, ketika tangan sang istri sekarang memegang benda pusaka yang tidak berdaya lagi.
"Cok, aku mau lagi," kata Zi yang kini menatap pada sang suami.
"Oh tidak!"
TAMAT
Akhirnya tamat sudah kisah mereka, terima kasih untuk kalian yang sudah setia mengikuti hingga part terakhir.
Jangan tanya kenapa sudah tamat, karena konflik sudah kelar, dan semua sudah bahagia, tidak mungkin kan, di tambah konflik lagi, yang ada kalian protes wkwkwkwk.
Tenang saja aku sudah punya novel pengganti, dengan judul WANITA UNTUK PAK IMPOTEN silakan cari di kolom pencarian, atau klik profil aku, nanti ketemu, cover seperti di bawah ini👇
__ADS_1