
"Zi, kenapa?" tanya coki lagi sambil memicingkan matanya menatap pada Zi yang baru saja melepas pelukannya dengan paksa, dan sekarang mengukir senyum pada Coki.
"Aku mau menjadi kekasih kamu, tapi..."
Zi tidak jadi meneruskan ucapannya, membuat Coki bingung. "Tapi apa Zi?"
"Tidak ada," jawab Zi yang kini memeluk tubuh Coki. Awalnya ia bingung dengan perasaan yang sedang ia rasakan saat ini pada Coki, dan ingin menanyakan padanya, tapi Zi urungkan.
Coki tersenyum senang karena Zi tiba-tiba memeluknya, membuatnya langsung balik memeluk tubuh Zi. "Aku mencintaimu, Zi," ucap Coki tepat di telinga Zi.
Yang hanya di balas dengan anggukkan oleh Zi, tidak tahu harus menjawab apa, karena ia sudah menyukai Coki, dan mungkin juga ia mencintainya, karena memang ia belum pernah mencintai seseorang, tapi penjelasan dari mami Jane, sudah menjerumus ke arah perasaan cinta.
Setelah beberapa saat saling berpelukan, kini Zi melepas pelukannya. Dan sekarang ia mencium bibir Coki.
Membuat Coki terkejut dan juga bahagia mendapati apa yang Zi lalukan padanya.
Dan baru saja Coki ingin balik mencium bibir Zi, ia urungkan ketika mendengar ada beberapa pengunjung yang mengunjungi danau tersebut, dan terpaksa menjauhkan bibirnya dari bibir Zi.
"Ada orang," kata Coki pelan, pasalnya saat tadi keduanya datang belum ada orang.
Zi pun langsung mengangguk sambil mengukir senyum, tentu senyumannya segera di balas oleh Coki, dengan satu tangannya, meraih satu tangan Zi dan menggenggamnya, lalu mencium punggung tangannya.
Seperti layaknya anak muda pada umumnya saat pacaran, dan ini untuk pertama kalinya bagi Coki dan juga Zi, keduanya kini hanya saling padang dengan senyum yang tidak pernah pudar dari Coki maupun Zi, padahal keduanya ingin sekali saling berpelukan, tapi harus ditahan karena pengunjung danau tersebut semakin banyak.
__ADS_1
"Zi, kita pulang," ajak Coki yang sudah salah mengajak Zi ke danau tersebut, yang mulai tidak kondusif dengan banyaknya pengunjung, dan merusak kencan pertama keduanya.
"Baiklah," tentu saja Zi langsung mengiyakan ajakan Coki, saat ia mulai risih dengan situasi dan kondisi, mengingat lagi Zi tidak suka keramaian.
Coki beranjak dari duduknya, lalu mengulurkan sebelah tangannya kearah Zi, yang langsung di raih olehnya, dan keduanya pun terus begandengan tangan keluar dari danau tersebut.
"Aku akan mengantar kamu ke rumah," kata Coki sambil memakaikan helem di kepala Zi.
"Aku tidak mau pulang,"
"Kenapa?"
"Di rumah sepi tidak ada siapa-siapa, paling cuma ada beberapa pembantu, dan juga om Ziu yang selalu merusak telingaku, saat aku melewati kamarnya," jawab Zi, mengingat lagi selama seluruh anggota keluarganya pergi berlibur, om Zi selalu menginap di rumahnya, tapi saat Zi melewati kamarnya sering terdengar suara aneh dari dalam, dan tidak berselang lama, salah satu pembantu dan juga Om Ziu keluar dari dalam kamar bergantian.
"Tidak,"
"Terus?"
"Entahlah, aku sering mendengar suara desahhan dari dalam kamarnya, dan suara itu sama persis dengan vidio yang sering Ev tunjukkan padaku, dimana pria dan wanita..."
"Zi, jangan teruskan lagi, lebih baik kita pulang," ajak Coki, tahu apa yang akan Zi katakan.
*
__ADS_1
*
*
Akhirnya Coki memutuskan mengajak Zi menonton bioskop, untuk menghabiskan waktu berkencan pertama kalinya setelah keduanya resmi menjadi sepasang kekasih.
Dan Coki pun langsung mengajak Zi pulang setelah menonton bioskop dan makan malam bersama.
Namun, saat perjalanan ke rumah Zi, Coki memutar balik motor yang di kendarai menuju rumahnya, saat karyawan Cafe miliknya, menunggunya di rumah, untuk memberikan laporan keuangan kafe yang baru berjalan tidak lebih dari seminggu.
Dan Zi pun tidak masalah, harus ke rumah Coki, dan ia sangat bahagia melihat coki yang sedang membahas bisnis barunya bersama karyawannya saat sudah tiba di rumahnya, karena Coki termasuk pria yang pekerja keras, itu yang Zi lihat.
"Maaf, menunggu lama," kata Coki yang kini mendekati Zi, setelah karyawannya pulang dari rumahnya.
"Tidak masalah Cok, bagaimana kafe kamu itu,"
"Syukurlah, beberapa hari ini pendapatannya meningkat, oh ya Zi, yuk pulang," ajak Coki, ingin kembali mengatar Zi.
"Tidak mau, aku mau tidur disini,"
"Apa?!"
Bersambung.................
__ADS_1