
Beberapa hari kemudian, Zi pun sudah sibuk dengan pekerjaannya, tak peduli pada sang suami yang belum juga pulang, karena ia tahu, Ji sedang bersama dengan Bela sang kekasih.
Cemburu? Tentu saja Zi sama sekali tidak merasakan hal itu, yang ada ia kepikiran Coki, yang sampai saat ini belum juga bisa ia hubungi.
"Ke mana Coki ya, kenapa sampai saat ini ponselnya masih belum bisa dihubungi," ucap Zi setelah coba menghubungi ponsel Coki kembali. "Apa terjadi sesuatu pada dia ketika sedang jualan bakpia ya,"
Zi terus berpikir tentang Coki, dan kini mengukir senyum, kala mengingat perhatian Coki padanya, saat berada di luar negeri, meskipun tidak lama, tapi hal itu sungguh berkesan baginya.
Tanpa Zi sadari, jika di dalam ruang kerjanya tersebut sudah ada Ev.
"Senyum-senyum terus, mentang-mentang baru pulang dari bulan madu,"
Zi langsung memudarkan senyumannya, ketika menyadari keberadaan Ev, lalu menoleh padanya. "Mengagetkan saja, sejak kapan kamu datang Ev?"
"Sejak tadi, makanya jangan senyum-senyum sendiri, seperti orang gila saja,"
"Aku sedang membayangkan sesuatu," ujar Zi.
"Aku tahu, pasti kamu sedang membayangkan bulan madu kamu kemarin kan?"
"Kok kamu tahu, Ev?"
"Tentu lah, bagaimana enak kan?" tanya Ev penasaran ingin menanyakan tentang bulan madu Zi yang baru dilewatinya.
"Tentu saja enak, dan selalu ingin nambah,"
Mendengar jawaban dari Zi, membuat Ev yang sudah duduk di sebuah kursi tepat di depan meja kerja Zi, langsung menatap ke arahnya. "Bikin merem melek kan?"
"Iya,"
__ADS_1
"Berapa lama, sekali masuk?" tanya Ev penasaran, karena tidak biasanya Zi mau bicara ke arah peranuan.
"Satu jam lebih lah, sampai aku puas,"
Tentu saja mendengar jawaban Zi, Ev langsung melotot kearah saudaranya tersebut. Merasa tidak mungkin, melakukan hubungan suami istri, sekali main bisa satu jam lebih, karena biasanya ia dan juga sang suami, sekali melakukan hubungan suami istri paling hanya tiga puluh menit. "Tidak mungkin,"
"Apanya yang tidak mungkin, aku yang tahu, Ev,"
"Tapi satu jam lebih, hanya sekali main itu tidak mungkin Zi," ujar Ev, karena yang sedang ia tanyakan adalah hubungan suami istri di atas ranjang.
"Main? Main apa?" tanya Zi penasaran.
"Melakukan hubungan suami istri di atas ranjang, kita kan, sedang membicarakan hal itu,"
"Siapa bilang,"
"Iya, masuk ke kafe yang ada disana, karena makanannya enak-enak,"
"Oh walah, Jaka sambung bawa bunglon, tidak nyambung oon!" kesal Ev, karena tadi ia sudah antusias, mengira apa yang di katakan oleh Zi, adalah tentang peranuan, tapi nyatanya tentang kafe, karena Zi memang suka wisata kuliner ke tempat yang ia kunjungi.
"Ev, memangnya Jaka sambung bawa bunglon ya?"
"Anggap saja begitu," jawab Ev, tidak ingin meladeni ucapan dari saudaranya tersebut, yang akan membuatnya berpikir keras. "Sudahlah jangan di bahas lagi, aku ingin memberi tahu kamu,"
"Apa,"
"Besok aku dan suamiku, akan mengajak mama, pada dan juga adik kita untuk berlibur, apa kamu mau ikut?"
"Tidak, pekerjaan aku sangat banyak,"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku datang ke mari hanya ingin memberi tahu kamu, jika kamu tidak mau ikut tidak masalah, aku pergi dulu,"
"Oke hati-hati, semoga perjalanan kalian semua menyenangkan,"
Setelah Ev pergi, kini Zi sibuk kembali dengan pekerjaannya, tapi saat ingin fokus dalam pekerjaannya, Zi menyuruh Lia untuk masuk ke dalam ruanganya, setelah asistennya tersebut mengetuk pintu ruang kerjanya.
"Ada apa Lia?" tanya Zi pada asistennya tersebut, ketika sudah masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Maaf Bu, ada yang ingin bertemu dengan Ibu,"
"Siapa? Bukannya hari ini, aku tidak ada jadwal menemui pelanggan setia kan?"
"Benar Bu, tapi yang ingin menemui Ibu, orang yang baru aku lihat,"
"Pria atau wanita?"
"Pria,"
"Abaikan saja, bilang padanya aku sedang sibuk," pinta Zi.
"Baiklah, aku akan bilang pada pria itu, yang tadi bilang namanya Coki, jika Ibu sedang sibuk,"
Mendengar apa yang dikatakan oleh sang asisten yang menyebut nama Coki, membuat Zi langsung menatap pada Lia.
"Coki kamu bilang?"
"Iya Bu, pria itu..." Lia tidak jadi meneruskan ucapannya, karena atasannya tersebut langsung beranjak dari duduknya, dan segera keluar dari ruang kerjanya.
Bersambung............
__ADS_1