MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
62


__ADS_3

Semua orang langsung tepuk jidat, ketika Zi dengan rinci menceritakan bagaimana ia memaksa Coki untuk tidur bersama, bukan hanya itu saja, Zi juga menceritakan bagaimana rasanya melakukan hubungan badan, yang menciptakan kenikmatan yang luar biasa, hingga sulit untuk diucapkan dengan kata-kata, tak hanya itu saja, Zi juga mengatakan jika ia minta Coki untuk melakukannya lagi.


Membuat Coki begitu malu dengan apa yang diceritakan oleh kekasihnya tersebut, yang di dengar kedua calon mertuanya, dan juga Ev bersama dengan sang suami.


Tentu saja calon mertuanya, karena papa Zain dan juga mama Hazel langsung meminta Coki menikahi sang putri, setelah tahu tentang kebenaran tersebut, karena keduanya yakin, Coki adalah pria yang bertanggung jawab, tidak mungkin jika dia bukan pria yang bertanggung jawab, mau mengakui kesalahan dan juga mau bertanggung jawab, itu yang mama Hazel dan juga papa Zain pikirkan.


Sebelum perdebatan terjadi lagi, dan membuat semua yang ada di ruang tamu kembali menepuk jidatnya sendiri, pasalnya saat Coki sudah siap untuk menikahi kekasihnya, tapi Zi menolak untuk menikah.


"Kamu harus segera menikah dengan Coki, Zi!" perintah papa Zain lagi entah sudah berapa kali.


"Untuk apa menikah Pa, tidak ada gunanya tahu," sambung Zi tetep pada pendiriannya untuk tidak menikah. "Lagian, tanpa aku menikah, aku bisa melakukan uh ah uh ah sama Coki, iya kan?"


"Bagaimana jika kamu hamil?"


"Ya biarin saja, tanpa kita menikah aku dan juga Coki bisa mengurus anak kita bersama, iya kan Cok?"


"Zi, bukan begitu konsepnya," sahut Coki yang tidak mengerti dengan jalan pikiran sang kekasih, yang tetap dengan pendiriannya tidak mau menikah.


"Kamu jangan keras kepala Zi, pokoknya secepat mungkin kamu harus menikah, paham!"


"Pa, aku tidak mau,"


"Ya Tuhan, kamu anak siapa sih!" kesal papa Zain, karena sejak dulu sang putri benar-benar lain dari pada yang lain.


"Idih, masa papa Lupa aku kan, anak papa. Kok masih bertanya,"


"Ya Tuhan!" papa Zain memegangi keningnya sendiri merasa pusing dengan sang putri.

__ADS_1


"Biar aku yang bicara pada Zi, sayang," kata mama Hazel sambil mengelus pundak sang suami yang duduk disalah satu sofa ruang tamu.


Kemudian mama Hazel mendekati Zi yang duduk tidak jauh dari papa Zain.


"Zi,"


"Iya Ma,"


"Mama kasih tahu kamu ya,"


"Kasih tahu apa Ma?" tanya Zi penasaran.


"Kamu mau tidur lagi sama Coki kan? Dan merasakan rasa yang nikmat itu lagi?"


"Tentu mau Ma, sekarang pun aku mau," jawab Zi, lalu menoleh pada sang kekasih. "Cok, yuk!" ajaknya, membuat Coki langsung menepuk jidatnya sendiri.


"Ish, tidak perlu kali," sambung Zi.


"Perlu dong Zi, kalau kamu tidak menikah dulu, kamu tidak boleh melakukan hal itu lagi, yang ada kamu bisa masuk penjara, bila melakukan hal itu tanpa nikah,"


"Masa sih Ma?" tanya Zi penasaran.


"Iya, untuk apa mama bohong. Memangnya kamu mau masuk penjara?"


"Tentu saja tidak Ma,"


"Ya sudah berarti kamu harus menikah dengan Coki, oke!"

__ADS_1


"Oke, tapi besok ya," kata Zi.


"Kok besok, menikah itu bukan seperti membeli sesuatu, yang bisa kapan saja bisa, menikah itu harus banyak yang perlu disiapkan Zi, apa lagi kamu baru saja bercerai dengan Ji,"


"Ish, besok saja Ma, biar aku langsung bisa tidur lagi sama Coki,"


"Dasar!" seru Ev dan kembali menoyor kepala Zi. "Giliran polos, polosnya kebangetan, giliran messum, messumnya tidak bisa di tolong, dasar!"


*


*


*


Sementara itu, di tempat lain, papi Jona kedatangan tamu yang tidak terduga, dimana om Jack tiba-tiba datang menemuinya, pasalnya selama ini, om Jack pasti akan memberi tahu, jika ia akan menemui papi Jona, dan jika sudah seperti ini, papi Jona yakin, ada informasi yang sangat penting dari sahabatnya tersebut.


"Jon, ada informasi penting yang harus kamu tahu," kata om Jack, ketika keduanya sudah duduk bersama.


"Penting?"


"Iya, ini tentang mantan menantu kamu,"


"Zi, maksud kamu?"


"Iya,"


"Ada apa dengannya?"

__ADS_1


Bersambung.................


__ADS_2