
Tentu saja mendapat ciuman tiba-tiba tepat dibibirnya untuk pertama kali dari seorang pria, membuat Zi begitu terkejut.
Namun, ia tidak langsung menjauhkan bibirnya, atau pun menjauhkan wajah Coki agar melepas bibir yang menempel tepat di atas bibirnya.
Karena tiba-tiba detak jantungnya berdetak tidak seirama, dan baru kali ini Zi mengalami hal tersebut, tanpa ingin melepas bibirnya, padahal biasanya ia akan langsung mual dan juga muntah jika melihat pasangan yang sedang berciuman, atau mungkin hal tersebut tidak akan terjadi lagi padanya, jika sudah mengalami sendiri bagaimana rasanya berciuman.
Mendapati Zi tidak memberontak saat Coki menciumnya dengan tiba-tiba, Coki yang sebelumnya belum pernah berciuman, dan baru kali ini melakukan hal tersebut, ia yang hanya menempalkan bibirnya, dengan amatir menyesap bibir bawah Zi, dan kali ini kembali, tidak mendapat penolakan darinya.
Mambuat Coki terus menyesap bibir Zi sambil memejamkan matanya, setelah sekilas melihat Zi juga memejamkan matanya.
Tentu saja Zi memejamkan matanya, karena sampai saat ini ia belum ingin menjauhkan bibirnya, dan ingin lebih lanjut merasakan ciuman tersebut, yang kali ini bukan hanya membuat jantungnya berdetak tidak seirama, sama seperti Coki, tapi juga ada rasa aneh yang tiba-tiba muncul di dalam tubuhnya, hingga tanpa di sadari kedua tangannya memeluk punggung Coki.
__ADS_1
Setelah beberapa saat keduanya menikmati ciuman yang masih belum pro.
Kini kedua sama-sama melepas tautan bibirnya, ketika ada yang memanggil nama Coki dan juga Zi, sambil mengetuk pintu kaca depan mobil, tepat dimana Zi duduk.
Membuat keduanya langsung menatap kaca mobil depan, dimana ada Ev yang sedang menggelengkan kepalanya sambil menatap pada keduanya.
"Buka!" teriak Ev, yang kini beralih mengetuk pintu kaca jendela dimana Zi berada.
Membuat Zi pun langsung membukanya. "Ada apa Ev?" tanya Zi, berharap saudarinya tersebut tidak melihat apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan juga Coki.
Tentu saja membuat Zi bingung dengan apa yang dikatakan oleh Ev, tapi tidak dengan Coki yang sudah mengerti tentang hak tersebut.
__ADS_1
Membuatnya langsung melajukan mobilnya menuju rumah Zi yang sudah berada di depan.
"Cok," panggil Zi, setelah mobil yang dikendarai Coki sudah berhenti di garasi mobil rumahnya.
"Maafkan aku Zi, atas apa yang aku lakukan tadi," kata Coki sambil menatap pada Zi, lalu turun dari dalam mobil terlebih dahulu, kemudian berjalan menuju motor gede miliknya yang memang ia taruh di rumah Zi selama ia menjadi supirnya, dan Coki pun langsung meninggalkan rumah Zi dengan motor gedenya.
"Kenapa sudah pulang," ucap Ev yang baru akan masuk ke halaman rumahnya, dan melihat Coki pergi. "Ish, ganteng-ganteng, masih muda lagi, masa tidak tahan lama, mending suami aku tercinta dong," kata Ev yang langsung berjalan menghampiri Zi yang akan masuk ke dalam rumah. "Zi tunggu!"
Namun, Zi tidak menghiraukan panggilan dari saudarinya, dan terus melangkahkan kakinya sambil memegangi bibirnya yang baru pertama kali berciuman.
Tentu saja Ev langsung berlari menghampiri Zi. "Zi, cepat amat Coki keluar, memang sudah puas?" tanya Ev, mengira Zi dan juga Coki baru melakukan anu di dalam mobil. "Bagaimana rasanya, enak?"
__ADS_1
"Enak Ev,"
Bersambung........