
Zi yang sedang berada di lobi rumah sakit bersama dengan kedua orang tuanya, untuk menunggu om Ziu yang sedang mengambil mobil, setelah ia menemui Ji untuk mengambil keputusan dalam hidupnya.
Kini menatap pada Coki yang baru akan masuk ke rumah sakit, lalu memanggilnya. "Coki,"
Mendengar namanya di panggil, membuat Coki langsung menolah ke arah sumber suara, dimana gadis pujaannya yang memanggil namanya, membuatnya langsung berjalan mendekati dimana Zi berada.
"Zi," ucap Coki, lalu menyapa kedua orang tua Zi, yang berada di sampingnya. "Kamu baik-baik saja?"
"Iya, aku baik-baik saja,"
"Terus untuk apa kamu berada di rumah sakit?" tanya Coki penasaran.
"Ada urusan, kamu sendiri kenapa ada disini?" tanya Zi balik.
Namun, tidak mendapat jawaban dari Coki yang kini menatap ponsel miliknya, yang kebetulan berada di salah satu tangannya. Kemudian ia mengalihkan tatapannya pada Zi. "Aku pergi dulu Zi, Tante, Om,"
"Ada..." Zi tidak jadi meneruskan ucapannya, karena Coki keburu pergi meninggalkannya.
"Zi, siapa dia. Mama tidak pernah melihatnya?" tanya mama Hazel, yang baru kali ini melihat Coki.
"Coki teman aku Ma, oh ya Ma. Aku pergi dulu menyusul dia, sepertinya ada yang tidak beres dengannya," jawab Zi, yang langsung meninggalkan kedua orang tuanya untuk menyusul Coki.
__ADS_1
Setelah Zi pergi, mama Hazel kini menoleh pada sang suami yang berdiri tepat di sampingnya. "Sayang, apa kamu tahu siapa pria tadi?"
"Tidak sayang, baru kali ini aku melihatnya,"
"Atau jangan-jangan, pria tadi adalah pria yang disukai oleh putri kita?"
"Tidak mungkin sayang, aku pernah menanyakan langsung pada Zi sebelum menjodohkannya dengan Ji, dan dia bilang tidak memiliki kekasih,"
"Siapa tahu, putri kita menyukai pria tadi setelah menikah,"
"Tidak mungkin," sahut papa Zain, yang sangat tahu, jika sang putri tidak seperti gadis pada umumnya.
"Sudahlah jangan bahas hal seperti ini lagi, sayang," ucap papa Zain yang enggan untuk membahas hal tersebut. Karena ia masih merasa bersalah karena sudah memaksa sang putri untuk menikah dengan Ji.
Sementara itu, Zi yang tadi menyusul Coki, kini berdiri tidak jauh dari tempat dimana Coki berada, ketika melihatnya sedang berbincang dengan seorang dokter, dan setelahnya Coki langsung memukul tembok dimana ia berada,.
"Ada apa dengan Coki," kata Zi yang langsung melangkahkan kakinya mendekati Coki, yang kini sudah duduk di sebuah kursi tepat di depan sebuah ruangan, tak lupa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Zi menautkan keningnya ketika sudah mendekati Coki, yang masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, saat mendengar suara isak tangis yang keluar dari bibirnya.
"Cok, kamu menangis?" tanya Zi penasaran.
__ADS_1
Mendengar sebuah pertanyaan dari suara yang sangat Coki kenal, membuatnya langsung membuka wajahnya, lalu menatap pada Zi yang berdiri tepat di hadapannya.
"Ya Tuhan Cok, ada apa denganmu, kamu sakit?" tanya Zi yang kini duduk tepat di sampingnya. "Idih sudah besar, sakit masa nangis sih, cemen amat, malu sama anak TK,"
Mungkin, jika sedang tidak berduka, Coki akan tertawa mendengar apa yang Zi katakan, tapi tidak dengan hari ini, karena ia baru saja mengetahui sang mama yang sangat dicintai dan di perjuangan selama ini dari sakit kerasnya, sudah meninggal dunia.
Zi benar-benar bingung, karena Coki tidak merespon apa yang di katakannya, yang ada ia kini menutup kembali wajahnya dengan telapak tangannya, dan menangis lagi.
"Cok, kamu baik-baik saja?" tanya Zi, yang benar-benar bingung dengan Coki.
Namun, Coki tidak menjawab pertanyaan Zi, membuat Zi kini menepuk punggung Coki, tanpa mengatakan apa pun lagi, dan membiarkan Coki menangis. "Cok, malu ih, orang-orang melihat ke arah kita," ujar Zi setelah beberapa saat membiarkan Coki menangis.
Dan Coki kini membuka wajahnya, dan menatap pada Zi. "Aku kehilangan mama untuk selamanya Zi," ucap Coki di sela-sela isak tangisnya.
"Maksud kamu?"
"Mama meninggal dunia Zi,"
"Ya Tuhan," sambung Zi, lalu membawa Coki ke dalam pelukannya. "Yang sabar Cok, dan ikhlaskan, karena semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi," tutur Zi benar adanya.
Bersambung..............
__ADS_1