
Yang masih di bawah umur skip dulu ya.
Apa yang harusnya tidak terjadi, akhirnya terjadi sudah, antara kedua anak manusia yang sama-sama penasaran dengan hal baru yang belum pernah mereka coba, dan akhirnya keduanya terlena dalam hawa nafsu yang sudah menyelimuti tubuh keduanya.
Membuat Coki dan juga Zi kini sangat menikmati surga dunia di atas tempat tidur, hingga rasa dingin dari pendingin kamar tersebut, tidak terasa oleh keduanya, yang sudah bercucuran keringat, akibat aktifitas panas yang sedang keduanya lakukan, tanpa ada niat untuk mengakhiri aktifitas tersebut, yang baru pertama kali keduanya lakukan dan itu tanpa paksaan.
Meskipun awalnya Coki terus menolak ajakan dari Zi, karena ajakannya seharusnya tidak dilakukan oleh pasangan yang belum menikah.
Tapi akhirnya, ia tidak bisa menolaknya lagi, karena hawa nafsunya sudah mengendalikan tubuhnya, hingga terjadilah peperangan di atas ranjang yang masih terus berlangsung, dan ini sudah kedua kalinya.
Padahal, setelah pertempuran yang pertama, Zi mengeluh perih di dalam daerah intinya. Tapi tidak membuatnya kapok, karena rasa perih yang ia rasakan mengalahkan rasa nikmat yang baru pertama kali dirasakannya.
Membuat Zi meminta Coki untuk melakukannya lagi, meskipun awalnya Coki ragu mengiyakan keinginan Zi lagi, karena melihat bercak darah di atas seprei yang membungkus kasur dimana keduanya berada, dan Coki pastikan itu darah dari daerah inti Zi yang baru melakukan hubungan badan, dan takut menyakitinya jika melakukannya lagi.
Tapi akhirnya Coki mengiyakan lagi ajakan Zi, karena tidak ia pungkiri, ia pun ingin terus merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Em, Cok hentikan," pinta Zi pelan, ketika Coki masih terus bermain diatasnya.
__ADS_1
Membuat Coki langsung berhenti menghentakan pinggulnya, sambil menatap pada Zi. "Kanapa Zi?"
"Pelan-pelan saja, sepertinya aku ingin meledak lagi," jawab Zi yang hampir mencapai puncak kenikmatan.
Coki pun mengikuti keinginan Zi, tapi lama kelamaan ia tidak bisa menahan puncak kenikmatan yang sudah diujung kepala, membuatnya langsung menghentakkan pinggulnya dengan cepat.
"Emm Cok, a... aku bi... bilang pe... pelan... emmmmmm ahhh," ucap Zi sambil mendessah, saat ia mencapai puncak kenikmatan lagi.
Berbarengan dengan suara erangan dari bibir Coki, karena ia pun sudah mencapai puncak kenikmatan.
Coki menegakkan kepalanya untuk mengusap keringat yang memenuhi wajah Zi, dan setelahnya ia mencium keningnya. "Maafkan aku Zi,"
"Untuk apa minta maaf, ini sungguh sangat nikmat, dan aku..."
"Dan aku apa Zi?" tanya Coki penasaran, takut Zi meminta lagi seperti tadi, karena sekarang juniornya sudah tidak bisa diajak kerja sama lagi, setelah hampir satu jam lebih bermain.
"Aku ingin lagi, tapi tidak untuk sekarang. Sepertinya milikku kembali perih,"
__ADS_1
Jawaban Zi membuat Coki sedikit tenang, karena tidak memintanya untuk melakukan lagi, dan Coki pun segera beranjak dari tidurnya, untuk melihat daerah inti Zi, yang baru mengeluh perih, dan membuatnya sedikit kuatir.
"Aku mau lihat,"
Tanpa ragu-ragu, Zi pun langsung membuka kedua pahanya.
Membuat Coki segera memeriksa milik Zi yang bengkak, tidak seperti sebelum keduanya melakukan hubungan terlarang.
"Sedikit bengkak Zi, aku cari obatnya apa," kata Coki yang langsung mengambil ponselnya untuk mencari tahu, obat apa yang bisa untuk mengobati bengkak di daerah inti wanita.
Setelah tahu nama obatnya apa, Coki menatap pada Zi. "Besok aku akan membelikan obat untukmu, sekarang kamu tidurlah," ucap Coki tidak mungkin ia membeli obat sekarang juga, selain sudah pukul setengah tiga pagi, tubuhnya juga sangat lelah.
"Baiklah, selamat malam Cok,"
"Malam," sambung Coki yang sudah kembali merebahkan tubuhnya, lalu mencium kembali kening Zi. "Zi, kapan kedua orang tua kamu pulang? Aku ingin menemui mereka dan meminta ijin untuk menikahi kamu?" tanya Coki dan sudah siap menjadikan Zi istrinya, apa lagi ia sudah melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. "Zi," panggil Coki karena tidak mendapat jawab darinya, tapi setelahnya Coki mengukir senyum, mendapati Zi sudah tertidur.
Bersambung.........
__ADS_1