
Akhirnya Coki mengiyakan keinginan Zi yang ingin bermalam di rumahnya.
Meskipun ia sedikit was-was, bukan karena lingkungan tempat tinggalnya yang begitu disiplin.
Tapi lebih ke diri sendiri, takut tidak bisa menahan diri satu atap bersama dengan Zi, gadis yang sangat ia cintai, apa lagi keduanya sudah menjadi pasang kekasih, meskipun Coki kini sudah masuk ke dalam kamarnya, setelah mengantar Zi ke kamar lain untuk beristirahat, karena jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
Dan Coki yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur, langsung mengukir senyum kebahagiaan, karena akhirnya ia bisa menjadi kekasih Zi, hal yang selalu ia impikan, dan sekarang menjadi kenyataan.
"Aku berjanji padamu, Zi. Jika aku akan selalu membuatmu bahagia," kata Coki yang langsung beranjak dari tidurnya, ketika mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.
Coki pun segera turun dari tempat tidurnya, dan berjalan menuju pintu, saat ia yakin, jika yang mengetuk pintu kamarnya adalah Zi sang kekasih.
Senyum terukir dari kedua sudut bibir Coki, ketika sudah membuka pintu, dan melihat Zi berada tepat di depan pintu. "Zi, ada apa?" tanya Coki penasaran, padahal kekasihnya tersebut tadi bilang sudah mengantuk dan ingin tidur.
"Tidak bisa tidur," jawab Zi, benar adanya, karena kantuk yang tadi menyerang, tiba-tiba hilang entah ke mana, ketika mengingat hari ini hatinya begitu bahagia.
"Tadi bilangnya ingin tidur,"
"Tidak jadi, oh ya Cok. Bagaimana jika kini nonton, sepertinya ada serial baru di aplikasi," ajak Zi, baru mengingat, jika aplikasi untuk menonton serial dan film yang sering ia lihat, malam ini menayangkan serial baru.
"Baiklah, tapi televisi yang ada di ruang tengah sedang rusak, hanya ada di kamarku,"
__ADS_1
"Tidak masalah," kata Zi yang langsung masuk ke dalam kamar Coki.
Tentu saja Coki mengikuti dari belakang, dan segera menyalakan televisi mengikuti arahan dari Zi.
Setelahnya ia menoleh pada Zi yang sudah duduk diatas kasur miliknya, dengan kepala disandarkan di sandaran tempat tidur.
"Aku ambil cemilan dan minun dulu,"
Zi yang sedang fokus pada layar televisi, hanya menganggukkan kepalanya untuk menimpali ucapan dari Coki.
Dan tak berselang lama, Coki kembali dengan membawa beberapa cemilan dan juga soda, lalu meletakannya di atas meja nakas tepat disisi tempat tidurnya, sebelum ia naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Zi.
Coki tidak fokus pada layar televisi, yang ada ia fokus pada sang kekasih.
"I love you,"
"Iya, aku tahu. Kamu sudah mengatakan itu berkali-kali hari ini," sahut Zi, dan kembali menatap layar televisi di ujung tempat tidur, tapi setelahnya ia menutup wajahnya, ketika melihat adegan sepasang kekasih sedang bercumbu.
Coki pun langsung tersenyum setelah melihat layar televisi, dan kini menatap kembali pada sang kekasih, lalu membuka kedua tangan Zi yang digunakan untuk menutup wajahnya. "Kenapa?"
"Tidak," jawab Zi dan kembali menatap pada layar televisi. "Aku tahu memang enak," kata Zi yang tak lagi menutup wajahnya melihat adegan pasangan sedang bercumbu.
__ADS_1
"Kamu mau?"
Mendengar pertanyaan dari Coki, Zi langsung mengalihkan pandangannya, lalu menatap pada Coki.
"Iya," jawab Zi yang langsung mencium bibir Coki, entah mengapa rasanya ingin berciuman lagi, dan merasakan rasa aneh tapi bikin nagih saat berciuman dengan Coki.
Coki pun tidak menyia nyiakan kesempatan tersebut, dan balas mencium bibir Zi.
Meskipun kedua belum pro dalam berciuman, tapi satu sama lain sama-sama menikmati ciuman tersebut, hingga membuat hasrat di dalam tubuh keduanya seketika muncul.
Dan tanpa keduanya sadari, kini Coki sudah mengungkung tubuh Zi di bawahnya.
Coki pun langsung melepas tautan bibirnya untuk mengatur nafas, karena lamanya berciuman, sambil menatap Zi yang sedang tersenyum kearahnya, dengan nafas tersenggal.
"Maaf, Zi," kata Coki dan ingin berpindah posisi karena juniornya mulai bangun, tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tapi kedua tangannya langsung di tahan oleh Zi.
"Aku ingin merasakan seperti itu," tunjuk Zi pada serial yang sedang ditontonnya, dimana serial tersebut banyak sekali memperlihatkan adegan dewasa, seperti yang sekarang Zi lihat dan tunjuk, jika pasangan tersebut sedang melakukan aktifitas panas di atas ranjang.
"Zi, aku tidak bisa," tolak Coki yang tidak ingin merusak gadis yang sangat ia cintai, meskipun juniornya sudah bangun dari tadi.
"Aku mohon, Cok,"
__ADS_1
Bersambung..........