MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
50


__ADS_3

"Bela hanya pacar kamu Ji, sungguh di luar perkiraan BMKG, mau bunuh diri karena pacar. Sebenarnya otak kamu ada dimana sih?" tanya Zi yang sudah mendekati Ji.


Namun, tidak mendapat tanggapan dari Ji, yang kini memalingkan wajahnya.


"Dasar tidak tahu diri, demi pacar rela menyakiti diri sendiri. Apa kamu tidak ingat saat mami sakit, sedikit pun kamu tidak peduli, padahal jelas-jelas mami adalah wanita yang sudah melahirkan kamu ke dunia ini. Sedangkan Bela, siapa dia? Hanya pacar kamu, yang bisa kapan saja meninggalkan kamu, seperti sekarang ini. Berbeda dengan mami yang sudah melahirkan kamu, tidak mungkin meninggalkan kamu, dari sini paham kan, jika kamu itu bodoh, hanya demi pacar sudah melukai dirimu sendiri, dasar!" kata Zi panjang lebar, untuk menasihati Ji. "Jangan bilang karena cinta. Itu sama sekali tidak masuk akal, karena satu satunya yang pantas kamu cintai ya hanya kedua orang tua kamu, mami dan juga papi. Dan selain mereka, cintailah sewajarnya,"


"Berisik!" sahut Ji kesal, dan tidak biasanya Zi bicara panjang lebar.


"Aku berisik seperti ini, karena aku masih peduli padamu yang tidak tahu diri!"


"Zi!"


"Apa lagi Ji," sahut Zi, padahal suara Ji sudah meninggi, mendengar ucapan darinya.

__ADS_1


"Pergilah!" perintah Ji.


"Oke," sambung Zi yang langsung meninggalkan Ji menuju mami Jane dan juga papi Jona dimana mereka berdua sedang duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, kemudian ia duduk di samping mami Jane yang langsung memeluknya, dan menangis di dalam pelukannya. "Ish, Mi. Ji tidak pantas ditangisi," kata Zi, dan tetap memanggil mami Jane dengan panggilan Mami sesuai dengan keinginannya.


Kemudian dengan perlahan Zi melepas pelukan mami Jane, lalu menghapus air mata yang masih membasahi kedua pipinya. "Jangan bersedih ya Mi, anak mami itu memang tidak punya otak, untuk apa menyakiti dirinya sendiri, hanya demi yang namanya pacar. Tapi maaf nih sebelumnya, mami dan juga papi salah dalam hal ini,"


Mami Jane dan juga papi Jona langsung menatap pada Zi setelah mendengar apa yang dikatakannya.


"Harusnya Mami dan juga Papi, jangan melarang Ji pacaran dengan Bela, jadinya seperti ini kan, biarkan anak menentukan pilihannya, bukan mengikuti keinginan orang tuanya, toh nanti anak punya kehidupan masing-masing," untuk kali ini apa yang dikatakan oleh Zi benar adanya.


"Model, terus bintang film uh ah uh ah, yang bikin aku mual itu," sambung Zi memotong perkataan dari mami Jane, karena ia pernah melihat vidio Bela dari Ev sang saudari, yang membuatnya muntah-muntah.


Itulah yang membuat mami Jane dan juga Papi Jona tidak merestui hubungan Ji dan juga Bela, bukan hanya karena Bela seorang model, tapi juga mantan pemeran bintang purnomo.

__ADS_1


"Ya ampun Mi, itu hanya masa lalu, aku tahu Bela itu sangat baik kok," kata Zi, karena memang sudah lama ia mengenal Bela yang menjadi pelanggan setia di butik miliknya. "Apa Mami dan juga Papi lupa, jika manusia itu akan berubah seiring berjalannya waktu. Begitupun dengan Bela,"


Mami Jane dan juga papi Jona hanya diam tidak menimpali ucapan dari Zi, karena benar apa yang dikatakannya.


Dan keduanya begitu terkejut dengan kedewasaan Zi, yang tidak pernah mereka dapati sebelumnya.


"Sekarang apa yang akan Mami dan juga Papi lakukan, untuk ke depannya?"


"Membantu Ji menemukan Bela, dan membiarkan mereka bersama, tidak mau lagi papi dan mami menghalangi cinta mereka," jawab papi Jona dengan keputusannya.


"Bagus, eh tapi bentar Pi. Emang rasanya cinta itu seperti apa?"


Mami Jane dan juga papi Jona langsung saling pandang setelah mendengar apa yang ditanyakan oleh Zi, kemudian keduanya berbarengan menghebuskan nafasnya kasar, karena keduanya berpikir Zi tahu apa cinta setelah ucapan ucapannya yang dikatakannya tadi, tapi kedua baru sadar, Zi tetaplah Zi.

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2