MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
60


__ADS_3

Akhirnya Ji mengalah dan membiarkan Coki yang mengantar Zi pulang, setelah tahu, sekarang Coki adalah kekasih Ji.


Padahal hari ini ia ingin menemui Ji, untuk menanyakan, dia sudah menemukan keberadaan Bela atau belum, pasalnya ia dan juga kedua orang tuanya masih belum menemukan titik terang dimana Bela sang kekasih.


Sekarang Ji pun mengikuti motor Coki dari belakang, menuju rumah Zi. Karena ia masih tidak percaya pada omongan Coki tadi, jika dia sudah tidak lagi bekerja sama dengan Lucas, dan memintanya untuk tidak kuatir, karena Coki sudah berjanji akan melindungi Zi.


Tapi tetap saja Ji tidak percaya pada omongan Coki, dan ia yang sudah dari kecil bersama dengan Zi dan juga sudah menganggapnya sebagai saudarinya, terus mengawasi pergerakan Coki.


Ji menghentikan mobil yang dikendarai, ketika motor yang Coki kendarai berhenti di sebuah apotek.


"Untuk apa mereka berhenti disana?" tanya Ji bingung, dan langsung menautkan keningnya kala melihat Zi turun dari atas motor sambil menahan sakit, dan melangkahkan kakinya tidak seperti tadi saat keluar dari rumah Cokil, karena memang tadi Zi menahan sakit, takut ketahuan oleh Ji, dan Ji pun langsung menebak apa yang terjadi, apa lagi semalam Zi menginap di rumah Coki, dengan status sebagai sepasang kekasih. "Kurang ajar sekali kau, Cok!"


Ji pun langsung turun dari dalam mobil untuk menghampiri Coki dan juga Zi.


Sementara itu, Coki yang tahu sang kekasih sedang menahan sakit di daerah intinya karena aktifitas semalam, membuatnya langsung menggenggam tangannya.


"Setelah kamu oles obat ini, pasti nanti lebih baik," kata Coki setelah membeli obat untuk mengobati bengkak di daerah inti Zi.


"Tapi kenapa tambah perih ya Cok, padahal semalem tidak seperti ini,"


"Mungkin karena kamu naik motor, bagaimana jika melanjutkan perjalanan menggunakan taksi online?"


"Baiklah,"

__ADS_1


Bugh!


Baru juga Coki ingin memesan taksi online, sudah terlebih dahulu mendapat pukulan di punggungnya dengan kencang dari Ji.


"Ji! Apa yang kamu lakukan!" teriak Zi mendapati sang kekasih kini jatuh karena pukulan Ji.


"Diam Zi, aku akan memberi pelajaran pada bajingan ini,"


"Ji!" teriak Zi sambil menghalangi Ji yang akan memukul Coki kembali. "Apa-apan sih kamu!"


"Zi, jangan halangi aku menghajar pria brengsek seperti dia, aku tahu apa yang sudah Coki lalukan semalam padamu,"


Zi menautkan keningnya mendengar apa yang Ji katakan. "Kamu tahu, jika semalam aku dan Coki tidur bersama?"


Pertanyaan Zi membuat Ji yakin tentang pikirannya.


"Tidak, aku yang memaksa," jawab Zi benar adanya. "Apa ada yang salah? Tidak kan? Kita tidur bersama karena kita yang menginginkannya,"


"Tidak mungkin," tentu saja Ji tidak percaya, karena ia tahu persis seperti apa Zi.


Kemudian Ji menarik leher baju milik Coki yang sudah berdiri. "Kurang ajar!" Ji ingin memukul wajah Coki, tapi tangannya langsung di tahan olehnya.


"Aku akan bertanggung jawab, kamu tenang saja. Aku tahu apa yang harus aku lakukan, tidak seperti kamu yang tidak bertanggung jawab dengan anak orang yang sudah bertahun tahun kamu tiduri,"

__ADS_1


Ji melepas tangannya yang masih menarik leher baju Coki, setelah mendengar apa yang dikatakan Coki dan itu benar adanya, lalu menatapnya dengan tajam. "Awas, jika kamu hanya mempermainkan Zi! Dan aku pegang omongan kamu, jika kamu sudah tidak lagi bekerja dengan Lucas!" kata Ji yang langsung pergi menuju dimana mobilnya berada.


"Cok, kamu tidak apa-apa?" tanya Zi setelah kepergian Ji.


"Aku baik-baik saja,"


*


*


*


Akhirnya Coki mengantar Zi pulang menggunakan taksi online, dan saat tiba di rumah Zi, ternyata anggota keluarganya sudah pulang dari luar negeri.


Membuat Coki ingin segera menemui papa Zain untuk meminta restu menikahi Zi.


"Kamu tunggu disini ya, Cok. Aku panggil papa," kata Zi lalu mempersilakan Coki untuk menunggu di ruang tamu.


Zi yang ingin menuju kamar kedua orang tuanya, untuk memanggil sang papa, karena Coki ingin menemuinya, entah apa yang akan di bicarakannya, karena Coki tidak memberi tahunya, Zi berpapasan dengan Ev.


Dimana Ev memicingkan matanya melihat jalan Zi. "Zi, kata mbak semalam kamu tidak pulang, pergi ke mana kamu, dan ya, kenapa jalan kamu seperti ini?" tanya Ev penasaran.


"Sakit tapi enak,"

__ADS_1


"Maksud kamu?"


Bersambung.............


__ADS_2