
Setelah keluar dari butik Zi sang saudari, Ev tidak jadi masuk ke dalam mobil, karena kedua matanya jelas-jelas melihat mobil yang selalu Ji kendarai melintas melewati jalanan yang akan ia lalu.
Tentu saja Ev merasa aneh, karena ia tahu, Ji masih berada di luar negeri.
"Aku tidak salah, itu memang benar-benar mobil Ji, dan tidak mungkin ada yang mengendarai mobilnya," ucap Ev, karena ia tahu, tidak ada satu pun orang selain Ji yang boleh mengendarai mobilnya.
Ev yang penasaran, segera masuk ke dalam mobilnya untuk mengikuti mobil yang ia yakin adalah mobil ji, untuk membuktikan jika dirinya tidak salah.
Setelah membuntuti mobil yang ia yakin adalah mobil Ji, Ev kini menghentikan mobilnya tepat di sebuah halaman parkir yang ada di sebuah restoran ternama.
Dan benar saja, dugaannya tidak salah, karena mobil yang ia yakini adalah mobil Ji, memang benar milik suami dari Zi sang saudari.
Dimana Ji baru saja keluar dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil Ev kini berada.
"Kenapa Zi bilang Ji masih di luar negeri ya," ucap Ev bingung, ketika dengan jelas ia melihat Ji turun dari mobil.
Namun, setelahnya ia menautkan keningnya, saat Ji membuka pintu penumpang tepat di sisi pintu kemudi, muncullah Bela, yang Ev tahu adalah mantan kekasih dari Ji.
__ADS_1
Dan lebih terkejut lagi, ketika Ev melihat sendiri, Ji memeluk pinggang Bela dengan mesra dan masuk ke dalam restoran tersebut.
"Apa aku tidak salah lihat, kenapa Ji dan juga Bela masih terlihat romantis, dan tidak seperti pasangan kekasih yang sudah putus. Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui," ucap Ev, merasa ada yang tidak beres.
Kemudian ia turun dari dalam mobil, untuk mengikuti Ji dan juga Bela, karena ia merasa ada sesuatu yang tidak ia tahu.
"Kurang ajar!" seru Ev, ketika sudah duduk tidak jauh dari tempat dimana Ji dan juga Bela, dimana keduanya tidak menyadari keberadaannya, dan Ev melihat dengan jelas keromantisan keduanya, dan beberapa kali melihat Ji mencium Bela. "Ini tidak bisa dibiarkan!" seru Ev yang langsung beranjak dari duduknya. Entah mengapa ia merasa kesal dengan Ji, apa lagi melihat yang baru saja dilakukannya, dan itu sama saja mengkhianati Zi sang saudari, membuat Ev benar-benar tidak terima jika saudarinya mendapat pengkhianatan dari suaminya.
Brak!
Ev yang sudah mendekati Ji dan juga Bela, menggebrak meja dimana keduanya berada, hingga membuat beberapa pengunjung restoran tersebut terkejut.
Plak!
Ev menampar sebelah pipi Ji dengan begitu keras. "Kurang ajar kau, Ji! Tega teganya kamu mengkhianati Zi, apa salah dia, hah!?" seru Ev yang sudah di sulut emosi. "Jangan mengelak, dari tingkah kalian berdua, aku tahu, kalian masih menjalin hubungan," ujar Ev, yang kini mengalihkan tatapannya pada Bela, dan satu tangannya ingin menampar pipinya, tapi belum juga melayangkan tamparannya, tangan Ev sudah di tahan oleh Ji.
"Jangan sentuh dia Ev,"
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Ji, membuat Ev kini menolah padanya, sambil menyunggingkan senyum sinis.
"Oh jadi benar kalian berdua masih menjalin hubungan? Katakan padaku Ji!"
"Benar,"
Plak! Plak!
Dua kali tamparan kembali mendarat di kedua pipi Ji, yang di lakukan oleh Ev. "Kurang ajar! Suami macam apa kamu, hah?!"
"Mungkin, aku suami yang paling hina di dunia ini, tapi Zi sudah mengetahui semua ini,"
"Tidak mungkin!" sahut Ev yang kini menatap pada Bela. "Dasar wanita tidak tahu diri, pasti kamu gatal dengan suami orang, DASAR PELAKOR!" seru Ev dengan kencang dan berhasil membuat mata semua orang yang sedang mengunjungi restoran tersebut, langsung tertuju kearahnya.
Plak!
Satu tamparan mendarat di sebelah pipi Bela, dan Ev lakukan dengan sangat kencang.
__ADS_1
"Ev!" teriak Ji yang tidak terima sang kekasih di tampar oleh Ev. Dan ingin menghampiri dimana Bela berada, tapi lebih dulu Ev mendorong tubuh Bela hingga jatuh tersungkur ke atas lantai. "Sayang,"
Bersambung...............