MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
43


__ADS_3

Dengan setia Zi berada di samping Coki, untuk menemaninya hingga proses pemakaman sang mama selesai.


Untuk kali ini, Zi benar-benar menjadi seorang wanita dewasa dengan tutur kata yang bisa membuat hati Coki menjadi tenang setelah kepergian sang mama yang sangat di sayanginya, hingga ia pernah rela memilih jalan pintas untuk mencari uang demi kesembuhan sang mama, yang kini telah meninggalkan dunia untuk selamanya.


Papa Zain dan juga mama Hazel yang ikut dalam proses pemakaman, benar-benar terharu melihat sang putri yang berbeda seratus delapan puluh derajat, dari ucapan dan tindakannya, untuk membuat Coki tidak bersedih lagi.


Hingga Papa Zain, yang baru masuk ke dalam mobil setelah acara pemakaman selesai, tiba-tiba menitikan air mata.


Membuat mama Hazel yang sudah duduk tepat di sampingnya, langsung menautkan kening melihat sang suami, yang tidak pernah sama sekali menangis, kini menitikan air mata.


"Sayang, sudahlah. Aku tahu kamu menangis untuk siapa? Untuk wanita yang sudah melarikan Zi kan?" tanya mama Hazel dengan pikirannya, karena sebelum ia menikah dengan papa Zain, suaminya tersebut sudah pernah menikah dengan wanita yang kini sudah meninggal dunia. "Mengingat boleh, tapi jangan kamu menangisi seperti ini, kamu tidak menghargai aku sebagai istri, kalau begini,"


Mendengar apa yang dikatakan oleh sang istri, membuat papa Zain kini mengusap air matanya, lalu menoleh pada sang istri, dan mencubit hidupnya dengan gemas. "Apa yang kamu pikirkan, sayang. Itu namanya menuduh tanpa bukti tahu,"


"Sudah jelas kamu menangis, apa masih kurang buktinya, hah?!"


"Aku menangis terharu, melihat Zi yang tiba-tiba menjadi dewasa, sayang. Bukan menangis seperti apa yang baru saja kamu tuduhan," jelas papi Zain benar adanya.


"Eleh, pasti kamu bohong," kata mama Hazel, meskipun ia melihat sendiri perubahan dari Zi.


"Ya ampun sayang, untuk apa aku bohong. Dan ya, sejak kapan keras kepalamu kembali lagi?"


"Sejak belum di kasih jatah kali Bos," sambung om Ziu yang duduk di bangku pengemudi. "Bos kan hampir seminggu kemarin ke luar kota,"


"Bisa jadi," sambung papa Zain yang kini menatap pada sang istri sambil mengukir senyum. "Apa yang semalam kurang, hingga membuat kamu seperti ini, sayang?"

__ADS_1


"Tidak!"


"Tidak salah kan?" tanya papa Zain lalu membawa sang istri ke dalam pelukannya, tanpa mendapat penolakan dari sang istri. "Ziu, cepat lajukan mobilnya, dan segera ke rumah!"


"Siap Bos, mau melakukan di dalam mobil juga tidak masalah,"


"Yang ada kamu ngintip!"


Ziu hanya tertawa mendengar perkataan dari papa Zain, lalu melajukan mobil.


*


*


*


Karena memang Coki baru tinggal di rumah tersebut, dan belum mengenal dekat tetangga sekitar, tidak ada satu pun warga sekitar yang masih berada di rumahnya, dan hanya ada Coki dan juga Zi yang baru pulang dari pemakaman.


Bagaimana dengan sanak saudara Coki? Tentu saja tidak hadir, satu satunya saudara Coki adalah Lucas, dan Coki tidak memberi tahu tentang kematian sang mama.


Zi yang sudah duduk di sofa yang sama dengan Coki, kini menepuk nepuk punggungnya. "Sabar ya Cok," entah sudah berapa puluh kali, Zi mengatakan kata tersebut.


Membuat Coki kini menoleh padanya, sambil mengukir senyum. "Terima kasih Zi, kamu selalu berada di dekatku, saat aku sedang terpuruk seperti ini,"


"Sama-sama Cok, dan ya, jangan menangis lagi, oke!"

__ADS_1


Coki langsung menganggukkan kepalanya. "Zi," panggilnya.


"Iya,"


"Tidak jadi, maaf,"


"Ish, ada apa, aku jadi kepo nih,"


"Tidak ada apa-apa, lebih baik kamu pulang, hari sudah mulai petang,"


"Tidak, aku akan menemani kamu, boleh kan?"


Coki kembali menganggukkan kepalanya, dan langsung terkejut mendapati tiba-tiba Zi memeluknya, lalu menangis dipelukannya.


"Zi ada apa?"


"Kamu masih berstatus seorang istri, tapi sudah memeluk pria lain, istri macan apa kau!"


Belum juga Zi menjawab pertanyaan dari Coki, tiba-tiba sudah ada seseorang yang masuk ke rumah Coki.


Bersambung................


Guys! Ingin tahu visual mereka?


Silakan melipir ke ig aku ya, karena aku taruh visual mereka disana.

__ADS_1


__ADS_2