
Setelah keluar dari butik miliknya, Zi pergi menggunakan taksi online, karena sampai saat ini ia belum menemukan supir pribadi sesuai keinginannya, setelah ia menolak Coki untuk mengantar jemput, setelah Coki memutuskan berhenti menjadi supir pribadinya, dan selama seminggu ini, ia pulang pergi ke butik selalu di antar oleh om Ziu asisten dari sang papa yang sedang berlibur ke luar negeri bersama dengan sang mama dan juga anggota keluarga yang lain.
Dan Zi tidak ikut, karena pekerjaannya sedang menumpuk, apalagi seminggu ini pekerjaannya terbengkalai karena memikirkan Coki.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dengan menggunakan taksi online, kini Zi tiba di rumah Coki, setelah ia memutuskan untuk menemuinya.
Tapi sayangnya ia tidak mendapati Coki ada di rumahnya, membuatnya langsung pergi ke kafe milik Coki yang baru beberapa hari buka, untung saja Zi tahu dimana tempatnya.
Dan setelah tiba di kafe milik Coki yang tidak terlalu besar, tapi penuh pengunjung yang didominasi pengunjung remaja, karena letak kafe Coki tidak jauh dari kampus ternama, dan juga daerah perkantoran.
Kini Zi menghentikan langkahnya ketika sudah masuk ke dalam kafe tersebut, setelah melihat Coki sedang melayani pengunjung kafenya.
Entah mengapa perasaan Zi begitu bahagia bisa melihat Coki lagi setelah kejadian seminggu lalu.
Senyum terukir dari kedua sudut bibirnya, ketika Coki melihat keberadaannya, dan kini berjalan mendekati dimana Zi berada.
"Zi, kamu..."
__ADS_1
Coki tidak jadi meneruskan ucapannya, karena tiba-tiba Zi mendekat dan memeluk tubuhnya, tanpa peduli pada banyaknya pengunjung di dalam kafe tersebut. "Aku merindukanmu Cok, kamu jahat," kata Zi sambil memeluk tubuh Coki dengan sangat erat.
Mendengar ucapan dari Zi, Coki langsung mengukir senyum, dan balik memeluk tubuh Zi, tidak ia pungkiri, Coki juga sangat merindukan Zi, yang selama seminggu ini menghindarinya, dan saat ia pergi ke butik untuk menemuinya, tapi asisten dari Zi melarangnnya untuk masuk. "Aku juga merindukan kamu, Zi," balas Coki.
Yang hanya di dengar oleh Zi yang terus memeluk tubuh Coki seakan tidak ingin melepaskannya, dan baru kali ini ia memeluk pria dengan perasaan beberapa, karena beberapa kali memeluk Ji mantan suaminya, Zi tidak merasa apa yang sedang ia rasakan saat ini.
"Malu banyak orang," bisik Coki tepat di telinga Zi.
Membuatnya langsung melepas pelukannya, begitu pun dengan Coki. Yang kini meraih satu tangan Zi, dan membawanya keluar dari dalam kafenya, menuju motor gede miliknya.
"Kita cari tempat yang enak buat bicara," ajak Coki sambil memakaikan helem di kepala Zi, yang hanya mendapat anggukkan darinya.
Zi pun langsung naik keatas motor seperti biasa mengikuti perintah Coki, karena ia sudah sering naik motor gede bersama dengan Coki.
Coki membawa Zi pergi ke sebuah danau yang asri dan juga tenang dengan pemandangan taman bunga yang mengelilingi danau tersebut, tempat yang sering Coki datangi setelah kepergian sang mama untuk menenangkan pikirannya, meskipun danau tersebut terdapat di pinggir kota.
Dan Zi pun juga bukan kali ini ke danau tersebut, karenanya Coki pernah mengajaknya ke danau terus sebelumnya.
__ADS_1
Zi dan juga Coki duduk bersebelahan di sebuah kursi yang ada di taman tersebut, yang menghadap ke danau yang tenang. "Zi," panggil Coki sambil menoleh padanya. "Apa yang kamu katakan tadi benar? Jika kamu merindukan aku?" tanya Coki lagi, tidak ingin kena prank untuk kedua kalinya.
Zi pun menjawab dengan anggukkan kepala, membuat Coki begitu bahagia karena kali ini ia tidak kena prank oleh gadis yang ia cintai. "Cok," panggil Zi balik sambil menatap Coki, dan kini kedua matanya bertemu dengan mata Coki. "Aku ingin bertanya padamu,"
"Silakan Zi,"
"Apa yang kamu katakan seminggu lalu, jika kamu mencintai aku, benar?"
Bukannya menjawab pertanyaan dari Zi, yang ada Coki meraih kedua tangannya dan menggenggamnya. "Benar Zi, aku sangat mencintaimu, apa kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Coki, berharap Zi membalas cintanya, dan ia yakin, pasti perasaannya tersebut di balas oleh Zi, ketika melihat sikap Zi barusan padanya.
Anggukkan kepala dari Zi untuk menjawab pertanyaan Coki, membuatnya sungguh bahagia, yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, dan akhirnya Coki membawa Zi ke dalam pelukannya.
Tapi pelukannya langsung di lepas paksa oleh Zi, tentu saja membuat Coki bingung. "Zi, ada apa?"
Bersambung............
Reader said : Ingat Cok, jangan percaya pada Zi, sudah pernah kena prank kan?
__ADS_1
Author : Wkwkwkwk