MENIKAH DENGAN GADIS POLOS

MENIKAH DENGAN GADIS POLOS
38


__ADS_3

Tamparan, pukulan yang papi Jona layangkan untuk sang putra, membuat Ji jatuh tersungkur ke lantai.


Zi yang melihat sang suami tidak berdaya langsung menahan tangan papi Jona yang ingin menendang sang putra.


"Pi, sudah hentikan, jangan sakit Ji lagi," kata Zi, yang langsung menghampiri Ji, yang sedang memegangi perutnya dengan hidung dan juga bibir, mengeluarkan darah, akibat pukulan dari papi Jona yang membabi buta.


Setelah papi Jona tahu, sang putra mempermainkan pernikahannya, dan masih menjalin hubungan dengan Bela, yang jelas-jelas tidak di sukai oleh papi Jona dan juga mami Jane, karena selain menjadi model, Bela sempat membintangi sebuah film dewasa.


"Ji, kamu tidak apa-apa?" tanya Zi.


Namun, tidak mendapat jawaban dari Ji, yang kini bangkit dari tempatnya, lalu menatap pada sang papi yang masih di selimuti oleh emosi.


Bukan hanya papi Jona yang emosi, mami Jane dan juga papa Zain pun juga emosi.


Tapi tidak dengan mama Hazel yang coba untuk menenangkan sang suami, yang sejak tadi menyalahkan Zi sang putri, karena sudah berani mempermainkan perikahan yang sakral.


"Jika papi belum puas, silakan pukul aku lagi, sesuka hati," tantang Ji.


"Kurang ajar!"


"Pi, hentikan," Mami Jane menahan tangan sang suami yang ingin melayangkan pukulan pada sang putra.


"Aku sudah menolak untuk menikah dengan Zi, tapi Papi dan juga Mami terus memaksa, kalian pikir dengan paksaan akan membuat aku mencintai gadis bodoh seperti Zi, tidak! Karena cinta yang aku miliki hanya untuk Bela,"


Plak!

__ADS_1


Tamparan kembali mendarat di pipi Ji, tapi kali ini bukan papi Jona yang melakukannya.


Tapi papa Zain, yang tidak terima jika putrinya di bilang bodoh oleh Ji.


Kemudian papa Zain menarik tangan Zi agar menjauh dari sang suami.


"Papa kecewa padamu, Ji. Dan ya, kembalilah pada pacar kamu, dan tunggu surat cerai, tenang saja papa dan juga Zi yang akan mengurusnya," keputusan pada Zain setelah tahu sebuah kebenaran, tentang rumah tangga sang putri.


Mendengar ucapan dari papa Zain, membuat mami Jane yang sudah berteman lama dengan papi Zain, kini menoleh padanya.


"Zain, apa yang kamu katakan, mereka baru saja menikah,"


"Ini sudah keputusan aku Jane, aku tidak mau putriku memiliki suami seperti Ji, jika aku tahu dari awal jika Ji masih memiliki kekasih, tentu saja aku tidak akan menikahkan Zi dengan Ji," ucap papa Zain yang langsung membawa Zi menuju kamarnya, di ikuti oleh mama Hazel, yang tidak bisa berkata apa-apa tentang hal tersebut.


Dan mama Hazel sangat setuju dengan keputusan sang suami, karena pernikahan sang putri sudah tidak sehat.


"Tidak perlu kasihan padanya!"


"Pa, tapi Ji tidak salah. Dia tidak mencintai aku, tapi mencintai kekasihnya, kenapa kalian semua menyalahkan dia,"


Benar memang apa yang dikatakan oleh Zi, dan tidak pantas menyalahkan Ji, karena yang pantas disalahkan adalah orang tuanya, yang memaksanya untuk menikah dengan pilihannya, bukan dengan pilihan Ji sendiri.


"Maka dari itu, Ji tidak mencintai kamu, dan papa ingin kamu bercerai dengannya, mengerti!"


"Terserah pada papa, aku ikut saja," kata Zi yang langsung melangkahkan kakinya, karena papa Zain memaksanya untuk meninggalkan ruang tengah.

__ADS_1


Dimana papi Jona terus menatap sang putra dengan emosi yang belum juga mereda.


"Pria macam apa kamu hah!"


"Cinta tidak bisa di paksakan Pi, sampai kapan pun aku akan tetap mencintai Bela," Ji terus terang, karena sudah tidak ada lagi yang perlu di tutupi.


"Baiklah jika itu keputusan kamu, dan papi akan mencabut fasilitas yang kamu dapatkan selama ini tanpa terkecuali,"


Ji terkejut dengan keputusan sang papi, yang tidak sama sekali terpikir olehnya.


Namun, setelahnya Ji tersenyum getir sambil menatap sang mami dan juga sang papi bergantian.


"Tidak masalah bagiku,"


"Tentu saja tidak masalah, karena kamu bisa membiayai Bela dengan meminta uang pada Zi," sahut Ev yang baru mendekati Ji, setelah tadi Coki mengatakan jika Ji meminjam uang pada Zi untuk pengobatan Bela.


Membuat papi Jona dan juga mami Jane langsung menoleh pada Ev.


"Ev, maksud kamu apa?" tanya mami Jane.


Dan Ev pun langsung memberi tahu, apa yang tadi Coki ceritakan padanya.


Bugh!


Papi Jona menendang perut sang putra, hingga tubuh Ji mental jauh.

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2