
Malam pesta. Malam di hadiri oleh rekan dan kerabat dekat, tidak lupa Rendra juga mengundang teman-temannya dekatnya, Romi datang membawa kado untuk baby kecil Sabahat nya itu, acara pun berlangsung meriah.
"Selamat ya bro, sudah menjadi bapak" temanya ngucapin selamat pada Rendra saling berjabat tangan.
"Terimakasih, bro sudah datang, silahkan menikmati hidangan dulu," Rendra mengajak temannya makan.
Intan datang saat Tania menyalami, intan menepis tangan Tania, sontak Tania mengerutkan keningnya. Seketika Rendra melingkar tangannya ke pinggang Tania.
"Siapa dia Mas?" tanya Tania berbisik
"Nanti aku ceritakan tapi nggak sekarang ya" jawab Rendra berbisik
Rasa curiga terhadap Intan semakin kuat, Tania manja di buat-buat untuk memancing emosi intan, tidak perlu menunggu jawaban dari Rendra yang membuat Tania penasaran.
"Papi..., aku lapar siapin ya?, repot nih pegang dede." saut Tania saat Rendra sedang duduk di antara mereka.
"Sebentar," Jawab Rendra
"Sebentar ya bro bini gue minta makan" Rendra pamit pada mereka.
Lirikan tajam intan pada Rendra saat Rendra melangkah menuju prasmanan intan mengikuti langkah Rendra.
Tania tidak membiarkan matanya lepas dari pandangan intan, Intan bergegas bangun, tapi Tania sengaja membiarkan nya dia ingin tahu kemana wanita yang sudah menolak berjabat tangannya.
"Rendra.., kenapa kamu tidak menjemput aku pulang dari rumah sakit." Saut Intan dari balik punggung Rendra yang sedang mengambil makanan.
"Intan?, istri ku lahiran kamu tahu sendiri kan tidak mungkin aku meninggalkan istriku, saat sedang melahirkan." Ucap Rendra.
Tiba-tiba Intan memeluk tubuh Rendra," Intan lepas jangan seperti ini, nanti kalau ada yang lihat mereka mengira kita ada hubungan antara aku sama kamu." Rendra berusaha berontak melepaskan tangannya dari tubuhnya.
Lepas suami saya!. saut Tania.
Intan segera melepaskan tangannya dari tubuh Rendra.
"Maaf sayang.., aku tidak ada hubungan apa-apa sama dia." kata Rendra
"Sekarang pergi atau aku teriak biar kamu malu?." Ucap Intan tegas Tania tidak main-main dengan ucapannya
"Kamu istri Rendra?, yang tidak bisa membahagiakan suaminya!" balas intan jawaban Tania.
"Cukup! intan sebaiknya kamu pergi jangan buat kerusuhan di sini, ini acara penting anakku" Sungut tidak terima Tania di bentak intan.
"Rendra buka mata kamu!, dia tidak bisa bahagiakan kamu kan?" tanya intan
__ADS_1
Tomi dan yang lainnya mendengar suara perdebatan Tomi segera menghampiri sumber suara berasal.
"Ada apa ini?" tanya Tomi di antara merek
"Wanita ini datang hanya ingin mengacaukan acara disini, tidak tahu malu memeluk pria yang bukan suaminya" Ucap Tania jari nya menunjuk lurus wajah intan.
"Kamu siapa?." tanya lagi Tomi
"Om dengarkan saya dulu, dia salah paham, saya ini sahabat Rendra kalau pun saya memeluk Rendra itu hanya sebatas tanda selamat saja, tidak ada maksud lain, dia saja yang berprasangka kalau aku memeluk Rendra dengan hati." jawab Intan berkilah bahwa itu tidak benar.
"Sudah stop lebih baik kamu keluar dari sini saya tidak ingin mendengar alasan apa pun!." Usir Tomi
Intan pergi dengan langkah berat, Ia meraih tasnya lalu pergi keluar dari kediaman Rendra.
Awas! saja kamu Tania tidak akan aku biarkan kamu bahagia bersama Rendra, mulai sekarang hidup mu penuh dengan air mata, mungkin saja sapu tangan pun tak mampu menghapus air matamu. gerutu Intan wajah penuh kebencian
Plak! tamparan lagi-lagi mendarat di wajah Rendra.
"Dady tidak ingin lagi mendengar kamu berhubungan dengan wanita itu, walaupun dia sahabat kamu seperti yang dia bilang, sedikit pun Dady tidak percaya dengan ucapannya.
Disisi lain Romi mengejar intan keluar dari rumah Rendra.
"Intan...," panggil Romi
"Kamu ngapain sih! selalu saja buat datang saat yang tidak tepat?, Sungut Ingat
"Kamu mau kemana?, acaranya kan belum selesai?." kata Romi
"Gue mau kemana kek bukan urusan lu!, lagian ngapain sih lu selalu ganggu gue terus, gue kan sudah bilang kalau gue tidak pernah cinta sama lu ngerti nggak sih atau lu tuli?." Bentak intan
"Gue tahu, dia lebih tampan lebih tajir di banding dengan gue yang hanya pegawai biasa di perusahaan dia, terimakasih atas hinaan yang lu kasih buat gue, mungkin kata-kata lu buat motifasi gue kedepannya." Ucap Romi berlalu pergi meninggalkan intan di halaman rumah.
Intan masuk ke dalam mobil lalu stater mobil menginjak gas melaju dengan cepat.
Waktu terus bergulir hingga jam menunjukkan pukul 11 malam, semua undangan terlihat meninggalkan tempat satu-persatu.
"Urusan kamu belum selesai sama Dady"
Tomi melangkah pergi ke ruang kerja mengepalkan tangannya, dia duduk di kursi malas menopang tangannya di atas dahinya, sambil menunggu Rendra, Tomi membaca buku.
Rendra menemui Dady nya di ruang kerjanya dengan santai rendah melangkah menuju ruang kerja.
"Duduk" ucap Tomi ketus
__ADS_1
Rendra duduk di samping Tomi ia tahu kalau akan di sidang oleh Dady nya.
"Wanita tadi siapa?, jawab jujur Dady tidak suka kamu terus menjadi pria yang tidak bertanggung jawab pada keluarga kecil kamu, apa kamu tidak menginginkan Tania dan anak mu lagi?." tanya Tomi
"Tidak ada hubungan apa-apa Dady dia hanya sebatas teman, tidak lebih, aku tidak akan pernah membiarkan anak dan istriku pergi lagi yang kedua kalinya." jawab Rendra jujur
"Dady pegang kata-kata kamu, sekarang temani istri mu, Dady tidak mau denger kalian berantem lagi." ujar Tomi
"Iya Dady," jawab Rendra.
kemudian Rendra keluar dari ruangan kerja wajah kusut ditambah dengan Tania yang dari tadi diami Rendra bukan berarti Tania membencinya atas semua kesalahannya, Tania yakin suatu saat cepat atau lambat rendah pasti bisa berubah demi anaknya.
Rendra duduk di kursi malas tepi kolam renang dia merenungkan ucapan Dady nya.
Ternyata menjadi orang besar dan sekarang aku sudah punya istri dan anak, tanggung jawab ku semakin besar, teman-teman gue bilang kalau gue beruntung punya istri Tania, mungkin mereka mudah bicara kerena mereka bukan di posisi gue, hati gue kadang nggak tenang, Tania terlalu sempurna buat gue.
Gerimis turun Rendra segera bergegas bangun ia melangkah masuk ke dalam, Rendra kembali duduk di ruang tamu. Ia bersandar di sofa. Mbok yang merawat dari kecil Mbok tahu kalau tuan mudanya sedang banyak masalah, mbok duduk di samping Rendra sambil memijat lengan Rendra.
"Aden boleh kok cerita sama Mbok, ingat tidak sewaktu Aden masih anak-anak setiap kena marah Dady, Aden selalu datang ke kamar mbok lalu cerita sama Mbok"
Rendra berbaring di sofa batal pangkuan Mbok, "Aden harus kuat, sekarang Aden sudah ada Andhra Aden harus menjadi contoh buat anak Aden, Non Tania itu istri yang baik, sudah baik cantik pandai urus suami, di luar sana mungkin banyak gadis yang lebih cantik dari non Tania, tapi yang Mbok tanya apa ada Sifat nya seperti non Tania?, apa lagi Aden banyak uang siapa yang tidak mau dengan Aden?, tapi..., cari yang seperti non Tania itu sulit yang mau menerima Aden sabar menghadapi den Rendra yang suka mabuk-mabukan suka pulang malam, tapi non Tania sabar." Ucap mbok menasehati Rendra sambil mengusap kepala Rendra.
"Terimakasih mbok sudah buat sedikit tenang" kata Rendra
"Ya sudah sekarang tidur, temani Non Tania, minta maaf padanya, Non Tania pasti memaafkan Aden." ujar Mbok
"Ya sudah mbok aku pamit tidur ya?." Rendra pun pamit masuk ke kamar.
Oek...Oek.. Oek.. mendengar tangisan.
Andhra!. Rendra mempercepat langkahnya segera mengangkat tubuh anaknya dari ranjang.
Cup...Cup...Cup, jagoan papi jangan nangis disini ada papi,, Rendra pok pok sambil menimang putranya. Andhra.
Setelah kembali tidur Rendra meletakkan ke ranjang bayi, Rendra duduk di sofa kamar bersandar, Rendra pun tertidur di sofa.
Tania mengintip dengan satu matanya, Ia tahu kalau anaknya menangis tapi setelah mendengar pintu terbuka seketika Tania menutup kembali matanya seakan-akan Tania tidur pulas.
Kesal ku terbayar kontan tapi kesalahan yang sekarang kamu buat, tapi tidak kesalahan yang sebelumnya, setiap malam kamu yang akan menjaga putramu, bukan kah itu yang kamu inginkan?, bergadang semalaman yang tidak jelas, lebih baik kamu bergadang menjaga anak kamu, agar suatu hari kamu bisa lebih menghargai wanita, kalau kamu ikut merawat tentu kamu akan ikut serta menjadi seorang ibu dan merasakan menjadi seorang wanita. Lelah mu kerena kerja, tak sebanding lelahku mengurus anakmu.
...----------dukung yuk...
Karya author like komen yuk agar author semangat Terimakasih.
__ADS_1