Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 29


__ADS_3

Tidak sampai disitu, Tania memasang wajah cemberut, memalingkan wajahnya ke arah kaca samping tanpa menoleh, Rendra masih fokus mengemudi, lama-lama tidak tahan terus di diamankan oleh Tania.


"Tania jangan cemburu gitu, sudah lah aku tidak memiliki perasaan lagi sama Jesika." Rendra membuka suara.


"Mas, jelas-jelas kamu cemburu melihat Jesika sama pria lain." Kekeuh Tania.


Tania diam tidak menjawab, Tania memang tidak punya bukti kalau Rendra cemburu melihat kedekatan Jesika dengan pria baya tadi bersamanya.


"Tania jangan curiga terus kamu mau kalau aku benar-benar kembali sama dia?."


"Tuh!, kan berarti kamu ada niat kembali sama dia?." Sewot Tania.


Cih!, "Cukup ya aku capek berdebat, sekarang lebih baik kamu pikirkan usaha kamu, tidak usah memikirkan hal yang tidak penting."


"Hem...," hanya Hemm yang keluar dari bibir Tania.


Perlahan Rendra mampu membekukan hatinya, selama ini dia sudah di buta kan oleh cintanya pada Jesika, sudah beberapa banyak uang yang sudah dia keluar kan untuk Jesika, dari hal kecil saja pakaian barang-barang mewah yang dia mau Rendra belikan sampai Uang biaya kuliah pun semua Rendra tanggung. Wajar saja Jesika sangat membencinya Tania, awal pernikahan nya Rendra dan Tania, berapa kali Tania temukan struk pembayaran. Dan mutasi rekening atas nama Jesika Motekar.


Rendra membelokan mobilnya masuk kedalam gerbang kediamannya. Nampak Andhra lari dari dalam rumah mendengar suara mobil papi nya masuk.


"Papi....!." teriak Rendra mengejar mobil papi nya.


"Den jangan lari-lari nanti jatuh." Saut suster.


Rendra segera keluar dari mobil menangkap Andhra yang sedang lari.


"Hai jagoannya papi." Rendra mengendong putranya tak henti-hentinya menciumi pipinya.


"Mommy kenapa pih?, sepertinya habis nangis apa papi sudah nakal sama mommy?." ceriwis Andhra lah yang membuat Rendra tak bisa jauh-jauh dari putranya.


Rendra duduk jongkok sejajar dengan tinggi putranya."Tidak mungkin lah, masa papi nakal sama mommy, mommy hanya lelah saja." jawab Rendra pertanyaan putranya.


"Baik lah, sekarang mommy istirahat saja, biar aku main sama suster." katanya


"Anak pintar, sekarang jagoan papi main dulu sama suster, setelah istirahat nanti main sama papi oke?." Rendra mengacak rambutnya.


"Oke Papi."


Sementara Tania lebih dulu masuk kamar, entah kenapa perasaan Tania masih belum yakin kalau Rendra tidak menyimpan rasa cemburu melihat Jesika bersama pria lain di depan matanya.


Tania tidur tengkurap menahan rasa sakitnya, ada rasa menyesal telah papasan dengan mantan kekasih suaminya, biarpun kenyataan Rendra sudah menjadi suaminya, sesekali Tania melirik Rendra seperti ada yang ada di pikirannya. Tapi aku tetap saja takut kalau Mas Rendra kembali padanya, dari segi penampilan Jesika lebih menarik. Lenggak-lenggoknya dia mampu membuat pria tergoda dengan cara dia bicara yang manja. Batin Tania.


"Besok Dady pulang dari Jerman, Dady minta kita datang untuk makan malam, Dedy bilang rindu sama Andhra." saut Rendra.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok.


Rendra menengok ke arah pintu. "Masuk." Rendra saut dari dalam kamar.


"Tuan muda ada yang ingin bertemu dengan tuan." Kata Bibi.


"Siapa Bi?." tanya Rendra


"Bibi Ndak tahu tuan, wanita muda gitu loh seksi." jawab Bibi.


"Bi biar aku saja temui." Saut Tania.


Aduh!, pasti ini perang besar. gerutu bibi.


Bibi mengikuti langkah Tania menuruni tangga.


Tap...Tap...Tap.


Tania menarik gagang pintu terbuka nampak Intan. Tania tarik nafas panjang.


Ini ada apa lagi sih. Gumam Tania.


"Kamu?, ada apa kemari?." tanya Tania.


"Santai lah, gue datang kesini cuma ingin menanyakan apakah Romi ada datang kemari?." tanya intan.


"Oke terimakasih, permisi." kata Intan


Intan pun balik badan kembali ke mobil, kedatangan nya tak membawa hasil. Padahal


intan ingin dengar langsung dari Rendra tapi sepertinya Tania tidak akan mengijinkan aku bertemu dengan, lebih baik aku pulang saja dari pada harus menambah masalah, aku ingat perjanjian aku dengan tuan Tomi, kalau dia bisa mencari donor ginjal untuk Mama, aku sudah janji tidak akan ganggu rumah tangga Rendra, kalau tidak ada tuan Tomi mungkin Mama sudah tidak ada dan tidak akan tertolong lagi. Batin intan menarik nafasnya.


"Bi kunci lagi pintunya jangan boleh kan Andhra keluar rumah ya Sus?."


"Rebes, non (beres), tenang saja Aden anak yang penurut, kalau lagi eling Non." Ucap Bibi sambil menutup mulutnya.


"Ish.. bibi, orang lagi serius juga."


"Iya Non, bibi juga serius." bibi terus menjawab kata-kata Tania.


"Au ah..," Ucap Tania


Tania masuk kembali ke kamar, rupanya Rendra sedang mandi, karena terdengar suara kucuran air.

__ADS_1


Tidak lama Rendra keluar dari kamar mandi, sambil menggosok kepalanya dengan handuk."Siapa yang datang Mom?." tanya Rendra


"Intan." jawab Tania ketus


"Mau apa dia?." tanya lagi Rendra.


"Romi, berharap ya dia mencari kamu Mas?." sewot Tania.


"Kumat, deh.., sudah lah aku diam saja, Mom buatkan papi kopi dong." pinta Rendra


"Sejak kapan minum kopi, tidak baik minum kopi." kata Tania.


"Sejak kamu terus curiga, kalau seperti ini terus lama-lama aku selingkuh sekalian." Ujar Rendra.


Tania bergegas bangkit. Ada niat ya?. gerutu Tania sambil berjalan membuat kopi ke dapur.


Lama-lama bini gue kaya dukun komat-kamit terus, baru tahu kalau cemburu nya gede gunung, ampun.Tapi suka juga sih dicemburui gitu. Gerutu Rendra sambil bersiul.


Emang gue ganteng ya pantas cewek-cewek pada ngejar-ngejar. Gerutu Rendra sambil bercermin sisiran.


Memakai Celana 3/4 kaos putih oblong Rendra keluar kamar duduk di ruang keluarga sambil melihat Andhra bermain di teras.


"Wangi sekali, mau kemana?."


"Ya ampun Mom, masa aku harus bau apek sih nggak mungkin kan suamimu yang tampan ini harus terlihat lebih fresh dong."


Rendra memang lebih suka menggoda Tania apa lagi saat Tania marah makin menggemaskan itu Rendra yang merasakan.


Tania menyodorkan kaca mata hitam."Nih pakai." Ujar Tania.


"Ya ampun Mom, kamu kira suamimu ini kurang keren tanpa kacamata hitam. Di dalam rumah pakai kaca mata hitam kalah tukang pijit." kata Rendra.


"Iya kalau Mas bukan tukang pijit, tapi tukang Gombal sana-sini."


Rendra menutup mulutnya matanya melotot melihat kekonyolan Tania. Seketika Rendra membekuk kepala Tania.


Aaaau!, sakit...Pih! teriak Tania bercanda.


"Papi lepas kan Mommy!, kalau tidak papi aku tembak." Ucap Andhra menodongkan pistol mainannya.


Andhra menghampiri Rendra duduk di atas punggungnya. Menjambak rambut Rendra cerita nya Andhra membela Mommy nya karena Tania minta tolong teriak panggil anaknya.


Ruang keluarga pun berlangsung ramai penuh dengan canda tawa keluarga kecil Rendra.

__ADS_1


...----------------...


Hai aku datang lagi minta dukungan nya ya cukup like komen Rate itu saja terimakasih.


__ADS_2