Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 75


__ADS_3

Gadis itu semakin terguncang pikirannya, lambat laun Andhra pasti akan mengusir nya dan tidak akan lagi menerima kehadirannya di rumahnya. Pikiran jelek pun bermunculan otaknya.


"Tidak!" Teriak Tania.


Gadis itu nampak lemah dengan bibir nampak cukup pucat, Tania tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika putra semata wayangnya mengetahui kebohongan nya.


"Hai.., kamu kenapa?" Rendra mengagetkan Tania dari belakang.


"Mas, aku tidak sanggup mengatakan semuanya." Ucap tania dihantui rasa ketakutan jika mengatakan sejujurnya Andhra tidak akan menerimanya.


Rendra tersenyum menutup mulutnya. Ia merasa lucu melihat ekspresi wajah Tania.


Tania memicingkan matanya menatap tajam wajah Rendra.


"Apa ada yang lucu?" Ucap nya lagi Tania.


"Lihat wajah mu seperti orang mati pucat sekali."Kata Rendra sambil berlalu pergi menyelipkan semuanya.


Dia benar-benar menyebalkan, apa tidak tahu aku sedang ketakutan sementara dia tersenyum dengan begitu manis.


Tania menghentakkan kakinya sembari melangkah pergi keluar rumah.


Masihkah ada harapan untuk Tania hidup bersama keluarga kecilnya. Ia tidak ingin kehilangan harapan walaupun harapan itu kian tipis untuk Andhra menerima ibu nya di samping nya.


Saat ini gadis itu berkecamuk dengan pikiran pesimis.


"Nyonya sebaiknya kita segera pergi meeting akan di mulai" Sang supir pun membuyarkan lamunannya.


Rendra mengintip dari kejauhan dengan tangan mengepal keras, rasa tidak rela akan kepergian Tania.


"Baik lah, mari kita pergi." kata Tania.


Kemudian Tania masuk kedalam mobil dengan pandangan melirik ke arahnya pintu utama. Ia pun merasakan hal yang sama dengan Rendra namun apa mau dikata meeting ini sangat penting untuk menjaga nama perusahaannya.


Sesat Rendra terdiam. Sebenarnya ia tidak berani terlalu banyak berharap Tania bisa kembali padanya, banyak yang harus Rendra hadapi. Abercio Sanjaya yang kini bersikeras mendekati Tania. Rendra harus bisa menyingkirkan Abercio terlebih dahulu. Setelah itu baru lah memikirkan bagaimana caranya agar Andhra bisa menerima kehadiran Tania kembali.


Beberapa hari kemudian. Di tempat Andhra sekolah, salah satu teman membully nya.


"Dia kan anak yang sudah di tinggalkan ibunya. Hahha" Seru salah satunya temanya.


"Ya tentu saja kalau ibunya menyayangi nya tidak mungkin meninggalkannya iya nggak Guys."Ucap nya lagi.


"Haha anak Yap benar banget" Saut lagi teman nya lagi.


Saut menyahut buat Andhra pun mendidih otak nya memanas emosi.


Bugh!


Sebuah tonjokan keras bersarang di wajah salah satu temannya yang sudah berani mengusik ketenangannya.


Reaksi Andhra sungguh di luar dugaan. Andhra balik menyerang, selama ini Andhra selalu menjadi murid teladan dan pendiam, jarang bergaul dengan mereka, kerena menurut Andhra semua teman itu tidak ada yang baik.


"Woy kau sudah berani menonjok wajah temanku!" Ucap dengan nada keras.


Bugh!.

__ADS_1


Tangan Andhra kembali menonjok yang berani bersuara."Sudah ku bilang ibu ku pergi pasti ada alasan."


Sementara satu teman nya lagi lari melapor pada kepala sekolah. Dan itu menimbulkan keramaian seluruh lingkungan sekolah berkerumun menyaksikan kemarahan Andhra yang masih mencekik leher temannya.


"Andhra lepaskan dia nak, kalau tidak dia bisa mati" Ucap guru itu berusaha memisahkan perkelahian.


"Diam! atau bapak mau saya pecat?" Andhra mencoba menepis tangan gurunya.


"Tapi Den, tolong lepaskan nanti dia mati kalau mati papa Aden juga yang repot."Tutur guru yang mencoba menengahi perkelahian.


Andhra pun sedikit melonggarkan cengkraman nya. Setelah Andhra sedikit tenang mereka yang bermasalah di panggil semua ke ruang guru.


Semua kumpul di ruang Guru, dan di minta penjelasan awal mula perkelahian.


"Mereka duluan yang mengejekku jadi silahkan pinta penjelasan pada mereka, aku kan pulang."Ucap Andhra dengan santai sembari melambaikan tangannya melangkah pergi dari ruangan guru.


Semua guru hanya menghela nafasnya, disisi lain Andhra adalah anak dari si pemilik sekolah favorit sekaligus donatur terbesar di sekolahan ternama di Jakarta itu Andhra juga anak jenius di sekolah tersebut. Namun demikian Andhra tidak pernah menampakkan kalau dia adalah anak pemilik sekolahnya tersebut.


Tapi semua itu mengundang pro dan kontra ada juga wali murid yang tidak setuju dengan keputusan kepala sekolah. Yang di anggap tidak adil.


Sementara para guru sangat junjung tinggi kebaikan keluarga Wiratama, Para guru pun mulai mengadakan meeting dadakan untuk membuat keputusan.


"Baik lah kita akan panggil semua wali murid untuk menyelesaikan masalah ini." Tutur kepala sekolah.


"Nah gitu doang!, anak saya terluka akibat anak nakal itu."


"Iya bener sekali apa yang di katakan Bu Henny."Sambung sang itu anak yang terluka itu.


"Baik ibu-ibu semua besok akan di adakan rapat para wali murid di jam istirahat." Timpal pak guru.


Ibu-ibu pun keluar satu persatu dari ruangan guru, tapi seakan tidak puas atas keputusan Kapala sekolah. Para ibu-ibu pun akan membuat perhitungan dengan anak yang sudah melukai anak-anaknya.


****


Di tempat lain Andhra baru saja tiba di kediaman menggunakan taksi online.


"Den kok sudah pulang." Tanya pak Kadir pada Andhra.


"Sudah tidak usah banyak tanya, mulai besok aku tidak akan sekolah di tempat itu lagi."Sungut Andhra.


Ada apa dengan tuan kecil, tidak biasanya seperti ini, apa tuan kecil sedang..., Ah! sudah lah nanti aku bermasalah lebih baik aku diam. Gerutu pak Kadir.


Andhra pun berlalu pergi meninggalkan pak Kadir masuk kedalam kamar mengunci pintunya.


Pukul 5 sore Rendra sepulang kerjanya dia mendapat pesan dari salah satu guru putranya. Rendra mengerutkan keningnya sambil membaca pesan tersebut.


"Baik pak saya usahakan besok akan datang ke sekolahan." balas Rendra.


Rendra pun menakinkan kecepatan mobilnya agar segera tiba di kediaman dan mendapatkan penjelasan dari Andhra.


Tiba di kediaman pak Kadir dengan capat membuka gerbang nya.


"Sore tuan muda" sapa pak Kadir.


Rendra menurunkan pintunya."Sore pak Kadir."

__ADS_1


Kemudian Rendra langsung menuju garasi mobil untuk memarkir kendaraan nya.


Keluar dari mobil Rendra masuk kedalam rumah, nampak bibi sedang menata makanan di meja makan."Bi Andhra dimana?" tanya Rendra dengan wajah datar nya.


"Tuan kecil di kamarnya tuan."


"Terimakasih bi."


Barulah setelah itu Rendra menuju kamar putranya.


Tok...Tok..Tok.


"Andhra ini papi buka pintunya."Saut Rendra dengan nada keras.


Papi! dia pasti akan memarahiku, aku harus bagaimana gawat kalau sampai papi tahu kalau aku berkelahi. Andhra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tok...Tok...Tok.


"Andhra bukan pintunya papi tahu kalau kamu tidak tidur."


Ketukan pintu itu semakin keras Andhra pun semakin gemetaran, pasalnya selama ini Rendra tak pernah memarahinya, bisa di bilang Andhra anak yang paling Rendra sayangi.


Cklek!


"Papi ada apa?" tanya Andhra dengan polos.


"Ada masalah apa di sekolah?" Tanya Rendra.


Andhra mengangkat kedua bahunya sambil menggeleng kepalanya.


"Jawab" bentak Rendra.


"Ok I Will Answer, mereka yang sudah lebih dulu membully ku, mereka bilang mommy tidak pernah sayang sama aku, papi mommy sayang sama aku kan? jawab papi" Tanya Andhra dengan mata yang sudah berkaca-kaca menatap tajam papi nya.


Seketika dada pria tampan itu seperti berhenti berdetak, rasanya sesak sekali. Kali ini Rendra tidak bisa menyalahkan Andhra dia seperti itu membela ibu nya.


Apa Tania tahu bagaimana anak kita begitu tersayat hatinya saat ada orang lain menghina ibu nya. Rendra memeluk tubuh kurus jangkung itu dengan erat.


"Maafkan papi sayang, kamu benar mommy sangat menyayangi kamu, hanya saja mommy belum saat nya kembali mommy masih sibuk dengan pekerjaannya."


Andhra mengangguk kepalanya."Ya papi mommy pasti kembali kan?"


"Iya sayang mommy pasti kembali"


Air mata itu tak bisa terbendung lagi Rendra segera pamit keluar dari kamar putranya. Ia tidak ingin kesedihannya di lihat oleh putranya.


"Oke papi keluar dulu kita makan bersama papi tunggu di meja makan."Tepis Rendra.


Aaaahk!.


Rendra menonjok Diding dengan sekuat tenaga hingga tangan pun terluka. "Papi Janji papi akan bawa mommy kembali ke rumah ini, apa pun resikonya ini semua demi Andhra."


...----------------...


Terimakasih yang sudah mampir

__ADS_1


__ADS_2