Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 44


__ADS_3

Suasana hari itu sangat penuh dengan undangan para rekan bisnis dan juga kerabat yang hadir.


Tania yang sudah di tutup matanya dan Rendra berdiri di tengah-tengah para tamu, Helena berbisik pada Rendra.


"Mas.., saya ke toilet dulu ya?."kata Helena.


Rendra menganggukkan kepalanya."Jangan lama tidak enak sama tamu yang lain." Ujar Rendra.


Kemudian Helena pamit dengan para tamu undangan itu, sedikit mengangkat gaunnya Helene melangkah pergi, menemui Tomi yang di ruangan bersama Andhra.


Tok...Tok..Tok.


"Silahkan Masuk." kata Tomi.


"Om, Mas Rendra sudah di tengah-tengah para undangan, apa kak Tania sudah siap?."tanya Helena.


"Andhra, hayo kita keluar." ajak Tomi.


"Helena kamu siapkan segala sesuatunya."


"Baik Om."


Tomi melangkah pergi mengandeng tangan Andhra, Sapto juga hadir bersama sang istri, sedikit Dag..Dig...Dug jantung Tomi tapi Ia terus berdoa semoga Tania tidak akan marah dengan kejutan yang sudah di rancang dari jauh-jauh hari.


Lexsi terus menuntun Tania menghampiri Rendra di tengah-tengah para undangan.


Rendra menengok wanita bercadar bersama Lexsi. Rendra mulai memasang wajah datarnya, mengingat Lexsi mencintai istri tercintanya.


Dor....Dor..Dor.


Para undangan pun mulai menengok ke arah layar yang tertutup di dalam layar ada sebuah kue bertingkat. Tertulis Aniversarry Rendra dan Tania.


Sontak Rendra menitikkan air matanya, lalu Andhra membawa kue menghampiri Tania.


Happy birthday Mommy.


Lexsi membuka penutup mata Tania.


Andhra!.


Tepukan tangan pun berlangsung ramai, Tania menangis karena ini pengalaman pertama mendapatkan kejutan yang mengenai pasangannya.


Rendra pun memeluk tubuhnya dengan erat.


"Tania maafin Dady..,"


"Dady, aku benaran takut Dedy..., hiks..hiks..hiks." Tania menangis memeluk tubuh Tomi.


"Dady tidak akan pernah menggantikan posisi kamu menjadi ratu di keluarga Wiratama."


Para undangan pun ikut menitikkan air matanya mengalir, suguh pertunjukan yang luar biasa.


"Umi..., Hiks..Hiks..Hiks." tanya juga memeluk tubuh Umi nya.


"Alhamdulillah sayang sekarang pernikahan mu, sudah 6 tahun."

__ADS_1


Tania mengangguk-angguk kepalanya.


"Kak Tania maaf ya.., mana mungkin aku akan menikah dengan Mas Rendra, dia kakakku tau."


"Nakal, Helena, kakak mengira kamu mau menjadi istri ke dua Mas Rendra."


"Nggak lah, aku akan sudah ada pria lain yang aku sukai." Ucap Helena melirik Lexsi.


Helena diam-diam menyukai Lexsi tapi sepertinya Lexsi tidak menanggapi hal mengenai Helena. Lexsi sampai saat ini hatinya sudah terisi dengan nama Tania. Melihat kemesraan Rendra dan Tania, Lexsi merasakan sakit hatinya, Lalu Lexsi pergi menghilang dari acara tersebut.


Mengendarai mobilnya, Ia pergi menghindar mungkin ini yang di namakan cinta, selama ini Lexsi hanya main-main dengan wanita mana pun, wanita bagi Lexsi bagaikan sebuah bunga setelah Ia isap mandu nya lalu Ia tinggal begitu saja.


Apa ini yang dinamakan karma selama ini aku terlalu mudah untuk mendapatkan wanita berbagai kalangan manapun dari yang model tercantik pun, bisa aku dapatkan.


Aaaahk...! "Bodoh! Bodoh! Lexsi dia wanita sahabatku bagaimana bisa aku mencintai wanita yang sudah menjadi istri orang Bahakan istri Sabahat mu sendiri." gerutu Lexsi sambil memukul setir mobilnya.


Lexsi pun merenung kan diri di tepi pantai Ancol, di sisi lain yang sedang Lexsi pikirkan malah happy ending, acaranya berjalan dengan bahagia, saling canda tawa keluarga kecil Rendra pun merayakan hari ulang tahun Tania yang ke 24 tahun, memotong kue berbarengan dengan putra dan suaminya.


Apa kabar dengan Vania Larissa dia hamil anak Lexsi, 4 Minggu sudah kandungan Vania, penderitaan pun menghampirinya.


Rasanya ingin sekali mengatakan Lexsi aku hamil anakmu, tapi lidah ini terasa keluh, Rendra orang satu-satunya yang bisa mewakili hatinya, tapi bagaimana...?, Rendra tidak akan mudah begitu saja mempercayai ku.


Tania?, apa aku masih pantas menemui nya setelah aku ingin menghancurkan rumah tangganya.


Vania berjalan menyelusuri tepi jalan kota Jakarta, tak tau jalan arah mau kemana dia melangkah Vania mengikuti langkahnya.


Flashback


Oek..oek. Vania terus memuntahkan cairan isi dalam perutnya.


"Entah Mah, rasanya mual sekali, mungkin masuk angin aja." jawab Vania sambil mencuci mulutnya sehabis muntah.


Keesokan harinya Vania kembali muntah tiba-tiba Vania pingsan lalu Mama nya Vania membawa Vania ke rumah sakit, stelah memeriksa Vania dokter mengatakan kalau Vania hamil. Sontak Mama nya minta Vania menggugurkan kandungannya tapi Vania menolak permintaan Mamanya, kembalinya dari rumah sakit Mamanya Vania mengusir Vania dari rumah karena tidak menuruti permintaan Mamanya, Mamanya Vania Larissa ingin Vania menjadi wanita yang menguras kantong para pria kaya.


Lalu Vania Larissa keluar dari rumah membawa koper tanpa tanpa tahu arah kemana kaki melangkah.


Back.


Vania Larissa berdiri di depan pagar kediaman keluarga Rendra. Alhasil rumah pun kosong tak orang di dalam semua di acara Aniversarry Tania dan Rendra.


Wajah Vania pucat setelah berjalan lama menunggu taksi yang lewat, Vania duduk di sampai pagar kediaman Rendra.


Mobil mewah mini Cooper warna biru belok memasuki kediaman Rendra.


Di susul mobil Rendra masuk tepat pagar mobil Tania dan Rendra berhenti. Tania menghampiri Vania mengira Vania adalah salah tau orang minta-minta.


"Permisi Bu." Tania mengeluarkan uang dari dalam dompet nya.


Vania menengok nampak Tania di hadapannya.


"Astaga!. Vania?, itu kamu kah?."


"Tania..., iya ini aku." kata Vania.


"Sayang...., hayo kita masuk." Saut Rendra.

__ADS_1


"Tunggu sayang..," jawab Tania.


"Hayo masuk, jangan disini." Tania menarik tangan Vania mengajak masuk ke dalam rumah nya.


"Vania?. Ngapain kamu disini?." Sungut Rendra.


"Pih.., tidak boleh begitu, biarkan Vania masuk kasihan dia." Kata Tania.


"Tapi dia ini wanita yang licik sayang." protes Rendra.


"Pak Kadir..." panggil Tania.


"Saya Non?." jawab pak Kadir lari-larian


"Pak tolong bawa masuk mobil saya ya, ini kuncinya."


"Baik Non." kata pak Kadir.


"Hayo Vania masuk, kita bicara di dalam aja?."


Vania mengangguk kepalanya. Sementara Rendra ketakutan Vania akan merusak rumah tangga nya.


Mau apa lagi dia kemari, apa belum kapok apa yang sudah aku perbuat untuk dia. Gerutu Rendra.


"Mommy Tante cantik ini siapa?." Tanya Andhra.


"Tante ini teman mommy, sayang Andhra ke kamar dulu ya sayang mommy mau bicara sama Tante anak kecil tidak boleh mendengar pembicaraan orang tua."Ujar Tania.


"Oke Mom."


Andhra masuk ke kamar, Rendra duduk bersama dengan Tania. Vania duduk di sofa depan Tania dan Rendra.


Vania bingung harus mulai dari mana melihat Rendra wajahnya sangat tidak menyukai kehadiran Vania di rumahnya. Tania pun melirik Rendra, lalu Tania minta Rendra masuk temani Andhra di kamarnya.


"Pih kamu temani Andhra di kamar dulu ya." Pinta Tania.


"Oke lah." jawab Rendra dengan langkah berat Rendra menurut permintaan Tania.


Tania paham mungkin Vania tidak akan cerita selama masih ada Rendra di samping Tania.


"Vania sekarang kamu boleh ceritakan ada apa kenapa kamu ada di depan rumah saya?."


Ironisnya Vania Larissa benar-benar bingung harus bercerita kepada siapa.


Vania mulai menceritakan tentang kehamilannya yang sudah beranjak 5 Minggu.


"Siapa yang sudah menghamillimu, Vania?." Tanya Tania mendekati Vania duduk bersampingan.


"Aku takut Tania, ini akan menjadi bumerang untuk aku dan bapak dari bayi yang ada di dalam kandungan ku." Kata Vania.


"Vania, ceritakan tak perlu sungkan barang kali aku bisa membantu kamu." Ujar Tania.


Vania masih belum menjawab pertanyaan Tania siapa bapak dari bayi yang di kandung Vania.


...----------------...

__ADS_1


Double up ya guys


__ADS_2