
Setalah menyudahi permainannya Rendra merapikan pakaian seperti semula. Semenjak Tania kebingungan karena pakaiannya terkoyak oleh perbuatan Rendra.
"Kamu diam disini."Titah Rendra melihat Tania kebingungan, Ia menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
Rendra menggunakan Romi.
"Romi cepat kamu pergi ke Mall dari satu set pakaian untuk istri saya." perintah Rendra pada Romi.
"Baik."
Klik.
Sebelum Romi selesai bicara Rendra sudah menutup telponnya.
Kebiasaan belum selesai bicara sudah di tutup. Romi mendengus kesel.
Rendra yang sedang sibuk memeriksa laporan dari anak buahnya Rendra melirik sebentar ke arah pintu.
"Masuk" Ucap Rendra mempersilahkan masuk Rendra mengira Romi tenyata dugaan Rendra salah melainkan Jesika yang datang mengetuk pintu ruangannya.
"Kamu mau apa kesini?."
"Hai..., Rendra kebetulan tadi lewat kantor kamu jadi saya mampir bukan kah itu kebetulan yang bagus." Tutur Jesika.
Prasangka buruk pada Rendra membuatnya Geram dan ingin langsung menghajar keduanya. Tania mengepalkan tangannya.
Kamu pikir aku wanita apaan Rendra, setalah kamu puas kamu bersenang-senang dengan wanita ****** itu. Sumpah serapah Tania ingin segera menghampirinya tapi langkahnya tertahan, Ia Langsung menyadari tubuhnya hanya menggunakan pakaian dalam saja yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Sayang.., kita makan siang yuk, aku belum makan."Gadis itu tersenyum terlihat tenang.
"Apa kamu tidak lihat aku sedang apa?." Rendra mendengus kesel.
Jesika terhenyak mendengar ucapan Rendra. Ia tahu laki-laki itu tidak mudah untuk kembali membuka hati untuk nya. Ia berusaha tenang untuk mendapatkan kembali hati Rendra.
"Sayang, kenapa pakaian mu sedikit kusut?." Karena penasaran Jesika memberanikan diri untuk bertanya.
"Kau tentang saja Rendra kehadiranku kemari bukan untuk mendekati mu kembali, aku hanya singgah saja, lagi pula aku sudah memiliki kekasih baru." Tutur Jesika dengan bangga.
"Bagus lah, jaga kekasih mu itu, jaga sikap mu untuk kekasihmu."Pesan Rendra. Dia tidak tahu kalau itu hanya lah akal bulus Jesika untuk melancarkan rencananya.
Kalau saja aku tidak ingin mengembalikan kepercayaan mu, aku tidak sudi untuk berbaik-baik denganmu, Sabar Jesika jika aku sudah masuk di dalam keluarga Wiratama, aku akan menguasai semua nya.
"Baik lah, jika tidak ingin menemani ku makan, aku permisi dulu."
Kaki yang sudah merasa keram sedari tadi tidak di persilahkan duduk.
Jesika ngleos pergi berharap Rendra memanggil, tapi sampai, Ia membuka pintu tak ada Rendra menahan kepergiannya.
Rendra menatap kepergian Jesika, hatinya sedikit lega."Bagus lah dia pergi." Gumam Rendra.
Apa kabar Tania yang kedinginan tanpa busana yang menutupi tubuhnya.
Astaga! Tania.
Wajah tampan itu berbuah seperti es batu yang membekukan. Ia segera menelpon Romi.
__ADS_1
"Lama sekali!." ucap Rendra tegas.
"Saya nunggu perintah dari tadi sudah kembali dari Mall."Jawab Romi singkat.
"Ya sudah cepat hantar kemari."
Ngeselin! gumam Romi.
TOK TOK TOK.
Romi mengetuk pintu ruangan Rendra.
"Masuk."
Romi mendorong pintu nya, menatap Rendra tak berkedip.
Kenapa lu gue begitu?."
"Kenapa lu berantakan sekali."Protes Romi
"Sini pakaian itu, lalu cepat keluar dari ruangan ku."Usir Rendra.
Setelah Romi pergi Rendra melangkah kan kakinya bermaksud untuk kembali menemui Tania di kamar. Tapi melihat Tania wajahnya sudah di tekuk menjadi seribu.
"Pakai lah." Rendra menyerahkan Paper Bag yang di tangannya.
Tania menerima bingkisan dari Rendra, tanpa sepatah kata pun hatinya masih kesal atas apa yang sudah Rendra perbuat.
"Apa kamu tahu kehadiran Jesika tadi?." Rendra berusaha menebak.
"Tidak." jawab Tania ketus.
"Jangan bohong!."
"Kalau pun iya, apa kamu perduli?,"
"kamu cemburu?."
"Tidak untuk apa?, aku cemburu buta toh kamu juga tidak perduli kan?."
Ayo lah Tania akui saja kalau kamu cemburu aku semakin gemas melihat wajah kamu seperti ini.
Tania bergegas keluar dari kamar, namun tubuhnya di dekap dari belakang oleh Rendra. Tania pun mengehentikan langkahnya.
"Maafin aku." Lirih Rendra.
Tania menarik nafasnya panjang, ia merasa bosan dengan maaf Rendra, tapi dia terus mengulangi kesalahannya.
"Aku bosan mas dengan maaf kamu, sebenarnya aku datang menemui mu, ada ingin aku katakan satu Hal kalau Jesika tadi datang kentor menemui ku, dia minta aku membantu mendekatkan kamu."Ungkap Tania.
"Lalu kamu jawab apa?."Tanya Rendra penasaran.
Aku harus jawab apa, tidak mungkin aku tidak mengijinkan.
"Mas.., aku buru nanti kita lanjutkan lagi." Tania meraih tasnya lalu keluar dari ruangan Rendra.
__ADS_1
lagi-lagi Rendra mendengus kesal. Ia berharap Tania tidak akan menerima permintaan Jesika.
Kurang ajar!, Jesika sudah berani mengusik keluarga ku, tunggu Jesika kalau kamu tidak bisa dengan cara halus makan aku akan menggunakan secara kasar.
Rendra merogoh ponsel nya yang ada di saku celananya.
"Kasih dia peringatan. Terserah kamu mau kamu apakan. Tapi ingat buat di Jera dan tidak lagi mengganggu saya atau pun keluarga saya. Paham?."
"Paham Tuan. Tunggu kabar dari kami."
Klik.
Rendra menutup telponnya.
Selama perjalanan menuju kantor Tania terisak dirinya benar-benar hancur melihat kedatangan Jesika, tapi apa lah daya ia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Apa kita sampai disini Mas.., aku benar-benar hancur. Tania tak mampu melawan saat mengingat pesan orang tuanya Ia harus menjaga rumah tangganya.
Mobil semakin kencang membelah jalanan yang cukup lenggang rintik hujan turun seakan menjadi saksi kehancuran hati gadis beranak satu itu.
"Semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dan lebih mencintaimu dari pada aku."Bisik tanya sambil terisak.
Rendra akan memberikan pelajaran untuk gadis ****** itu, ia tidak rela keluarga nya di sakiti. Apa lagi sampai Tania berani meninggalkannya maka Rendra tidak akan segan-segan menghabisi Jesika.
Plak!.
Tamparan itu mendarat ke wajah tampan Rendra, ia memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan dari Tomi.
Tomi sudah menyiapkan tiket pesawat untuk Tania bersembunyi di negara lain. Ia ingin memberikan pelajaran kepada Rendra.
"Dady akan urus perceraian kamu." Ucap Tomi tegas tanpa ampun untuk Rendra.
"Dady aku tidak pernah melakukan apa pun dengan Jesika walaupun aku datang ke Apartemen Jesika aku hanya menuruti kemauan dia aku tidak ingin Tania kenapa-kenapa."Tutur Rendra membenarkan.
"Kamu sudah terlambat. Tania sudah pergi dan Takan kembali." Kilah Tomi.
"Dad, aku tidak tahu bagaimana aku tanpa Tania." Rendra berlutut dihadapan Tomi.
Tomi menepis tangan Rendra, ada rasa tidak tega melihat putranya, tapi ini semua untuk kebaikan Rendra.
"Dady tidak bisa bantu kamu, Tania sudah berpesan kalau dia tidak akan kembali, dan Tania pun tidak mengatakan apa pun sama Dady dia hanya berpamitan."
Satu bulan sudah Rendra tanpa Tania, tapi Tania tetap memantau perkembangan Rendra.
"Maafin aku Mas, aku tidak akan kembali sebelum kamu benar-benar berubah menjadi ayah yang baik untuk anak kita."Berbisik hati Tania.
.
Hidup Rendra hancur pakaian berantakan wajah kusut, biasa segala sesuatunya Tania yang menyiapkan tubuhnya menurun drastis.
"Dad aku kasihan melihat Mas Rendra."Ucap Lirih Tania dari Vidio Call Tomi.
"Tahan Tania, biarkan dia menyesali perbuatannya."
Tania tengah menguatkan diri, beberapa kali Tania meremas jari jemarinya untuk menenangkan hatinya. Ia tertegun melihat kondisi Rendra yang berbuah drastis 80 Drajat hancur.
Maafin aku Mas...., Tania terisak memeluk bantal membenamkan wajahnya di atas bantal. Tania pun merasakan Rindu pada Rendra tapi ia harus menahan diri untuk meyakinkan bahwa Rendra benar-benar berubah.
__ADS_1
...----------------...
Terimakasih yang sudah mampir dan memberikan like dan komentar nya.