
Hasrat untuk mendapatkan Tania kembali ia sudah yakin. Bahakan Rendra pun siap untuk berhadapan dengan Abercio Sanjaya. Walaupun sebenarnya Tania tidak pernah menanggapi Abercio bahkan Tania sendiri ingin menghancurkan reputasi Abercio menurut Tania Abercio terlalu sombong akan kesuksesan nya.
Sementara itu Tania berada di barisan kursi para investor yang datang menghadiri Meeting penting perusahaan.
Mata nakal Abercio membulat sempurna ia terus melirik Tania yang sedang berdiri di layar proyektor. Tubuh seksi Tania terpancar dengan indah body painting dengan jelas terexpos.
"Pria itu benar-benar menyebalkan! rasanya ingin sekali aku congkel matanya." Gumam Tania.
"Oke kalau sudah jelas kita akhiri meeting hari ini, Terimakasih atas kehadiran beliau semuanya."Ucapan Tania saat mengakhiri meeting nya.
Kemudian Tania merapihkan alat kerjanya lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Tania tunggu" panggil Abercio.
Tania menoleh ke sang pemanggil, yang jelas suara itu sangat familiar."Pak Abercio ada yang perlu saya bantu?"
"Tidak, aku hanya ingin mengundang mu makan malam apa Nona Serena bersedia?" tanya Abercio.
"Maaf sekali tuan Abercio sepertinya aku tidak bisa masih ada urusan yang harus aku selesaikan."Tolak Tania
Tania pun melangkah kan kakinya, seketika langkah terhenti tangan Tania di tarik oleh Abercio. Sepertinya Abercio tidak puas dengan jawaban Tania.
"Tolong lepaskan tangan saya Tuan" Pinta Tania pada Abercio untuk melepaskan genggaman nya.
"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum aku menyetujui permintaanku untuk makan malam." Permintaan Abercio sedikit memaksa.
"Lepaskan tanganku kalau tidak aku akan."
Ucapan pun terpotong oleh pria blasteran Jerman itu.
"Kalau tidak, mau apa atau kamu mau Teriak silahkan disini hanya ada kita tidak ada yang lain.
"Sial! aku terjebak dengan pria brengsek." Gumam Tania.
Aku harus cari sela untuk pergi dari hadapan pria brengsek ini.
"Oke aku bersedia tapi tempat aku yang menentukan, aku tunggu jam 8 malam di restoran xx Jakarta Selatan, lepaskan tangan aku."
"Oke cantik aku tunggu janji mu."Ucap Abercio dengan senyaman nakal nya.
Cih! aku muak lama-lama disini. Ucap Tania dalam hatinya.
Tania pun segera pergi dari hadapannya. Tania masuk kedalam mobilnya, ia melaju kencang menuju kediamannya, pikirannya berkecamuk dengan pilihan antara mendatang dan tidak menepati janjinya pada Abercio. Antara dua pilihan datang menemui Abercio atau menghilangkan rasa gengsinya dan minta bantuan Rendra. Satu-satunya cara untuk menghindari Abercio hanya Rendra.
Tak terasa perjalanan nya tiba di kediaman Tania langsung memarkirkan kedalam garasi mobilnya.
"Selamat sore Non tadi ada datang mencari non Serena." kata Pak Nurdin sang penjaga rumahnya.
"Siapa pak?" Tanya Tania by.
"Anak usia 13 tahu tampan tubuhnya tinggi hidung mancung."Pak Nurdin menjelaskan sedetail mungkin.
Andhra?. Gerutu Tania.
"Dengan siapa dia datang pak?" Tania semakin penasaran.
"Menggunakan taksi online Non, bapak sudah minta dia menunggu tapi sepertinya anak itu sangat buru-buru dan langsung pergi lagi." sambung Pak Nurdin.
"Baik pak terimakasih atas informasinya."
Siang itu Andhra diam-diam menemui Tania di kediamannya tanpa sepengetahuan Rendra, saat datang Tania tidak ada di kediaman Andhra pun segera pergi lagi dari kediaman Tania. Ia takut akan Rendra mengetahui kalau ia tidak ada di kamarnya.
Tania merogoh kantong saku tasnya mengambil benda pipih di dalam tasnya. Tania segera menghubungi nomor Andhra. Alhasil Nomor pun tidak bisa di hubungi, pasalnya ponsel Andhra di sita oleh Rendra.
"Ponsel nya tidak bisa di hubungi." Gerutu Tania.
Saat itu pula Tania mulai panik takut terjadi apa-apa dengan putra semata wayangnya itu.
Mas Rendra! 'ya Mas Rendra aku harus hubungi dia.
Tut...Tut...Tut. Terhubung dengan nomor Rendra.
"Halo ada apa?" jawab Rendra singkat.
"Tidak ada hanya saja aku tiba-tiba kepikiran Andhra apa dia baik-baik saja?"
__ADS_1
"Ya baik-baik saja, apa perduli mu?"
Huf sabar Tania," Tania menghembuskan nafasnya ke langit, aku harus bisa meyakinkan Mas Rendra agar aku bisa menemui Andhra.
"Mas Rendra yang terhormat ijinkan aku bertemu dengan putraku ya?" Tania mohon pada Rendra.
"Lima menit tidak lama" Rendra memberikan sedikit waktu untuk Tania.
"Mas yang benar saja 5 menit" protes Tania.
Tania hanya bisa menghela nafas panjang nya, karena ulah Rendra yang sangat tidak tidak adil.
"Baiklah, kalau tidak mau aku matikan telepon nya."
"Tunggu! baik lah 5 menit aku akan segera kesana."
Rendra tertawa ia merasa menang, sebenernya Rendra pun berharap Tania datang untuk menemani kesunyiannya.
Tania pun berlarian terburu-buru menuju mobilnya lalu ia pergi menuju kediamannya Rendra. Kira-kira 30 menit Tania tiba di kediaman.
Tin...Tin...Tin.
Melihat kedatangan mobil mang Udin pun berlarian membuka gerbang. Tania menurunkan kaca mobilnya."Selamat sore mang Udin" sapa Tania.
"Sore Neng Serena, cari tuan muda ya?" Mang Udin coba menebak pemikiran Tania.
"Iya mang, pak Rendra ada di rumah?" Tania Tania.
"Ada neng masuk saja" Ujar mang Udin.
"Baik lah..., terimakasih mang aku masuk dulu ya." Kata Tania.
Kemudian tania melanjutkan mobilnya dengan pelan, lalu memarkirkan mobilnya sejajar dengan mobil Rendra.
"Hai pindahkan mobil mu, itu parkiran khusus." Saut Rendra dari depan pintu utama.
Tania menarik nafasnya, menatap wajah Rendra dengan bola mata mendelik.
"Kenapa menatap ku seperti itu? aku bilang pindahkan" Kali ini Rendra sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Aku hanya sebentar" jawab Tania kesal.
"What! 1 juta sudah gila ya mana ada parkiran 1juta perjam" protes Tania.
"Ya sudah kalau tidak mau, cepat pindahkan"
Dasar! pria ngeselin! kenapa sih ada pria seperti dia di dunia ini. Gerutu Tania sambil melangkah menuju pintu utama. Ia tidak perduli dengan ucapannya untuk memindahkan mobilnya.
Emang enak aku kerjain. Batin Rendra sambil menyunggingkan senyumnya.
Tepat depan pintu Tania menghentakkan kakinya sedikit menepis pundak Rendra hingga hampir terbentur pintu.
"Hai hati-hati dong!." Sungut Rendra.
"Segitu saja lemah."Ucap Tania ketus.
Kemudian Tania melanjutkan langkahnya menuju kamar putranya.
Tok Tok Tok.
"Masuk."
Tania memutar kenop pintu kamar pun terbuka."Hai jagoan sedang apa kau?"
Andhra mendongak ke atas."Jangan panggil aku seperti itu aku sudah besar bukan anak kecil lagi."Protes Andhra tidak suka.
"Sorry deh, kau sedang apa? hemm katanya kau kerumahku, ada apa?"
Seketika Andhra beranjak dari tempat tidur membungkam mulut Tania.
"Berisik sekali kau, kalau papi dengar bisa di hukum, apa kau senang melihat ku di hukum?, ish jorok sekali ludah mu nempel di tanganku."
Tania pun Mengatup kan bibirnya."Oke aku tidak akan bilang tapi ada syaratnya"Tania bernegosiasi dengan putranya.
"Kau suka sekali taruhan, apa yang kau inginkan?"
__ADS_1
Tania dan Andhra bercakap-cakap di lengkapi dengan canda dan tawa
Sementara itu di balik pintu Rendra menetapkan pendengaran nya. Obrolan mereka tampak serius dan alot.
"Mereka begitu hangat rasanya ingin sekali ikut gabung dengan mereka. Tapi itu tidak mungkin, yang ada makin besar kepala tuh Tania." Rendra bergumam di balik pintu, mencondongkan tubuhnya menempelkan telinganya.
'Ah apa yang ku dengar ini 'Ah yang bener saja aku cemburu dengan anakku sendiri.
Dan pintu itu terbuka. Brak!
Au!.
"Pak Rendra sedang apa disini? kenapa tidak masuk saja" Tania menegur nya.
"Siapa juga yang mau, aku hanya tidak ingin kau meracuni pikiran anakku." tepis Rendra.
Tania mengangkat ujung bibirnya, Tania menyentuh dadanya sedikit menggoda. Tubuh pria tampan itu semakin jelas terlihat Degup jantung Rendra semakin cepat. Semakin lama Tania menyentuh wajahnya Rendra semakin gelisah, Suhu tubuhnya baik. Tenggorokan mendadak kering dan minta di basahi.
Tubuh gadis cantik itu terhimpit oleh Diding dengan tubuh Rendra. Dada Tania nampak naik turun membuat milik Rendra yang terkurung mendongak naik tegangan tinggi.
'Bisa gawat kalau kebablasan, Tania mencolok mengatur nafasnya.
"Kalian sedang apa?" Andhra pun mendapati kedua orang tuanya bercumbu di depan kamarnya.
Rendra pun reflek mendorong tubuh Tania hampir jatuh.
"Ah! tidak ada apa-apa hanya saja papi mu sedikit terganggu dengan kehadiran ku."Tepis Tania.
"Apa bener seperti itu Pi?"
"Hemm sudah lah lupakan saja." Rendra Gontai melangkah pergi menunduk seperti memikul beban di punggungnya.
Malu sudah pasti karena aksinya di ketahui oleh putranya.
Sementara itu Tania ingin sekali melepaskan tawanya selepas-lepasnya.
"Kau tidak apa-apa Tante?"
"Tidak apa-apa, baik lah Tante harus pergi karena Tante ada janji dengan orang di restoran xx nanti malam."
"Apa kau mau kencan?"
"Tidak sayang hanya saja kalau Tante tidak datang Tante pasti kena masalah dengan orang itu."ungkap Tania.
"Apa dia begitu penting untuk mu?" tanya lagi Andhra penasaran.
"Apa dia pria?"
Tania menganggukkan kepalanya."Baik lah aku harus pergi jaga dirimu baik-baik oke kalau ada apa-apa kabari aku ya" Ucap Tania sambil mengacak rambutnya.
Tania pun pergi meninggalkan Andhra yang masih berdiri mematung di depan pintu kamarnya. Andhra menatap punggung kepergian Tania.
"Papi..." Panggil Andhra, sambil mencari kebenaran Rendra.
"Ada apa teriak-teriak"
"Pih boleh tidak malam ini aku ingin makan malam di restoran xx Jakarta Selatan"
Rendra mengerutkan keningnya merasa ada yang aneh dengan permintaan putranya, biasanya Andhra paling tidak suka dengan karamaian.
"Pih. Kok bengong sih jawaban dong" protes Andhra.
"Baik lah, nanti malam kita makan malam di luar." Jawab Rendra sambil membaca berkas kerjanya.
'Yes akhirnya aku bisa melihat Tante dengan siapa makan malam. 'Aku harus menggalakkan makan malamnya.
Lagi-lagi Rendra menerka apa yang ada di pikiran putra nya."Kenapa masih disini, terus kenapa kamu senyum-senyum."
"Ah tidak apa-apa baik lah aku akan kembali ke kamar dan jangan lupa jam 8 kita makan malam."
"Hemm..." hanya hemm yang keluar dari mulut Rendra.
Setelah Andhra keluar dari ruangan kerjanya Rendra tersenyum. Tumben amat tuh anak manis biasanya juga selalu dingin. Rendra bergumam.
Ya begitulah Andhra yang selalu dingin pada semua orang, jarang sekali bicara. Ia manis hanya dengan opah nya Tomi, selebihnya hanya diam dan bicara seperlunya. Kali ini Andhra menunjukkan sikap manisnya hanya kerena ingin menggalakkan makan malam Tania.
__ADS_1
...----------------...
Terimakasih yang sudah mampir\=\=\= di karya kecilku.