Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 25


__ADS_3

Malam berganti pagi cahaya matahari cerah menerobos gorden, Tania masih lelap dalam tidurnya, seakan matahari menjadi saksi percintaan sepasang suami istri yang terjadi tadi malam.


Rendra bergegas menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya, sebelum ke kantor. Tania meraba tubuh suaminya, kosong tak ada sosok suaminya disampingnya.


"Mas....," Panggil Tania


Tak ada jawaban dari Rendra suara air mengalir Tania menebak kalau suaminya berada di kamar mandi, Tania pun inisiatif untuk menyiapkan teh dan satu helai roti.


"Non biar mbok saja non tunggu di kamar saja." kata mbok melihat Tania mengoles roti dangan selai stroberi.


"Nggak usah mbok, mbok kerjakan yang lain saja ya." ujar Tania.


Rendra keluar dari kamar mandi tak nampak sosok Tania ditempat tidur.


Tania kemana?. Gerutu Rendra


Rendra melangkah mendekati lemari pakaian mengambil beberapa potong pakaian kerjanya, lalu Rendra memakai bokser dan koas dalam, lanjut membuka laptop mengecek email masuk.


Mas..., kamu sudah selesai mandinya?. Saut Tania sambil membawa kopi dan roti di atas nampan.


Rendra tersenyum menatap Tania."Andhra mana sayang?." tanya Rendra


"Lagi sama suster di ruang keluarga." jawab Tania.


Kemudian Tania duduk di pembatas kursi di atas Rendra duduk tangan melingkar di bahu Rendra.


"Mas....," panggil Tania


"Hem..., ada apa?. Kamu sudah pastikan lokasi strategis dekat mana?." tanya Rendra sambil mengetik laptop


Tania menutup laptop nya."Sebentar dong Mas.., setiap sudah ketemu laptop pasti aku di cuekin." kata Tania meraih dagu Rendra.


Aaaau!. Kaget Tania


"Apa sih?, serius amat. Ada apa?." Rendra menarik tumbuh Tania duduk di pangkuannya.


"Itu loh Mas.., boleh tidak kalau aku di gantikan temanku?." kata Tania.


"Nggak boleh." jawab Rendra mencium bibir Tania.


"Kenapa?." tanya lagi Tania.


"Aku lebih baik orang lain, kalau teman kamu tergoda suamimu yang tampan ini, bagaimana?." ujar Rendra.


"Tidak mungkin lah Mas...," bantah Tania.


"Yakin tidak mungkin?, jangan nyesel nanti kalau tiba-tiba teman kamu itu suka sama aku, itu cuma teman saudara saja melihat kamu bahagia, kapan saja bisa di tikung, jadi!. aku tidak mau, titik. Sudah ah.., aku mau lihat junior dulu." ujar Rendra.


"Mas...," panggil Tania.


"Apa lagi sih?, kalau aku bilang nggak ya nggak, jangan maksa." protes Rendra.


"Terus siapa yang akan kamu pilih, untuk gantikan aku Mas?," ucap Tania sambil mengekor Rendra.


"Kamu aja yang pilih, syarat nya singel cantik dan seksi." jawab Rendra sambil menuruni tangga.


"Ih...!, itu mah mau kamu kan?, nggak bisa harus sudah berumur, dan tidak singel." kata Tania.


"Kenapa?, bukan nya itu syarat jadi sekertaris." ujar Rendra.


"Nggak boleh?." protes Tania.


Aku hanya ingin menguji kamu aja, apa ada cemburu kalau aku mencari sekertaris muda dan seksi.


Rendra mengangkat anaknya dari stroller baby, lalu melangkah ke arah taman untuk berjemur matahari pagi masih cerah baik untuk tubuh bayi. Gerutu Rendra katanya.


"Kata siapa Mas...?," tanya Tania penasaran


"Mommy tidak pernah di jemur makanya lemah sayang." sindir Rendra.


"Ish..., sok tahu kamu Mas..," jawab Tania.


Setelah berjemur Rendra dan Tania kembali masuk ke dalam rumah, dan menitipkan Andhra ke suster."Sus titip Andhra ya saya mau siap-siap ke kantor." ujar Rendra.


"Baik pak." Kata Suster lalu suster mengambil alih Andhra dan tangan Rendra.


Tania memasang dasi di kerah kemeja hijau bergaris-garis hitam." Mas.., boleh tidak kalau aku ingin membuka usaha spa?." rengek Tania.


"Boleh, tapi khusus wanita, tidak terima pria, emang sudah ada tempat untuk kamu buka?."


"Rencananya aku ingin buka spa muslimah, yang intinya seperti yang kamu mau hanya khusus wanita, spa lengkap dengan salon kecantikan dan menjual produk scincare, juga makanan didalamnya." Ucap Tania usaha yang di pintanya.


"Berapa?, modal usaha pertama yang kamu butuhkan?." tanya Rendra.

__ADS_1


"Perkiraan 500jt Mas, kurang lebih nya nanti aku minta lagi." kata Tania.


"Oke, nanti Mas.., transfer sekarang mas ke kantor dulu sudah telat." ujar Rendra.


Tania membantu membawa tas kerja Rendra, lalu keluar dari kamar menghantar Rendra ke mobil.


Rendra mencium kening Tania dan juga anaknya."Papi ke kantor dulu ya sayang, kamu jaga mommy di rumah."


"Hati-hati Mas, jaga mata."


"Jaga hati, gitu kan?, siap Bu negara.." Rendra memotong ucapan Tania.


"Papi sudah pintar." kata Tania.


Setelah Rendra pergi suasana rumah jadi sunyi hanya celotehan Andhra dan suara televisi, Tania membuka ponsel nya melihat lokasi yang akan dia ambil untuk usaha spa nya. Tiba-tiba Tania melihat caption Instagram akun milik intan. Dia memposting foto bersama Rendra, sedang berjalan gandeng tangan di sebuah Mall.


Kurang ajar!, berani-beraninya dia memposting foto bersama suamiku, dasar cacing tanah!.


"Suster, aku titip Andhra ya saya mau keluar sebentar."


"Baik Bu."


Tania meraih kontak mobilnya, ia langkah cepat masuk ke dalam mobilnya. Tania menginjak Gas, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saking emosinya dia tidak perduli kan keselamatannya, wajahnya penuh amarah Tania tidak terima kalau intan sembarangan memposting foto bersama suaminya.


Tiba di rumah berukuran sedang dengan halaman yang cukup asri, Tania menepikan mobilnya di luar pagar.


Tania mendorong pagar yang terbuat dari kayu, Namun rumah terlihat sepi.


Dor...Dor...Dor. Tania menggedor pintunya.


Tidak lama kemudian pintu terbuka nampak intan baru bangun tidur.


"Tania?."


"Heh!, maksud kamu apa memposting foto bersama suamiku?." Tania Tania sudah geram dengan intan yang selalu buat ulah.


"Mari silahkan masuk?." kata intan


"Tidak usah basa-basi, jawab pertanyaan saya!." Tania membentak keras intan.


"Tidak usah betak-bentak, kamu yang merebut Rendra dari saya, sekarang kamu tanyakan saja pada suamimu, seperti apa aku dan suamimu dulu, kamu tidak berhak melarang rendah memposisikan aku sebagai musuh, yang tidak boleh ini lah itu lah, sejak dia nikah sama kamu hidup Rendra bagaikan terpenjara, dalam situasi yang salah berteman dengan saya." Ucap Intan tidak mau kalah.


Tania geram dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh intan, emosi pun meluap Tania menjambak rambut intan.


Intan pun tidak mau kalah dengan Tania dia menendang perut Tania.


Tania berhasil menahan kaki intan hingga terlentang, Tania kembali menyerang intan mencakar wajah Intan dengan kuku panjangnya.


Intan kesakitan menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang terluka hingga mengeluarkan darah.


"Hapus foto suamiku!, dasar wanita tidak tau diri!, kalau tidak lihat akibatnya." Ancam Tania berlalu pergi meninggalkan kediaman intan.


Rupanya tidak sampai disitu intan kembali berulah dia mengirim foto wajahnya ke ponsel milik Rendra, bukan cuma itu intan juga memposting wajahnya yang terluka.


intan buat caption di Instagram akun miliknya.


Ya ampun akibat istri Presdir tiba-tiba datang menyerang ku." caption di tulisnya lengkap dengan foto wajah nya yang luka. Banyak Netizen yang menanggapi positif dan juga negatif.


Akun milik Tania tiba-tiba di serang oleh beberapa netizen yang berpihak pada Intan.


Tidak punya hati masa istri Presdir seperti pendidikan rendah biasanya menindas orang kecil. Katanya.


Dan masih banyak lagi kata-kata hujatan dari followers intan yang tidak tahu permasalahan sebenarnya yang terjadi.


Tomi pun membaca dan semua rekannya menghubungi Tomi pastikan kalau itu bukan menantunya.


Rendra menghubungi Intan memastikan apakah itu ulah Tania.


Intan memasang sedih ia pura-pura semua itu pur kesalahan Tania tiba-tiba menyerang.


Hiks...Hiks.. Rendra, istri kamu tiba-tiba datang menyerang ku dan mencakar wajahku. Intan pun mengadukan kepada Rendra.


"Tidak mungkin!, kalau Tania tiba-tiba menyerang kamu, apa alasan nya?." Tanya Rendra.


"Aku tidak tahu Rendra, aku pun tidak mengerti." kata intan.


Intan menghapus fotonya bersama Rendra di akun Instagram nya untuk menghilangkan barang bukti.


Rendra bergegas dari kantor menuju rumahnya.


Tania..., Tania..., Teriak Rendra.


"Iya Mas..., ada apa sih Mas..., teriak-teriak, kok kamu sudah pulang?."

__ADS_1


"Tania kamu apakan Intan?." tanya Rendra


"Oh! rupanya dia ngadu sama kamu?."


"Jawab, saja. Kelakuan mu seperti preman yang tidak punya aturan.!." Sungut Rendra.


"Cukup! ya Mas..., aku tidak akan berbuat seperti itu kalau saja dia tidak buat aku marah."


"Intan bilang kamu tiba-tiba datang menyerang dia."


"Terus kamu percaya?."


Tok..Tok..Tok.


Bibi membuka pintunya nampak pihak kepolisan yang datang.


"Selamat siang."


"Selamat siang Pak."


"Benar ini kediaman Bu Tania?." tanya pak polisi.


"Benar ini rumah Bu Tania, ada apa ya pak?." tanya Bibi.


"Apa Bu Tania ada di rumah?." kata pak polisi.


"Ada pak, mari masuk pak, biar saya panggilkan Bu Tania di dalam kamar." Ujar Bibi gugup


Ya Allah ada ya,, batin bibi


Non..., Non Tania. panggil bibi


"Iya bi ada apa?." keluar Rendra.


"Itu Pak ada pak polisi Den, katanya cari Non Tania." kata Bibi.


Rencanana intan untuk sekarang berjalan mulus, seperti yang dia inginkan menjebloskan Tania ke penjara dan merebut Rendra dari Tania.


"Apa Bi polisi?!." Sontak Tania


"Ya udah bi, sebentar saya keluar?." kata Rendra.


"Baik Den, bibi permisi dulu."


Rendra menganggukkan kepalanya. Lalu Bibi pergi menyampaikan pesan dari Rendra.


"Hayo kita temui." kata Rendra


"Takut.., Mas."


"Hayo, Mas siap pasang badan, tidak usah takut, nyonya Rendra Wiratama harus berani tanggung jawab." Rendra menggandeng tangan Tania menuntun Tania ke menghadapi polisi.


Intan lu, sudah berani main-main dengan keluarga Wiratama, harus tahu siapa aku. Gumam Rendra.


Pak polisi bangun dari duduknya."Selamat siang pak Rendra." sapa pak polisi.


"Selamat siang pak, silahkan duduk pak, ada apa dengan istri saya pak, sehingga bapak-bapak mengharuskan datang ke kediaman saya?."


"Kami dari pihak kepolisan, datang membawa penangkapan terhadap istri anda melakukan kekerasan terhadap nona intan." katanya.


"Boleh saya lihat surat penangkapan nya?." kata Rendra.


Pak polisi menyerahkan selembar kertas bukti nyata dari polisi.


Tania bersembunyi di balik padan Rendra." Jangan takut." Ucap berbisik, Rendra menggenggam tangan erat Tania.


"Baik pak, kita akan datang ijinkan istri saya ikut mobil saya." pinta Rendra.


"Baik pak, silahkan kita pergi sekarang." kata pak polisi.


Rendra menganggukkan kepalanya.


"Mas...,"


"Tidak usah takut, aku akan temani kamu sampai masalah ini benar-benar selesai, percaya lah."


Tania yakin suaminya akan bebaskan dari permasalahan ini.


Sementara intan tertawa puas atas semua rencananya, dia duduk santai selonjor di atas sofa membaca semua komentar.


Kamu berani main-main dengan aku Tania, semoga kamu membusuk di penjara, gue tidak akan mencabut khusus ini. gerutu intan.


Rendra menghantar Tania ke polres Jakarta Selatan, Tania tidak menangis sedikit pun hanya saja dia merasa sedikit ketakutan, karena ini pengalaman pertama dia harus berurusan dengan pihak kepolisan.

__ADS_1


...---------------- yuk mampir baca....


Tak kenal maka tak sayang, tak baca makan tak tahu dalam nya ceria ini, like komen ya All yang mampir terimakasih.


__ADS_2