Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 24


__ADS_3

Hari ini, hari pertama aku kerja di perusahaan, nervous sudah pasti, menjadi sekretaris pengalaman pertama ku, apa lagi jabatan sekertaris pribadi Presdir itu suatu banget, eits dia suamiku loh tapi di kantor dia tetap atasanku, kadang suka sebal kalau sedang ada pertemuan dengan para investor lalu sekertaris itu dengan sengaja dia menggoda atasan ku, alias suamiku.


"Selamat siang pak, saya ijin makan siang." Tania pamit makan siang karena terlalu lama menunggu Rendra.


"Apa tidak bisa menunggu?." kata Rendra


"Tidak bisa pak, saya sudah lapar, sepertinya perut ku berontak menagih makan." jawab Tania


Rendra melotot menatap tajam Tania."Makan sama siapa?," Tanya Rendra.


"Makan sama Romi dan juga Rika" jawab Tania lalu menutup pintu ruang kerja Rendra


Rendra mungkin bukan pria yang baik tapi setidaknya dia tidak kasar, aku selalu ingin melihat dia hanya ingin memastikan kalau dia baik-baik saja.


Semakin hari istriku semakin membuat aku cemburu, cara dia tertawa cara dia berjalan, tak sedikit orang menanyakan apakah dia masih singel, rasanya ingin aku ajak berkelahi lalu kalahkan dia, kemudian aku berkata dia milikku.


"Pak Rendra apa dia sekertaris mu?." katanya


"Iya betul, dia sekertaris saya." jawab Rendra


"Cantik, penampilannya yang anggun," pria itu memuji Tania.


Wajah yang penuh dengan nafsu memandang Tania membuat Rendra geram dengan investor yang datang siang itu.


"Tapi dia bukan wanita yang bisa diajak jalan." ungkap Rendra tentang Tania.


"Rendra, kalau dia tidak bisa di ajak makan malam sebaiknya berhentikan saja sebagai sekertaris,." ucap nya si investor.


Hari itu aku sedang kacau aku tersulut emosi bandot tua itu berani-beraninya dia meminta aku mengatur jadwal makan malam dengan istriku, hampir saja saya menonjok wajah bandot tua.


Rendra menarik tangan Tania keluar dari ruangan meeting." Kamu dengar apa kata bandot tua itu, dia akan menaruh saham besar asal aku mengatur jadwal makan malam kalian!. cepat ganti pakaian mu." perintah Rendra.


"Mas.., kenapa kamu harus marah karena itu?, aku tidak pernah memberi harapan siapa pun, aku punya kamu yang mencintaiku, aku tidak kekurangan apa pun dari kamu!" jawab tania dengan penekanan di setiap kata yang keluar dari bibirnya.


Rendra memilih pergi meninggalkan Tania. Mengepal tangannya wajahnya penuh amarah Rendra melangkah dengan wajah lurus ke depan.


Pak Rendra di panggil pak Tomi di ruang kerja nya, sekarang." kata sekertaris Tomi


"Bilang saya sibuk!." perintahkan Rendra pada sekertaris papanya.


Dady pasti memarahi ku. batin Rendra


"Mba Diah sampaikan sama pak Tomi sebentar kita datang." kata Tani


"Baik mba Tania, saya permisi dulu."


Tania mengangguk kepalanya, mempersilahkan.


Melihat kedatangan Intan. Tania mengepalkan tangannya. Seseorang dari masalalu Rendra datang lagi mengganggu suamiku, Sementara itu, Rendra begitu antusias menyambut kedatangan nya.


Arg! kenapa selalu mencari pelampiasan di saat kita sedang tidak baik.


"Rendra!." Panggil Tania teriak dengan lantang.


Rendra menengok."Ada apa?," jawab Rendra


"Lepas tangan suamiku!, atau?."


"Atau apa?, kamu disini sekertaris tidak usah ikut campur urusan saya kemana pun, saya pergi." Jawab Rendra.


Tania menatap Rendra bersama wanita bagaian masalalu Rendra, dia melangkah pergi dengan melingkar tangannya di lengan Rendra.


Wow!, dia mulai ngajak perang!. Batin Tania


Di parkiran Rendra menepis tangan intan." drama kita selesai." kata Rendra


"Rendra aku masih sangat mencintai mu, apa tidak ada kesempatan untuk aku?."


"Jangan pernah mimpi, bayaran kamu anggap saja untuk membayar hutang-hutang orang tua kamu, sekarang pergi lah dari sini." Rendra mengusir Tania pergi dari hadapannya.


Melihat Romi Tania menghadang Romi.


"Romi..., kamu mau kemana?." tanya Tania


"Pulang lah, kan sudah jam pulang, kamu nggak pulang?, atau lagi nunggu Rendra?."

__ADS_1


"Kita ke kafe xx yuk, temani gue come on, temani gue please." Tania menarik tangan Romi dengan paksa.


"Woy! jatuh Tania rese nih...," Protes Romi.


Masuk ke dalam mobil Tania mengemudi Romi duduk santai di samping Tania.


Sejujurnya ini acara konyol untuk aku buat Mas Rendra cemburu hanya dengan cara ini buat dia jera, gumam Tania.


"Lu lagi berantem lagi ya sama Rendra?." tanya Romi menatap lurus jalanan.


"Bukan urusan lu." jawab Tania ketus


"Oke bukan urusan gue, tapi kalau Rendra melihat gue jalan sama lu, lalu dia tanya apa yang harus gue jawab?, dia pasti marah besar sama gue." kata Romi


"Lu tenang aja ini nggak lama." timpal Tania


Mobil belok arah sebelah kanan Tania membelokan mobilnya di sebuah cafe lalu mencari tempat parkir yang tak jauh dari lobby cafe.


"Hayo turun?." Ucap Tania


Mata Tania mengitari area parkir tak nampak Rendra di sana.


"Cari siapa Nia?." Tanya Romi


Nia panggilan Romi untuk Tania. Romi selalu memanggil dengan sebutan singkat.


Ceek. keluar dari bibir Tania Ia merasa kecewa tak mendapati Rendra di cafe tersebut seperti yang di ucapkan Renda pada intan.


Tania merogoh ponsel di dalam tasnya. Tania menghubungi rumahnya.


"Halo Bi ada Mas Rendra di rumah?."


"Ada Non, dari tadi main sama Aden kecil dikamar."


"Oke deh bi terimakasih ya." saut nya Tania dari saluran ponselnya.


"Iya Non, sama-sama."


Tania menutup telponnya."Romi kita balik, lu mau kemana?, biar gue hantar." kata Tania.


"Oke deh, thanks ya waktunya gue duluan bye."


"Oke hati-hati."


Kembali ke arah selatan Tania mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju kediamannya, menempuhnya 1 kilo saja Tania tiba ditempat, Tania memencet klakson.


Tin...Tin..Tin.


Mang Udin lari-lari mendorongnya gerbang, Tania menurunkan kaca mobilnya.


Selamat sore Non." Sapa Mang Udin


"Sore Mang, terimakasih Mang saya masuk dulu ya Mang."


"Mangga Non."


Mang Udin mendong kembali gerbang nya lalu mang Udin melanjutkan pekerjaannya memotong rumput.


Tania memasuki rumah nada sepatu haihels. Tak...Tak..Tak.


"Non, Den Rendra dari tadi nungguin Non." seru Bibi.


"Oke Bi terimakasih, oh ya Mas Rendra sudah makan belum?." Tania tanya sama bibi


"Sudah bibi tawarin tapi nanti saja." katanya


"Ya sudah, Bi saya masuk dulu ya."


"Iya Non."


Tania mendorong pintu kamar melihat pemandangan indah di sebuah kamar seorang bapak sedang memakaikan pempres.


Hai anakku sayang, maaf ya mommy telat pulang karena tadi lihat jin pendamping papi mu datang. Ucap Tania penuh dengan penekanan.


Rendra melirik kesal karena ucapan Tania begitu menusuk hatinya.

__ADS_1


"Depan anak tidak pantas kamu bicara seperti itu, aku tidak sama sekali jalan sama dia." Jawab Rendra memilih pergi meninggalkannya


Malam itu sepertinya aku di ciptakan untuk selalu mendampingi mu, rasanya berat kau pergi saat dia sedang meluapkan kemarahannya.


Mas aku Rindu bersama kamu saat kita tinggal di rumah Dady.


"Suster...," panggil Tania.


"Iya Bu..," jawab suster menghampirinya


"Aku titip Andhra ya, saya mau siapkan makan bapak bapak dulu." kata Tania


"Baik Bu."


Tania pun menghampirinya Rendra di ruang tamu, dia duduk disampingnya wajah Rendra nampak tidak ada rasa marah terhadap Tania.


"Mas..," Ucap Tania menggelayut


"Hem..," jawab Rendra singkat sambil memainkan remote televisi entah apa yang ingin dia nonton.


"Masih marah?."


"Nggak." jawab lagi Rendra singkat.


Cup.


Kecupan mendarat sempurna di pipi sebelah kanan Rendra."Kita makan dulu yuk." ajak Tania


"Hem" Hanya Hem yang keluar dari bibirnya


Kamu tahu Tania?, aku cemburu aku marah aku kesal, ada pria lain terang-terangan meminta aku menjadwalkan pertemuan makan malam dengan sekertaris ku, kamu itu istriku, apa gajiku kurang cukup besar semua yang aku kasih sama kamu, aku benar-benar tidak suka ada pria lain yang coba mendekati istriku. Batin Rendra


"Hayo Mas..., makan dulu." saut Tania


"Masih kenyang kamu makan aja." jawab Rendra.


Kemudian Rendra kembali ke kamar, dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Dua jam menuju malam, kamar serasa sunyi Rendra diam tak satu kata pun keluar dari bibirnya.


Aku tahu kamu diam acara kamu agar aku tidak lagi aku bekerja.


Aku akan berhenti kerja. ucap Tania


Rendra membalik badan menghadap Tania, Rendra memastikan kalau apa yang di ucapkan nya benar-benar bukan hanya sekedar meredam emosi Rendra sesaat.


"Yakin?."


Tania mengangguk kepalanya." Iya Mas.., kalau kerja ku hanya buat kamu marah, mungkin cara resign kamu bisa kembali seperti dulu, aku cukup menjaga anak saja." kata Tania


"Aku kasih pilihan usaha apa yang kamu sukai, agar tetap ada kesibukan." ujar Rendra.


"Hem..., apa ya?." Tania mikir sejenak


Meskipun berat ia harus meninggalkan pekerjaannya, menjadi sekretaris adalah impian, tapi melihat hubungan semakin hari semakin renggang Tania memilih untuk resign dari kerjaannya.


"Kalau aku ingin di bukakan usaha kue boleh?." tanya Tania


"Boleh tapi dengan satu syarat, kamu tidak boleh terlalu mengandalkan suster untuk merawat Andhra." jawab Rendra


"Setuju."


"Nanti aku minta orang suruhan ku, untuk cari tempat yang strategis, yang tidak jauh dari rumah juga, kalau ada kalau tidak ada jauh pun tidak apa-apa, sekarang tidur sudah malam." Rendra mengecup kening Tania.


"Good night my wife."


"Good night my husband."


Tarik selimut Rendra dan Tania pun istirahat setelah satu hari penuh aktifitas;


...----------...


...----------------Yuk mampir lagi....


Baca yuk All dukung karya ku ya dengan menglike komentar juga Rate ya terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2