
Membayangkan saja tidak pernah, apa lagi aku mencintai wanita yang tidak pernah menjaga etitud yang sudah aku buat, dia berani main-main dengan ku. Lihat Vania apa yang bisa aku lakukan untuk memberikan pelajaran untuk kamu.
Rendra menepis bahu Vania Larissa, sedikit kedipan mata untuk Vania mampu menggetarkan hatinya. Seperti ayam di potong lehernya kelepek-kelepek, seketika.
Rendra mulai memainkan dramanya, Sementara Vania hatinya berbunga-bunga karena pikir Vania mendapatkan peluang untuk menjadi kekasih gelapnya. Kemudian Vania mengikuti langkah Rendra masuk ke dalam ruangannya, dengan langkah mengontai berlenggak-lenggok menghampiri Rendra.
Meraba pundak Rendah yang bersandar di kursi kebesarannya.
"Vania tubuh ku rasanya pegal sekali apa kamu bisa pijit aku?."
"Tentu bisa, hayo pak saya akan pijit bapak di kamar kan?."
"Oh..!, tentunya tidak di kamar ini, kerena kamar ini, khusus untuk aku dan istriku bercinta setelah pulang kerja aku tunggu di hotel xx jam 7 malam jangan sampai tepat karena aku tidak suka menunggu."
"Baik pak, kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya."
"Iya silahkan."
Rendra tersenyum sinis, itu cara Rendra mempermainkan Vania. Kemudian Rendra memencet tombol ponsel nya lalu mengirim pesan ke salah satu temannya yang baru kembali ke Indonesia.
"Lexsi, lu temui gue nanti malam di hotel xx jam 7 malam jangan sampai telat."
"Oke bro, gue pasti datang.., party bro?."
"Pastinya." balas Rendra.
Hem. Cihh!. Vania Larissa kamu udah berani main-main dengan Rendra Wiratama. gerutu Rendra penuh dengan penekanan.
Waktu pulang kerja Rendra pulang lebih awal dari perkiraan Vania. Rendra menghampiri meja Vania, mengedip kan matang.
Vania mengangguk kepalanya, begitu senang menerima kedipan mata dari seorang pria Casanova.
Mungkin dengan cara ini aku bisa mengeluarkan kamu dari perusahaan ku, kamu hanya akan menjadi virus yang kapan saja bisa menghancurkan hubungan keharmonisan rumah tanggaku. Maafkan aku Vania kalau aku harus lakukan ini pada kamu, aku tidak mungkin memecat karyawan ku dengar alasan rumah tangga ku, rasanya tidak etis saja jika memecat mu, dengan urusan pribadi.
Rendra menemui Lexsi. Di apartemen milik pribadi Lexsi.
Teng tong. Tidak butuh lama Lexsi membuka pintunya.
"Hai Bro?,how are you long time no see."
Ramai saling tertawa terbahak-bahak." Oh! ya Bro ada apa?, bukan kah lu, minta gue datang di sebuah hotel?." Tanya Lexsi penasaran dengan kedatangan Rendra.
"Iya gue minta bantuan lu nih Bro." kata Rendra.
"Wow!, seorang Rendra Wiratama datang minta bantuan?, gue nggak yakin." Ujar Lexsi.
Tiba-tiba ponsel Rendra berdering, muncul di kontak Andhra.
"Halo boy, come home soon."
Lexsi bingung mengerutkan keningnya, kedua bahu dan tangannya mengangkat heran.
"Boy kenal kan ini Om Lexsi."
"Hai..., what's your name handsome boy?."
"My name is Andhra."
__ADS_1
"Oke boy sebentar papi pulang."
'Oke Pap, jangan lupa bawa kan aku nasi goreng seafood." kata Andhra.
"Oke bye."
Lexsi heran setahu Lexsi Rendra masih singel rasanya tidak mungkin sementara putranya usia 5 tahun.
"Bro, lu serius itu anak lu?." tanya lagi Lexsi.
"Tentu, dia putra ku, aku menikah di jodohkan dengan Sabahat Dady ku, tapi berjalan nya waktu aku cinta sendiri, dan membuahkan hasil anak yang tampan dan cerdas, lu mau tahu saking cerdas nya, kalau dia marah langsung ke perusahaan, semua komputer dia kunci." Ungkap Rendra.
"Wkwkwk...!, seru kapan-kapan boleh dong lu, temui anak tampan itu sama gue?." Seru Lexsi.
"Boleh, hati-hati saja." kata Rendra.
"Hati-hati?, maksudnya hati-hati?."
Rendra pun mulai menjelaskan tentang Andhra.
"Dia suka minta ini itu, siap-siap saja dompet mu terkuras." Ujar Rendra
"Makin penasaran gue sama anak lu, lalu Istrimu, seperti apa tentu dia jelek dan menyebalkan, ya kan?."
"Wey! sembarangan lu, Sudah kita kembali ke topik utama, lu matikan semua lampu di kamar, lu buka baju, tapi ingat jangan lu apa-apain dia."
"Tunggu-tunggu!, kenapa dengan gadis itu?."
"Aku akan keluarkan dari perusahaan gue, sepertinya dia akan bawa virus dengan hubungan gue sama isteri gue."
"Oke sip!."
"Oke kalau begitu gue pamit pulang Bro, bini gue nanti nyariin pangeran nya." Canda Rendra.
Lexsi menepuk pundaknya." Lu memang ya, kenapa apa sekarang seorang Rendra takut istri kah?."
"Kalau sampai bini gue ngambek bisa satu Minggu gue nggak di kasih jatah Bro."
Mendengar jawaban Rendra Lexsi tertawa ngakak, sambil mengantarkan Rendra sampai pintu.
Lexsi adalah sahabat Rendra paling akrab disapa dengan sebutan Pria pejuang wanita. Lexsi selalu bisa di andalkan saat ada wanita yang mengejarnya Lexsi lah yang menjadi garda terdepan.
Penasaran seperti apa sih istri seorang pria Casanova macam Rendra. gerutu Lexsi.
Jarum jam menunjukkan pukul 7 malam Lexsi sudah stay di hotel, tidak lupa Lexsi juga mematikan semua lampu kamar. Sebelum Vania datang mengetuk pintu kamar hotel atas nama Rendra.
Vania menghampiri Resepsionis hotel xx tersebut.
"Selamat malam mba ada yang bisa saya bantu?." kata mba penjaga Resepsionis.
"Kamar atas nama Rendra Wiratama?."
"Saya cek dulu ya Mbak, stelah 10.menit mencari daftar nama pengunjung, akhirnya terdapat dalam buku temu pengunjung." Iya mbak tuan Rendra Wiratama ada di kamar 221. Lantai 10." kata Mba nya.
"Terimakasih." kata Vania
Kemudian Vania melangkah pergi ke depan Lift, menunggu Lift tiba di lantai dasar. Setelah Life terbuka Vania segera masuk ke dalam Lift, memencet tombol yang di sebutkan oleh Resepsionis.
__ADS_1
Ting!
Lift terbuka. Vania melangkah keluar dari dalam lift, matanya keliling mencari nomor yang tertera di balik pintu 221.
Sepertinya ini kamar Pak Rendra.
Vania mulai mengetuk pintu kamar tersebut sepertinya kamar tidak terkunci, Lexsi mempersilahkan masuk tanpa harus membukanya.
"Masuk." Saut Lexsi.
"Pak kamar nya gelap sekali?," kata Vania.
"Iya aku sengaja, aku takutkan di sini ada cctv maka biarkanlah lampu tidak menyala."
"Ya sudah tidak apa-apa Pak." Ujar Vania.
"Ya sudah, kita mulai saja buka pakaian mu." kata Lexsi.
Dengan polos nya Vania menuruti perintah Lexsi, membuka semua pakaiannya hanya tersisa pakaian dalam. Vania duduk di pinggir kasur.
Beberapa saat kemudian Rendra datang mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok..Tok..Tok.
Dengan sengaja Lexsi menghidupkan lampu, keluar hanya memakai bokser, dan Vania bersembunyi di dalam kamar mandi atas perintah Lexsi.
Lexsi memberikan kode pada Rendra ia pura-pura tidak mengenal Lexsi.
"Kamu siapa?."
Drama pun di mulai oleh dua pria tampan itu.
"Ini kamar saya." kata Lexsi.
Tunggu sebentar. Lexsi melangkah masuk kedalam kamar mandi menarik Vania yang bersembunyi di dalam kamar mandi hanya mengenakan pakaian dalam saja.
"Vania?, sedang apa disini?."
"Pak Rendra, saya kira dia pak Rendra, maafkan saya pak, saya benar-benar tidak tahu." Vania membela diri.
"Tidak bisa di percaya!, saya kira kamu mencintaiku, ternyata kamu membawa pria lain yang bukan kamar pacar kamu sendiri, apa tidak punya modal untuk menyewa kamar?." Rendra pura-pura marah.
"Saya benar-benar mencintai bapak, sumpah! saya tidak mengenal pria ini pak." bantah Vania.
"Mulai sekarang saya pecat!, ini uang pesangon kamu." Rendra memberikan sejumlah uang 10jt untuk Vania sementara belum mendapatkan pekerjaan.
Anggap saja Vania uang itu untuk menebus kesalahanku.
Balik badan Kembali keluar dari kamar tersebut.
"Pria berengsk! gara-gara kamu aku harus kehilangan pekerjaan. Hiks...Hiks..Hiks." Vania menangis sesenggukan.
Lexsi pun ada rasa kasihan, So! seorang Lexsi merasa kasihan dengan gadis, sepertinya itu bukan Lexsi. Apa kah Lexsi ada benih-benih cinta yang tumbuh dihatinya, sejak awal pertemuan dengan Vania.
...----------------**Yuk mampir guys....
Dukung karya baru ku, tanpa jempol kalian aku tidak semangat untuk Update terbaru**.
__ADS_1