
Mobil melaju dengan cepat, Rendra tadinya senang melihat wanita disampingnya yang notabene nya merupakan Istrinya.
Tania bergidik ada rasa takut menatap wajah Rendra yang terlihat sangat marah, tapi Tania juga tidak bisa menyalahkan Rendra sepenuhnya ini kesalahan Tania itu di akui oleh Tania.
"Hemm.." Tomi memecah keheningan.
Ingatan samar tentang beberapa tahun yang lalu, Rendra sedikit menggeser posisi duduknya.
Tomi melihat dari kaca kecil yang ada di atas kepalanya. Tomi senyum tipis.
Ketika mata mereka bertemu, Rendra mengalihkan pandangannya. Dengan suara Rendah."Kau masih punya hutang untuk menjelaskannya."
Mata Tania melotot rasanya ingin mencakar wajah monster yang menyerupai manusia itu.
"Sabar Tania."Gumam Tania.
Tania mengerucutkan bibirnya, ia kesal mendengar ucapan Rendra yang begitu dingin.
Andhra kebetulan mendengar suara mobil Masuk pekarangan, Andhara menghampiri mobil yang masih berjalan pelan.
Rendra segera turun dari mobil lalu menghampiri Andhra."Andhra kenapa belum tidur?."Ucap Rendra sambil merangkul pundak putranya.
"Sengaja Andhra tunggu Papi pulang."Kata Andhra.
"Tante ada disini juga?." Tanya Andhra pada Rendra.
"Hemm, abaikan saja, dia bukan orang penting."Jawab Rendra ketus.
Tania geram dengan Rendra yang tidak mengakui dirinya, Tania menarik tangan Rendra."Rendra hentikan menganggap aku orang tidak penting aku ini ibunya."Ucap Tania berbisik.
Rendra mengerutkan keningnya."Apa?. Ibu, Ibu yang sudah Tega meninggalkan anaknya demi ambisi dirimu sendiri. Apa itu Pantas di sebut ibu?."
"Aku punya alasan sendiri, kamu tidak bisa menuduh aku seenaknya."
"Kalian sedang apa disitu hayo masuk."Saut Tomi.
Rendra pun berlalu pergi dengan langkah tersenyum miring.
Tania menggetarkan giginya dengan kesal, tapi demi menjaga citra nama baik depan Andhra Tania berusaha untuk menahan kesalnya pada Rendra walaupun hatinya sudah mendidih ke ubun-ubun sejak di dalam mobil tadi.
Tania kembali menghampiri Rendra yang sedang duduk santai di pinggir kolam renang, dengan merendam ke dua kakinya di dalam air. Tania pun duduk ikut serta merendam kakinya.
"Aku salah aku ingin minta maaf."Saut Tania tanpa menoleh.
Rendra segera bangkit dari duduknya berlalu pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Tania dengan menahan sesak di dadanya ia menghembuskan nafasnya ke langit. "Apa kau sebenci itu Mas." Lirih Tania
"Apa kau tidak tahu selama satu tahun Andhra selalu menanyakan keberadaan mu, tapi apa kau perduli, seharusnya kau berfikir sebelum meninggalkan kami berdua, kamu rela mengorbankan kebahagian anakmu demi ambisius untuk mendapatkan nama terbaik di semua kalangan bisnis, aku tidak bangga memiliki istri yang namanya melonjak tinggi di dalam bisnis, aku ingin Tania yang dulu, perhatian dengan keluarga, tapi aku tidak bisa pungkiri tidak ada wanita yang bisa mengganti posisi kamu di dalam rumah ini." Batin Rendra sembari bersembunyi di balik tembok menatap Tania di samping kolam.
Kemudian Rendra pergi ke dalam kamar, menghempaskan tubuhnya diselimuti rasa bimbang dalam hatinya.
Walaupun semua tuduhan nya itu tidak benar, Tania pergi hanya ingin mendapatkan cinta Rendra, dengan sedikit merubah wajahnya lebih cantik lagi, walaupun Tania memang sudah cantik, tapi Tania juga tidak ingin di kalahkan oleh Jesika.
Tania beranjak dari tempat itu masuk kedalam rumah, tiba-tiba melihat Andhra keluar dari dapur. Andhra menatap tajam wajah Tania.
"Apa kau ingin menggoda papi ku, dengan cara kau berpenampilan menarik seperti itu."
"Andhra, apa maksud kamu?."
"Sudah lah, semua wanita itu sama saja, hanya ingin memiliki papi, padahal." tapi kata-kata selanjutnya Andhra mengatupkan bibirnya.
"Kamu mau apa?, biar aku ambilkan, apa kau mau makan?."Tania berusaha mendekati Andhra.
"Sudah lah, saya mau ke kamar, lebih baik kau pulang, punya rumah kan?." Sambung Andhra ketus.
Tania seperti mendapat pukulan keras, dada Begitu terasa sakit, setalah mendapatkan penolakan dari putranya, Andhra.
Tiba-tiba Rendra muncul dari sudut sana."Gimana rasanya di acuhkan oleh anak sendiri."Ucap Rendra pelan.
"Dasar pria brengsek!, kau sengaja kan buat putraku membenci ku.?." Tania mengeluarkan unek-unek nya dengan kesal sumpah serapah keluar dari mulutnya, berusaha menekan amarah nya seperti ingin meledak.
GIMANA Tania. Saut Rendra dari balik pintunya, Tania menetapkan kembali pendengaran nya, seperti ada suara yang memanggilnya.
Tania keluar coba melihat siapa yang memanggilnya. Pintu pun terbuka Rendra menerobos masuk.
"Mau apa kau?."
Rendra memepetkan tubuh Tania ke dinding, menghimpitnya dengan tubuhnya.
Rendra mengendus jenjang leher Tania."Hentikan Mas.." Ucap Tania dengan suara parau.
Rendra menarik pakaian Tania hingga robek lalu menarik tangan Tania."Mau apa kau Mas lepas tangan ku sakit."Tania mengeluh kesakitan.
"Duduk."Perintah Rendra.
"Mau apa?." tanya Tania.
Rendra menyalakan air shower Tania pun di guyur dengan air shower dingin.
"Jangan kluar dari kamar mandi sebelum aku suruh kamu keluar."
__ADS_1
"Tapi Mas.., aku dingin."Rengek Tania.
"Kamu harus terima hukuman dari saya."
Tania pun terpaksa menerima hukuman dari Rendra. Tubuhnya menggigil kedinginan bibir yang sudah mulai membiru. Tania duduk menjongkok memeluk kedua lututnya.
Sementara Rendra duduk di atas tempat tidur dengan satu kaki di angkat.
Biar kamu merasakan dinginnya hatiku selama kamu pergi, ini belum seberapa Tania kamu akan merima kembali hukuman-hukuman yang lainnya.
Tania merasakan pusing kepalanya karena terlalu lama di guyur air.
Rendra menengok jam yang melingkar di tangannya, sudah hampir 1 jam berada di dalam kamar mandi. Rendra pun bergegas menengok Tania berniat untuk mengakhiri hukumnya, tapi di dalam kamar mandi alhasil Tania sudah tergeletak.
"Tania!."Sontak Rendra.
Dengan sigap Rendra menggotong tubuh Tania dan meletakkan tubuhnya di atas tempat tidur, Lalu Rendra mengambil pakaian didalam lemari.
Tania! bangun..., Rendra menggoyang-goyang wajah Tania.
Rendra masih panik lalu menggosok-gosok tangannya biar hangat.
"Maafkan aku Tania, aku tidak ingin membuat mu seperti ini, aku hanya ingin memberikan pelajaran sedikit buat kamu, agar kamu tidak lagi meninggalkan aku." Ucap Rendra sambil menyisihkan rambut yang menutupi wajahnya.
Rendra pun segera menghubungi dokter Ayuda dokter keluarga Wiratama yang menggantikan Jery stelah Jery di pecat oleh Tomi.
"Halo Dok, bisa datang ke rumah sekarang?."
"Siapa yang sakit Rendra?." tanya dokter.
"Sudah Dok kemari lah nanti Dokter bakal tahu."
"Baik lah saya kesana sekarang."
Rendra bernafas lega setelah Dokter sedang tidak sibuk. Dan bersedia untuk datang.
Panas tubuh Tania masih juga belum turun, Rendra mengetuk pintu mbok di kamarnya.
Tok..Tok..Tok.
Kerena waktu sudah larut malam, tentunya semua orang sudah lelap dari tidurnya.
Tok..Tok..Tok.
Tidak ada jawaban dari Mbok, akhirnya Rendra sendiri merebus air dan membuat kan satu gelas teh panas untuk Tania.
__ADS_1
...----------------...
Hai sobat mampir lagi yuk, yang sudah memberikan like komen nya terimakasih banyak ya.🙏