
Tarauma terjadinya kisah pisahkan dengan wanita yang Ia cintai Rendra menghabiskan berbatang-batang rokok di sebuah balkon atas rumahnya, wajahnya kusut bertantakkan.
"Mas..., makan dulu yuk sampai kapan kamu terus begini?."
"Otak pun tidak bisa berfikir jernih, bagaimana?, aku bisa makan untuk berfikir saja rasanya aku buntu, aku tidak habis pikir kenapa Dady senekad ini." Tutur Rendra.
"Mas.., gimana bisa berpikir kalau perut kamu saja tidak di isi, serahkan semuanya kepada Allah sekarang kamu mandi terus solat ashar, minta sama Allah, agar rumah tangga kita baik-baik saja." Ujar Tania.
"Tapi..."
"Sudah hayo kita solat." ajak Tania menarik tangan Rendra.
Tania menuntun tangan Rendra masuk kedalam kamar mandi, Tania berdiri di depan kamar mandi, menunggu Rendra mandi sampai selesai.
Selesai mandi Tania mengambil pakaian Koko dan sajadah. Rendra pun menjadi imam untuk Tania dan anaknya. Keluarga kecil ini bersujud kepada Allah sang pencipta.
Keluarga kecil ini pun menadahkan tangannya Rendra memimpin doa untuk keluarga kecilnya.
Ya Allah engkau maha membolak-balikkan hati manusia, aku mohon jangan biarkan keluarga kecil aku terpisahkan oleh rencana Dady yang niat untuk menjodohkan aku dengan wanita lain.
Aamiin..
Aamiin..
"Papi, Andhra benci Opa!." Ucap Andhra dengan nada ketus.
"Boy.., tidak boleh membenci Opa, bagaimana pun opa itu sangat menyayangi kamu." Tutur Tania.
"Tapi Mommy."
"Usst, sudah ya tidak boleh membenci Opa.., Oke, sekarang kamu hafalan Al-Qur'an, cepat."
"Baik Mom."
"Hapalan apa hari ini?."
"Surat Al Baqarah."
"Siap ya?."
"Siapa Mommy."
"Yuk mulai."
"Zalikal-kitabu la raiba fihi hudal lil Muttaqin"
"Artinya?." tanya Tania.
"Petunjuk bagi mereka yang bertakwa."
"Subhanallah anak mommy, besok kita hapalan lagi oke."
"Oke Mommy."
"Mommy sudah masak, sekarang kita makan yuk, Papi belum makan kan?."
Didik lah anak mu sejak dini, sebelumnya mengenal yang lain, jangan melarang keras anak untuk bermain tapi sebagai orang tua Rendra dan Tania, memberikan batas waktu dimana harus bermain game dan dimana harus belajar ayat-ayat Al-Qur'an.
"Mom, apa aku boleh main game?," tanya Andhra.
Tania saling tatap muka, lalu membolehkan putranya main ponselnya.
__ADS_1
"Boleh sayang, tapi adzan magrib harus sudah selesai."
"Oke Mom, Oke Dady."
Dua hari kemudian Rendra mendapat pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal.
"Pak Rendra, saya tunggu di Restoran biasa kita ketemu, sekarang."
Tania juga mendapatkan pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal.
"Bu Tania saya pemilik tempat yang Bu Tania akan sewa, apa bisa ketemu sekarang?."
"Bisa Bu, Sherlock saja tempat nya saya siap-siap dulu." balas Tania.
Tania pun siap-siap menemui seseorang di tempat yang sudah di Sherlock oleh seorang yang mengirim pesan singkat tersebut.
"Sus, titip anak saya ya, saya keluar sebentar ya."kata Tania.
"Baik Bu,"
Rendra sudah pergi lebih dulu, Tania mengemudikan mobilnya, menuju tempat yang di tuju, tiba disana Tania celingukan sekeliling tempat mencari ibu yang akan diskusi perihal tempat yang akan di sewa oleh Tania.
Tiba-tiba saja di bekap oleh segerombolan orang suruhan Tomi, lalu membopong tubuh Tania ke dalam mobil.
Maafin Dady Tania, akhirnya Dady tahu kalian sekarang saling mencintai, mana mungkin Dady memisahkan kalian.
Orang suruhan Tomi membawa Tania kesebuah Mension mewah disana sudah ada tukang rias pengantin yang sudah menunggu.
"Kalian siapa?." tanya Tania.
"Mbak cepat rias nona Tania, sekarang."
"Baik pak, mari Non."
"Non, saya tidak bisa lepaskan Non Tania dari sini sekarang turuti saja perintah saya." Ucap si pria bertubuh kekar itu.
"Sebaiknya aku ikuti saja apa maunya mereka, dan untuk apa aku berhias."Gumam Tania.
Kemudian pria itu kembali membawa kotak besar di hiasi pita. Tania membuka gaun warna biru, tentunya bukan gaun murah gaun itu tangan design ternama.
Setelah selesai di rias wajahnya. Tania mengganti pakaiannya dengan gaun pesta yang sudah disediakan. Tania mendapat pujian dari seorang yang merias wajah nya.
"Cantik sekali Non,"Ucap tukang rias pun memujinya Tania sambil merapikan rambutnya.
Pujian itu membuat Tania menitikkan air matanya, tiba-tiba teringat Rendra dia tidak tahu kalau Tania berada di satu Mension dengan Tania hanya beda kamar saja.
Rendra menghubungi ponsel Tania sebanyak 20x namun tak ada jawaban dari Tania, jelas saja tidak akan pernah menjawab sebab Ponsel Tania di sembunyikan oleh orang suruhannya Tom.
"Aku harus bisa kabur dari tempat ini, tapi bagaimana?, semua cctv dimana, ya Allah mas kamu dimana?, tolong aku mas." gumam Tania.
"Bagaimana bisa aku menikah, dengan wanita yang tidak pernah aku cintai, Tania maafin aku tidak bisa lagi kabur dari sini, kalau aku kabur, Dady akan bawa Andhra pergi jauh dari kita." batin Rendra.
"Mba..," panggil Tania tukang rias.
"Iya Non?."
"Apa tahu?, untuk apa aku di rias wajahku?."
"Mba, juga tidak tahu Non, mba Hanya mengikuti perintah seseorang yang menggunakan jasa ku." Ucap si Mba.
"Oh.., ya sudah." jawab Tania lesu.
__ADS_1
Helena melirik Rendra seketika tersenyum tipis.
"Kamu senang kan?, sekarang kamu sudah berhasil membuat Dady percaya semua ucapan kamu." Kata Rendra.
"Mas..., aku hanya ingin Om Tomi senang itu saja." Jawab Helena.
"Seharusnya kamu bisa menolaknya, kamu menikah dengan ku, karena harta Dady kan?."
"Hahaha." tertawa Helena.
"Kamu masih remaja, harusnya kamu bisa mendapatkan suami yang sama dengan usiamu."
"Mas Rendra dan kak Tania apa usiamu tidak jauh beda?." balas Helena.
"Itu beda." kata Rendra.
"Apanya?, yang beda, sudah hayo kita keluar sebentar lagi acara akan di mulai." Ujar Helena.
Helena memang remaja tapi cara pola pikir Helena sangat-sangat dewasa, Ia tahu bagaimana cara menghadapi Rendra yang keras kepala.
"Aku tidak akan keluar." Ucap Rendra ketus.
"Oke kalau tidak mau, aku pastikan Om Tomi terkena serangan jantung, apa itu yang Mas Rendra mau?." Ancam Helena.
"Tidak usah mengancam ku!."
"Aku tidak mengancam mu, itu kenyataannya."
"Oke...! Oke.!"
"Gitu dong, sudah tua kok masih saja seperti anak remaja."
"Apa kamu bilang tua?."
"Emang tua kan?, sudah hayo keluar,"
Helena menggandeng tangan Rendra."Tidak usah seperti ini bisa tidak?."
"Bawel banget si!, sudah ikuti saja mau ku."
Rendra menghela nafas kesel.
Rendra pun terpaksa menggandeng tangan Helena walaupun kenyataannya rasanya ingin muntah, dengan sikap Helena yang manja, di hadapan semua tamu undangan. Semua undangan sudah hadir melihat kemesraan Rendra dengan gadis lain yang usianya jauh lebih muda, para tamu pun berbisik.
"Istri pertama jauh lebih cantik." Ucap berisik
Ada juga yang bilang calon istrinya masih ABG, Wajah Rendra memerah malu.
Ya Allah Mas, aku membutuhkan kamu, tiba-tiba datang Lexsi menyambut Tania.
"Mau apa kamu?."Sontak Tania.
"Acara akan di mulai, sekarang waktunya kita keluar." kata Lexsi.
"Aku tidak mau!, sahabat macam apa kamu?, tega menikahi wanita yang notabene adalah istri Sabahat mu sendiri." Pekik Tania.
"Ingat kalau kamu tidak bisa nuruti semua perintah ku, anakmu yang akan menjadi taruhannya, paham!."Ucap Lexsi.
Tania menitikkan air matanya, melingkar tangannya Lexsi.
...----------------...
__ADS_1
Like komen end Rate ya terimakasih