
Entah dapat pemikiran dari mana Tania bisa bisa lolos dari rumah sakit, tentunya ada seorang di balik layar. Jery orang pertama yang membantu. Tania berhasil pergi menuju bandara. 'Mungkin untuk sementara aku bisa tinggal di apartemen.
"Tania.., apa rencana selanjutnya?, saya takut tuan Tomi akan marah besar padamu, rencana mu balas dendam pada Jesika saya rasa itu tidak perlu."Ujar Tomi.
"Aku akan cari pembunuh ibu ku."geram Tania.
Jery membelalak matanya."Apa yang kamu maksud pembunuh ibu mu?."
"Ibu ku meninggal tabrak lari, aku mendapat info kalau mobil itu sudah ada di daerah Depok, aku tidak ingin menyusahkan Mas.Rendra, aku harus selesai kan sendiri."Ungkap Tania kejadian tabrak lari ibunya 2 tahun yang lalu.
Jery manggut-manggut kepalanya, ia paham apa yang di ceritakan Tania. Jery pun ikut geram mendengar nya.
"Jery tolong rahasiakan keberadaan ku selama aku tidak muncul."
"Tapi sampai kapan Tania?, saya tidak ingin kamu tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari tuan Tomi."
"Entah sampai kapan, aku hanya ingin menenangkan diri dulu, bantu aku pliace."
"Baik lah, kamu hati-hati disana hubungi kalau sudah tiba di indo, maaf Tania saya harus kembali ke rumah sakit, takut tuan Tomi mencari ku." Ucap Jery sopan.
"Baiklah"
Tania menarik kopernya masuk untuk, chek'in melihat jam yang melingkar di tangannya mengarah di angka 11, Tania segera masuk. Sebelum lepas landas. Hatinya mantap untuk pergi dari Rendra walaupun berat meninggalkan putranya. Andhra, tapi Tania pikir ini hanya sementara waktu saja.
***
Jery pun mendapat tekanan dari Tomi, penyebab kepergian Tania.
Plak!
Merasakan perih bekas tamparan yang membekas di wajahnya, Tuan Tomi benar-benar murka akibat persekongkolan Jery dan Tania.
"Maafkan saya Tuan, saya tidak pernah tahu mengenai kepergian non Tania."tepis Jery yang masih menyembunyikan rahasia Tania.
Bug!
Tangan kekar Rendra menjurus pada wajah tampan Jery.
Jery yang masih menyembunyikan rahasia Tania. Ia hanya bisa diam Jery pun merasa bersalah tapi amanat Tania tetap dia jaga walaupun nyawa menjadi taruhannya.
"Jawab! Bodoh!"
Bug!.
"Ampun Rendra gue bener-benar tidak tahu kemana Tania pergi."Jery tetap tidak mengakuinya.
"Stop! Rendra lebih baik kita pergi, percuma ini negara luar jika ada yang mengetahui kejadian ini kita akan menjadi masalah besar. Jery kamu ingat! Andhra masih membutuhkan ibu nya."ucap Tomi mendengus kesel.
Kemudian Rendra mengikuti langkah Papanya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Dady tidak menyangka Tania bisa bertindak begitu, apa dia tidak memikirkan anak nya."Gerutu Tomi.
Rendra yang merasa di bohongi ia hanya diam mendengarkan ocehan papanya.
"Kita kembali ke Jakarta."tutur Tomi.
Disisi lain Jery menjambak rambutnya ia pun merasakan kecewa pada Tania dia pergi tanpa berpikir panjang. Merosot kan tubuhnya di balik dinding.
Tuan Tomi beranggapan bahwa Jery menyukai Tania, sementara Jery tidak tahu apa rencana Tania.
Di sebuah Mension mewah Tomi mengemasi pakaian nya ke dalam koper.
"Opa Mommy kemana?" Rengek Andhra.
"Mulai sekarang kamu tidak usah mengingat mommy lagi."Tomi memberi peringkat untuk Andhra.
Andhra mengerutkan keningnya, kenapa Opa nya bisa bicara seperti itu, bukan kah Opa nya sangat menyukai ibunya tapi kenapa sekarang bisa bicara sekeras ini. 'Ini pasti ada yang tidak beres, Andhra harus cari tahu.'
"Sayang hayo kita kembali ke Indonesia."Ucap Rendra memangku tangannya di pundak putra nya.
"Bagiamana dengan Mommy?, Andhra tidak mungkin tinggalkan mommy sendiri disini Andhra harus menemani mommy."Andhra kekeuh tidak ingin meninggalkan Tania.
"Mommy sudah pergi meninggalkan kita."Ucap Rendra lirih.
"Mommy tidak mungkin meninggalkan Andhra Pih."Tutur Andhra masih tidak percaya.
Bocah kecil itu seketika berfikir dan ingin langsung ke rumah sakit untuk menyakinkan bahwa Tania sudah tidak ada disana.
"Kalau tidak ada kamu mau berjanji akan kembali ke indo?."tanya Tomi
Andhra mengangguk pelan, berharap apa yang di katakan opa itu salah, dan tidak mungkin ibu nya meninggalkan nya, karena ibunya sangat menyayangi dirinya.
Mobil pun melesat membawa Rendra, Tomi dan Andhra ke sebuah rumah sakit tempat Tania di rawat.
Tiba disana Andhra tidak menemukan sosok ibunya seluruh ruangan di buka nya tapi, tidak menemukan ada ibunya. Andhra tertunduk lemas. Ia sangat marah pada Tania. Wajah bocah kecil tampan itu berubah menjadi sangar persis seperti Rendra. Seperti kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, itu lah Andhra yang mewarisi Rendra.
"Bagaimana kau sudah puas?." Tanya Tomi tersenyum tipis.
Lagi-lagi Andhra mengangguk pelan, seperti pasrah dengan kepergian ibunya.
Mommy bohong!, Mommy tidak menyayangi ku, Andhra benci Mommy.Gumam dalam batin Andhra.
Selama perjalanan Andhra hanya diam memandang perjalanan.
"Hai jagoan, anak laki tidak boleh cengeng, harus kuat mommy pasti akan kembali menemui Andhra."Rendra sedikit menghibur putra nya.
"Andhra tidak ingin bertemu mommy lagi, dan Andhra hanya ingin tinggal bersama Opa."Ucap Andhra lesu.
"Anak pintar, Opa akan memenuhi semua keinginan Cucu opa yang paling tampan ini."Tomi mencubit pipinya.
__ADS_1
"Benar kah Opa akan menuruti permintaan Andhra?." Tanya Andhra.
"Tentu dong, katakan Andhra mau apa?."
Tomi pun penasaran apa yang di inginkan cucunya pasalnya Andhra sudah memiliki semuanya.
Tania benar-benar membuat ku kecewa, dia tidak memikirkan anaknya. Batin Tomi.
Keluarga Wiratama pun tiba di bandara sebelum jadwal penerbangan. Rendra mengandeng tangan putranya, sambil menarik koper menuju pesawat pribadinya.
Andhra duduk menyendiri di antara opa dan papi nya. Ia terus memikirkan ibu nya yang meninggalkan nya. Mommy jahat!. Gumam dalam hatinya. Andhra meremas tangan penuh emosi.
Sementara Rendra dengan sabar membujuk putra nya untuk makan, yang sedari siang Andhra tidak mau makan apa pun.
"Makan lah, jangan menyiksa dirimu sendiri, Buka mulut mu."bujuk Rendra.
"Tapi Andhra tidak lapar Pi." Lirih Andhra.
Rendra menghela nafas panjang, ia juga merasakan kehilangan Tania, tapi jika mengingat kebohongan Tania, Rendra berubah menjadi kesal.
"Kau yakin tidak mau makan?, baik lah. Papi akan bicara sama Kesya tidak usah lagi menemui Andhra, papi tinggal bilang sama Om Jems kalau tidak usah lagi datang ke rumah." Rendra menggoda Andhara.
Kesya adalah teman perempuan kecil Andhara dia satu sekolah dengannya, Andhara sangat menyukai Kesya ia sangat lucu dan cantik menurut Andhra Kesya juga anak yang pintar dan baik dengan sesama.
Andhra membelalakkan matanya membulat mendengar nama Kesya.
"Baik lah, aku akan makan, tapi ingat jangan larang Kesya datang ke rumah." Ucap Andhra memutar bola matanya malas.
Rendra tersenyum dia berhasil membuat putra nya luluh dan pastinya ia mau makan, soal Tania Mungkin hanya butuh waktu saja.
Tomi melirik tersenyum sumringah bocah kecil yang keras itu bisa juga Lulu pada wanita.
Setelah makan Andhara tidur dengan pulas, Rendra menyelimuti tubuhnya.
"Tidak usah kamu pikirkan, berjalannya waktu Andhra pasti melupakan Tania hanya butuh waktu saja, Dady tidak ingin kamu mencari Tania, biarkan saja wanita itu pergi dengan bebas."Tomi sangat marah dengan kejadian itu.
Rendra tidak menjawab, ia bingung harus berbuat apa, ia merasa bersalah dengan kepergian Tania.
'Apa salahku aku tidak pernah mengkhianati pernikahan kita, aku berusaha untuk tidak menyakiti mu, aku dekat dengan Jesika hanya ingin melindungi kalian, tapi kenapa jadi seperti ini, kamu bohongi aku Tani.' Lirih batin Rendra.
'Aku tidak akan membiarkan mu lolos dari tangan ku, akan aku cari kemanapun kamu.'
Kadang seorang pria tidak pernah mengerti, apa yang mau wanita, sedikit perhatian memanjakannya itu sudah cukup. Bukan hanya diam.
...----------------...
Yuk mampir lagi ya maaf kalau cerita ini kurang menarik mungkin saya harus banyak belajar lagi. Tapi sedikit dukungan dari Reader mampu membuat aku semakin semangat untuk belajar.
**Terimakasih 🙏**
__ADS_1