Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 51


__ADS_3

Kali ini sepertinya pertemuan dengan Jesika telah mengoyakkan pikiran Rendra bagiamana tidak, setelah pertemuan nya selang beberapa menit Jesika mengirim kan pesan untuk untuk Rendra, kalau dia akan merebut Rendra kembali dari tangan Tania.


Itu tidak mungkin, terjadi, gerutu Rendra sambil menuruni tangga satu persatu tangan masih dalam genggaman Tania.


"Apa yang tidak mungkin Mas?." tanya gadis berwajah cantik itu.


"Ah!, ti-dak ada." jawab Rendra gugup. Ia segera mengatupkan bibirnya.


Tiba di ruang makan Tania melayani anak dan suaminya, menyendok nasi dan lauk dan meletakkan nya di hadapan anak dan suaminya.


"Hayo makan yang banyak." titah Tania pada anaknya.


Andhra mengangguk kepalanya. Dengan semangat Andhra memakan masakan ibu nya itu dengan lahap, masakan ibu nya, begitu nikmat makan malam itu bagi Andhra masakan ibu nya itu tiada duanya.


Senyum mengembang di bibir Tania, sementara Rendra yang hanya mengaduk-aduk makanya Tania tertegun melihat Rendra wajahnya muram tak bersemangat entah ada apa dengan Suaminya itu.


Rasanya ingin bertanya tapi sepertinya saat ini waktu yang tidak tepat, untuk menanyakan hal yang seharusnya menjadi makan malam yang hangat.


"Mas, kasihan itu makanan kalau tidak di makan." Saut Tania.


Terpaksa Rendra menelan makanan itu, rasanya hampa seperti tidak tertelan makanan yang sudah menyempatkan Tania masak untuk keluarganya.


Bodoh nya aku ini, untuk apa aku memiliki kekuasaan yang sangat di takuti di seluruh negara dengan nama Rendra grup Wiratama kompeni.


"Sudah kenyang, aku kekamar dulu." Ucap nya Andhra pamit dari meja makan, Ia segera menghubungi orang kepercayaan nya. Romi.


[Halo Rendra, ada apa?, malam-malam telpon ada yang penting kah?.] tanya Romi penasaran dengan bos nya sekaligus sahabat nya itu.


[Cari tahu tempat tinggal Jesika cari yang bisa deteksi kediamannya.] Rendra perintah kan Romi dengan tegas.


Rendra memicingkan matanya wajah tampan itu di berubah menjadi monster yang ganas.


[Untuk apa lu masih mencarinya, lu sudah gila!."] Romi menentang perintah Rendra, Ia pikir Rendra akan kembali mengejar gadis yang kan membuat Rendra menyesal di kemudian hari.


[Lakukan saja perintahku, atau kamu sudah bosan bekerja di perusahaan ku?.] Ancam Rendra.


Ancaman Rendra membuat bulu kuduk Romi merinding.


[Oke..Oke.] jawab Romi dengan cepat.


[Aku kasih waktu 5 hari.] kata Rendra


Klik.


[Halo Halo.] Romi mendengus kesel pada bos nya itu yang tiba-tiba mematikan telpon nya.


Sementara Tania sudah mendengar percakapan Rendra dan Romi dia berdiri mematung di depan pintu balkon.


Siapa yang menelepon Mas Rendra, Sepertinya serius sekali. Lirih Tania.


Saat Rendra berbalik badan berpadu dengan wajah Tania yang memangku tangan nya di depan dadanya.


"Sejak kapan disitu?." tanya Rendra.


"Sejak Mas bicara di telepon." Jawab Tania sedikit menggoda nya.

__ADS_1


Apa Tania mendengar semua percakapan aku, apa mendengar aku menyebut nama Jesika. Batin Rendra gusar.


Tania sebenernya tidak terlalu banyak mendengar percakapan Rendra, sebab setelah makan malam Tania merapihkan bekas makanya jadi tidak mungkin kalau Tania mendengar semua percakapan nya.


"Andhra sudah tidur?." tanya Rendra menghindari pertandingan Tania.


"Mas.., aku harap tidak ada yang lagi kau tutup-tutupi dari aku." Melengos pergi dari hadapan Rendra.


Dengan kepekaan nya Tania yakin suaminya itu ada yang dia sembunyikan dari dirinya, Tania sepertinya akan segera mencari tahu apa sebenernya yang di rahasiakan suaminya.


Tania berbaring menyelimuti tubuhnya Ia enggan melihat suaminya yang menurutnya Rendra selalu saja menyembunyikan rahasia darinya.


Rendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal, seakan tau kalau istrinya itu dengan marah dengan nya. Tapi itu lebih baik bagi Rendra sebelum Ia memecahkan masalah nya yang menyangka bahwa keluarganya.


Rendra berbaring di sampingnya, Tania segera membatasi dirinya dengan batal guling.


Rendra menghembuskan nafasnya ke langit dada nya terasa sesak di acuhkan oleh istrinya, tapi untuk sementara Rendra memilih membungkam mulutnya sampai misi nya selesai.


Maafkan aku Tania. Lirih Rendra dan itu dengan oleh Indra pendengaran Tania, bulir mata pun lolos begitu saja Tania merasa kalau Rendra ada wanita lain.


Esok pagi nya Tania terlambat bangun suasana rumah sangat lah sunyi. Kemana? Mas Rendra Tania melihat tas dan sepatu sudah tidak ada lagi di tempat semula.


Kesiangan lagi. Gerutu Tania


Tap


Tap


Tap


"Bibi, apa melihat Mas Rendra?." Tanya Tania.


"Tuan muda sama tuan muda kecil sudah berangkat Non?" Jawab Bibi dengan sopan sedikit membungkukkan badannya.


"Oh." Ucap Tania membulat bibirnya.


Tania balik badan kembali ke kamar untuk mandi lalu ia kekantor. Tania menepuk jidatnya karena tujuan awal dia akan menghubungi Rendra untuk berterima kasih karena sudah menghantarkan Andhra sekolah.


[Halo ada apa?.] jawab Rendra terkesan cuek.


[Aku hanya ingin berterimakasih kepada mu, sudah mengantarkan Andhra sekolah."


[Makan lah dulu sebelum kekantor aku sudah siapkan nasi goreng di atas meja makan.]


Klik.


Rendra menutup telponnya.


Mata Tania berbinar seketika. Apa Mas Rendra kesambet mendengar itu Tania kerucut kan bibinya. Seakan tidak percaya kalau Rendra sudah melakukan itu.


Selang beberapa menit Tania yang sudah rapi dengan atasan hitam berpadu dengan Blejer warna Crem dan rambut yang sudah tertata rapi, menampakkan wajah Tania nampak terlihat sangat cantik.


Tidak lupa Tania menyempatkan diri untuk sarapan, Tania mengagumi masakan suaminya benar-benar enak, dengan lahap Tania menyantap nasi goreng buatan suaminya, tidak lama Tania menengok jam tangan mereka termahal itu yang melingkar di tangannya.


Astaga! hari ini kan ada meeting. Tania bergegas bangkit meraih tasnya.

__ADS_1


Mobil pun melesat menuju kantor.


Tania pun bersyukur atas kerja sama dengan perusahaan Wiratama grup itu mengundang para investor untuk bekerja sama dengan perusahaan nya yang baru saja dirikan. Walaupun sedikit menyita kebersamaan dengan putranya.


Setibanya di kantor sekretaris menyerahkan sebuah dokumen yang harus dia tanda tangani.


"Lidia apa hari ini sudah siap semua bahan yang akan di bawa meeting?." tanya pada sekertaris


"Sudah semua Bu, jadwal meeting jam makan siang Bu, tadi pihak dari perusahaan Wiratama group sudah mengabarkan jadwal meeting hari ini." Hana menjelaskan secara detail.


"Baik lah, terimakasih kamu boleh pergi." Ucap Tania tanpa menoleh sekertaris nya.


Jantung nya berdenyut kencang, Ia harus berhadapan dengan CEO perusahaan besar yang notabene nya merupakan suami sediri, disisi lain Rendra ingin menguji kemampuan istirnya kalau Tania benar-benar mampu mengelola perusahaannya, yang membuat Tania gugup karena saat ini hatinya dengan tidak baik dengan suaminya.


Selama 3 bulan perusahaan yang baru saja ia dirikan itu membuat Tania hampir menyerah karena tidak ada yang percaya untuk bergabung dengan perusahaan Trans property, Rendra berniat ingin membantu perusahaan Tania dengan acara Wiratama group bergabung dengan perusahaan Trans property itu agar memudahkan perusahaan lain untuk bergabung dengan perusahaan Trans property yang di pimpin oleh Tania.


Waktu meeting telah tiba Tania pergi di samping sekertaris Lidia mobil yang di kendarai Tania melesat jauh menuju restoran, tapi sepertinya Tania sedikit terlambat.


Mobil yang kendarai Tania memasuki area parkir Restoran. Tania melangkah mengontai menuju pintu masuk restoran.


Rendra memicingkan matanya. Tania terlihat mengkerut ketakutan.


"Begini kah?, persedir Trans property tidak di siplin." Ucap Rendra ketus.


Hatinya seperti tertusuk jarum, entah kenapa Rendra sering sekali berubah-ubah kadang baik kadang seperti ia sangat membencinya. Tapi saat ini itu tidak penting buat Tania demi perusahaan nya dia menurunkan egonya.


"Maaf pak, kebrutalan tadi macet." Jawab Tania.


"Silahkan duduk." titah Rendra sambil membuka-buka kertas tumpukan yang ada di atas meja.


Gadis cantik itu duduk di ikuti Sekertaris Lidia di sampingnya.


"Presentasi apa yang akan di tunjukkan agar aku percaya kalau perusahaan Trans property itu menjanjikan." Ucap Rendra ketus


Bagi Rendra bisnis tetap lah bisnis tanpa memandang dia keluarga, sekali pun istri sendiri, Rendra sangat menjunjung tinggi kedisiplinan dan profesional dalam bekerja.


Tania pun menunjukkan prestasinya nya, seketika mata.


Rendra membelalak membulat sempurna dia benar-benar mengagumi hasil presentasi nya.


Tania tidak ingin suaminya meragukan kemampuan nya dalam berbisnis.


Istrinya benar-benar cerdas Ia pikir kenapa perusahaan lain banyak yang menolak kerjasama dengan perusahaan Trans property.


"Cukup bagus." Rendra memuji kemampuan Tania.


"Sebelum pergi kalian makan lah dulu." pinta Rendra pada gadis cantik yang ada di hadapannya itu."


Setelah presentasi Tania mengembus lega, tidak mengira kalau suaminya begitu menyebalkan hari ini, rasanya tidak mengenal siapa pria yang di hadapanya seperti monster itu.


Awas!, kau Mas Rendra tunggu pembalasan ku dirumah.


...----------------...


Sampai disini dulu ya teman terimakasih

__ADS_1


__ADS_2