Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 67


__ADS_3

Rendra dan Tomi keluar dari ruangan di susul Serena, tepat depan pintu Tania menghentikan langkahnya, baru kemudian Tania segera pamit pulang, ia tidak ingin berlama-lama di tambah tatapan Tomi yang begitu menyeramkan.


"Tuan, pak Rendra saya pamit pulang dulu, terimakasih sudah mengijinkan saya menjenguk putra Anda."Pamit Tania pada Rendra dan Tomi.


"Hemm," hanya yang di ucapkan oleh Tomi.


Sementara Rendra memperhatikan Dady nya dengan pandangan melirik malas.


Ada apa dengan mereka?. batin Rendra.


"Iya, Bu Serena terimakasih udah berkenan menengok putra saya," kata Rendra.


Setelah itu Tania melangkah pergi, berapa menit kemudian di ikuti Tomi menyusul Tania, sepertinya Tomi belum puas atas jawaban dari Serena.


Tangan Tomi kembali mencengkeram erat tangan Tania.


"Tuan lepaskan tangan saya sakit."Meringis Tania kesakitan.


"Saya akan lepaskan jika kamu berterus terang, saya janji tidak akan mengatakan dengan siapa pun!." Ucap Tomi.


"Saya Serena Tuan, bukan Tania."Tepis pertanyaan Tomi.


"Baik kalau kamu bukan Tania, maka dari sekarang jauhi anak dan cucu saya."Ucap Tomi dengan penuh penekanan.


Deg!.


Hati Tania kembali di guncang kegundahan hatinya seperti teriris silet.


"Salah saya apa tuan?, saya hanya ingin bersahabat dengan pak Rendra, lagi pula perusahaan kita sudah tanda tangan kontrak kerjasama, itu hal yang tidak mungkin jika saya harus tidak mendekati putra Anda."Tania menjawab semua kata-kata Tomi.


Tomi membenarkan ucapan Serena tapi disisi lain, Tomi hanya ingin mendapat pengakuan dari Tania kalau pun ia benar Tania bukan Serena, maka Tomi menerima dengan syarat alasan yang tepat, Tomi akan merima kembali kehadiran Tania. Disisi lain Tania yang merasa takut Tomi akan marah dan tidak mengijinkan dirinya bertemu dengan putranya.


Saat ini Tania berada di posisi tersulit, tapi Tania berusaha untuk tetap tenang dan tidak membenarkan ucapan Tomi, dia Serena bukan Tania dan Tania bukan orang yang sama.


Aku harus bisa meyakinkan Dady. Batin Tania.

__ADS_1


"Terserah tuan beranggapan kalau saya ini Tania siapa lah, saya adalah Serena Carolina."Ucap Tania tegas.


Tania berusaha melepaskan genggaman tangannya yang sudah memerah dari cengkeraman Tomi.


Tania pun melangkah dengan cepat, menuju parkiran mobil. Ia bernafas lega setelah lepas dari Tomi.


Tenang Tania semua akan baik-baik saja, ini hanya butuh waktu saja untuk meyakinkan kalau aku bukan Tania.


Sementara itu Tomi yang mulai geram dengan alasan Tania, Tomi akan kibarkan bendera peperangan dan memisahkan Tania dengan anak dan cucunya.


Kita lihat saja Tania siapa yang akan menjadi pemenang nya, kamu masih anak bau kencur yang baru memulai di dunia bisnis, saya akan hancurkan kamu tunggu saja kehancuran kamu, untuk memutuskan kerjasama dengan perusahaan kamu, mungkin sementara waktu saya akan mengalami kerugian, tapi tak mengapa asalkan saya puas melihat kamu menundukkan kepalamu di hadapan ku, atas semua kesombongan mu. Gumam Tomi.


Wus...., Tania melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikiran kacau karena hari ini Sepertinya bukan hari yang baik buat Tania.


Beberapa jam kemudian serangan dari Tomi mengejutkan Tania, beberapa perusahaan memutuskan kontrak sebelah pihak.


Deret! ponsel Tania berdering di malam hari sekertaris Tania menghubungi kalau ada beberapa perusahaan besar memutuskan kontrak dengan perusahaan JPO grup.


"Apa!."Tania terkejut dengan kabar dari sekertaris nya.


Tania mengakhiri telponnya.


Sok saat mendengar kabar dari sekertaris nya. Rupanya Tomi tidak main-main dengan ucapannya, dia mulai berperang.


Tania menjatuhkan diri di atas sofa ruang tamu.


Tega sekali dad, apa ini caramu membalas semua sakit hatimu, kenapa tidak kau lampiaskan semua kemarahan mu pada ku dad tidak ke perusahaan yang aku bangun dari kecil. Batin Tania menangis entah apa yang harus dia lakukan apa ia harus mengakhiri kebohongan ini, atau dia bertahan dengan melawan Serengan dari Tomi, dan kehilangan cinta dan anak semata wayangnya.


Di tempat lain.


Rendra menghampiri Tomi yang sedang duduk menyilang kan kakinya ke atas.


"Dad, kenapa perusahaan kita memutuskan kerjasama dengan perusahaan Serena?." Tanya Rendra mengerutkan keningnya.


"Kamu mengenal Dady berapa lama?, Dady orang yang paling tidak suka kerjasama dengan orang yang tidak kompeten."Ucap Tomi santai.

__ADS_1


"Maksud Dady, Rendra masih belum paham dengan kata-kata Dady tadi."Tanya lagi Rendra.


"Kamu cukup diam dan lihat hasilnya, ini semua demi kebaikan kita semua."Sambung Tomi.


Rendra yang belum paham arti semua yang di katakan Tomi. Ia berlalu pergi meninggalkan Dady nya di ruang keluarga. Tapi Rendra juga tidak bisa berbuat apa-apa, selain menurut perintah Dady nya.


Bahkan Rendra beranggapan kalau Dady nya akan mendekatkan dengan Serena, walaupun nantinya Rendra akan menolak keras permintaan Dady nya.


Di tempat lain.


Ponsel Tania berdering tiada henti, semua media menggemparkan kabar Serena Carolina yang menyatakan bahwa Serena di anggap gagal menjadi seorang pebisnis.


Tania benar-benar kalut dengan masalahnya yang terjadi, ia sadar bahwa Tomi bukan lah lawan yang mudah di taklukkan. Tomi orang yang berpengaruh besar di negaranya Bahakan di negara luar. Saat ini Tania semua komunikasi akses internet dia tutup sehingga tidak ada yang bisa di hubungi oleh siapa pun, kecuali Jery.


"Apa yang aku bilang?, kamu sudah menghancurkan dirimu sendiri."Ujar Jery.


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa, selain aku meminta maaf kepada tuan Tomi dan mengakui semua, tapi jujur aku belum siap Jery kalau aku mengakuinya sekarang usaha ku selama ini sia-sia dan aku tidak bisa membuktikan kalau Mas Rendra mencintaiku."


Entah perasaan apa, bagaikan mimpi jika aku harus kehilangan Tania, aku tidak perduli Tania matan istri sahabatku, aku akan membawa Tania jauh dari negara sialan ini. Kecamam Jery.


"Bersiaplah sekarang kita akan pergi dari negara ini."Kata Jery.


"Tidak Jery. Aku tidak akan pergi kemana pun, please bantu aku untuk menyelesaikan masalah ini."Tania memohon pada Jery.


"Tidak Tania, ini tidak boleh terjadi lebih baik kita pergi dari negara ini, yang dimana tidak mengenal kita."


"Tania, entah apa yang ada di pikiran mu, sekarang terserah kamu, aku tidak akan lagi ikut campur urusan kamu."


Kemudian Jery mengakhirinya telponnya. Jery yang begitu sangat mencintai Tania, ia tidak akan melepaskan Tania begitu saja, Jery tidak ingin sia-sia usahanya selama ini, Jery pikir ia sudah banyak berkorban selama ini, hal yang mustahil jika Jery melepaskan Tania begitu saja.


Bersiap lah Tania aku akan membawa mu pergi jauh dari orang-orang laknat yang berusaha memisahkan aku dan kamu.


Rupanya Jery tidak berhenti sampai disini, dia menghubungi orang bayaran untuk menculik Tania, mungkin dengan cara kotor Jery bisa menguasai Tania seutuhnya.


...----------------hadir lagi...

__ADS_1


__ADS_2