
Bola mata yang sedikit besar kini menyipitkan matanya setelah berjam-jam lamanya Tania menangis' rasa marah pada suaminya kini menjadi tangisan bahagia. Rendra mendekap erat tubuhnya.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau aku benar-benar di jamah oleh pria lain dan kamu tidak menerima ku lagi, hiks...hiks..hus." Tania menutup matanya sambil menangis."
"Iya..Iya Maaf..., Hahahaha." tertawa Rendra.
"Nggak lucu..., tahu." Kesel Tania mengigit bahunya.
Aaaau!, sakit.
"Sekarang makan ya?."
"Nggak..., mau!." berdecit kesel Tania
"Serius loh Mas..., tadi aku takut banget," lirih Tania.
"Tidak akan ada yang berani menyentuh kamu sedikit pun, tidak akan sayang kalau pun itu terjadi sama kamu tidak akan biarkan dia hidup." Ujar Rendra.
Hiks...Hiks..Hiks.
"Sudah dong, aku ada disini." kata Rendra
"Kesel aku." rengek Tania
"Ya sudah kalau kesel Mas, keluar ya sampai kamu hilang kesal nya." sambung Rendra.
"Nggak mau." Rengek Tania mendekap tubuhnya.
Rasa bersalah telah mengerjainya selama ini Rendra terlalu cuek, akhirnya Romi memberikan usulan itu, Rendra yang ingin menguji kesetiaan Tania, Rendra pun melaksanakan niatnya. Memberikan surprise di hari anniversary pernikahan.
"Mas pulang yuk, aku rindu anak kita." kata Tania
"Tidak bisa sayang, besok kita baru pulang, junior sudah ada Bunda yang jaga di rumah kamu kita, tidak usah khawatir dengan anak kita." ujar Rendra.
"Jadi bunda tahu semua?." tanya Tania
Rendra menganggukkan kepalanya tersenyum mengembang.
Rendra melanjutkan rencana yang kedua, di bantu oleh Romi dan juga teman-teman yang lainnya. Mobil mini Cooper, warna biru garis hitam sudah terbungkus rapi dengan pita terpangpang di lobby hotel. Malam telah tiba semua undangan sudah hadir di tempat yang sudah disediakan.
Setelah mandi Rendra menyerahkan kotak besar."Ambil lah."
"Ini apa Mas?." Tanya Tania menatap kotak warna merah.
"Buka saja," perintah Rendra untuk Tania membuka kotak tersebut.
Tania pun membuka mulai dari ikatannya pinta warna biru warna kesukaan Tania. Tania melirik.
Rendra mengangguk kepalanya tanda ia harus membukanya."Gaun?." mata Tania berbinar seketika melihat gaun pesta yang cantik bahkan sangat cantik untuk Tania kenakan.
Tania mulai menyentuh gaun indah itu lalu Ia mengenakan nya di tubuhnya begitu pas, dari postur tubuhnya yang menjulang tinggi, team pengrias mulai bekerja make up her tidak begitu sulit untuk make up wajah Tania hanya sedikit polesan maka wajah Tania sudah terlihat cantik nan anggun bahkan sangat cantik.
Rendra ternganga melihat sang istri sangat cantik.
"Bagaimana pak?, apa ada yang kurang?." tanya di perias.
"Sempurna." Jawab Rendra mengacungkan jempol nya.
Tania tersenyum sumringah mendapatkan pujian dari suaminya, selama ini Rendra tidak pernah memujinya, dia terlalu cuek pandai menyimpan hatinya.
__ADS_1
"Kita mau kemana sih Mas.., jangan aneh-aneh lagi aku nggak suka." saut Tania.
"Pak saya permisi dulu, terimakasih sudah memakai jasa kami." kata si perias.
"Oke terimakasih, sudah saya tranfer ke nomor rekening anda." kata Rendra.
Setelah pengrias itu meninggalkan kamar Hotel Rendra dan Tania, kemudian Rendra menutup matanya dengan sapu tangan.
"Sekarang Mas, tutup matamu."
Rendra menutup matanya, lalu menuntun Tania ke Restoran hotel yang sudah di boking dua hari yang lalu hanya tamu undangan yang datang di Restoran itu.
Rendra menuntun Tania menuju tempat yang sudah ramai, terdengar instrumen musik klasik membawa suasana romantis. Rendra menarik kursi untuk Tania duduk.
"Duduk sayang."
Tania duduk, setelah Tania duduk Rendra membuka tutup matanya. Astaga Gelap Mas.
Perlahan lampu menyala remang, Tania mendapat sambutan dan kejutan dari teman-teman kuliah nya dulu.
"Maya Santi?."
"Anniversary ya beb."
Setelah memberikan ucapan selamat semua menikmati hidangan makanan dan minuman sepuasnya.
"Terimakasih Mas." ucap Tania
"Kamu suka?." tanya Rendra.
Mengangguk kepalanya,"Banget!." Tania mendekap tubuhnya.
"Tergantung." jawab tania.
"Maksudnya?." tanya Rendra
"Ya kalau Mas tidak macam-macam aku pun tidak akan, ya tergantung situasi."
Rendra mencubit pinggang Tania.
Aaaahk...!, iya nggak.
Rendra menggandeng tangan Tania untuk berdansa dengan Musik klasik Menjadi pasangan terbawa romantis dengan alunan lagu jes.
Setelah acara selesai masing-masing pulang hanya Tania dan Rendra yang masih tersisa, Rendra mengajak Tania turun ke lobby hotel, ada beberapa orang yang datang menyambut Rendra lalu mereka menyerahkan kunci mobil mini Cooper hadiah untuk Tania.
"Ini apa lagi Mas..?." kata Tania
"Itu hadiah untuk kamu, terimakasih sudah menjadi ibu yang baik, menjadi istri yang baik juga untuk Mas, maaf selama ini Mas kurang memperhatikan kamu, sayang." Ujar Rendra mengecup kening Tania.
"Mas ini kan mobil mahal, apa tidak di tabung aja uangnya?." protes Tania.
"Ini tidak seberapa di banding harga untuk menjadi ibu dari anakku itu mungkin Mas tidak akan pernah bisa membelinya." jawab Rendra
"Maksudnya?."
"Kalau tidak ada kamu mungkin tidak akan ada Rendra junior, selama kamu hamil sampai sekarang kamu tidak pernah minta apa pun, gaji yang mas kasih kamu tidak pernah protes berapa pun."
"Cie curhat." Ledek Tania.
__ADS_1
"Sekarang kita mau pulang atau bermalam di sini?."
"Aku mau bermalam disini tidak ingin ada yang ganggu malam ini."
"Tadi katanya mau pulang nangis."
"Ih..., tadi kan aku kira bukan kamu Mas....," jawab Tania malu-malu.
"Mas tolong mobil ini kirim ke rumah ku saja." perintah Rendra.
Kemudian Rendra dan Tania kembali ke kamar, bercinta menghabiskan waktunya berdua tanpa ada yang mengganggunya.
Setelah masuk ke dalam kamar mandi Tania membuka pakaian berdiri di bawah kucuran air shower dengan tangan terampil Tania menyabuni tubuhnya, sedikit membungkuk menyabuni bagian kakinya., Rendra berdiri di depan pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca kamar mandi terlihat berembun oleh air panas. Rendra menelan ludah nya seolah tak sabar menunggunya sang istri menyudahi mandinya.
Rendra tak ingin menunggu lama Ia mendorong pintu kamar mandi tak terkunci, Rendra menubruk tubuhnya dari belakang. Tania membalikkan badannya lolos dari lingkaran tangan suaminya. Tania tersenyum menyabuni tubuhnya dengan busa sabun. Masih keadaan polos Rendra menyusul Tania yang sedang mengelap tubuhnya dengan handuk.
Rendra menggandeng Tania kluar menuju lobby, Wanita yang bernama Jesika itu melihat Rendra melipat tangannya di depan dada, bersama seorang pria paruh baya Jesika menatap tajam Rendra, menepikan tubuh Tania seperti tanpa sara bersalah.
Aaauw!,
"Punya mata tidak!." Berdecit Tania kesel.
"UPS! sorry, sengaja."
"Jesika kamu di Indonesia?, sedang ada urusan disini?." tanya Rendra.
"Sudah basa-basi nya?, Rendra. Heh! Tania suamimu ini sudah merusak masa depan saya, saya sudah berjuang mati-matian dan mengorbankan diri gue demi dia, tapi lu rusak semuanya!." Pekik Jesika.
"Mau apa lu?" Ucap Rendra kasar dan sengaja wajah di buat garang.
"Gue tidak pernah merusak Hubungan lu, gue datang saat itu gue menuntut apa yang seharusnya menjadi milik gue, saat itu Mas Rendra sudah menjadi suamiku, gue kira setelah bertahun-tahun lu sudah move on dari suamiku, ternyata lu masih berharap?."
Dengan enteng Rendra mengangkat tangannya tolok pinggang."Aku tidak perduli dengan celotehan mu, yang jelas saat aku meniduri mu, aku bayar dengan Cash. Puas lu!."
Jesika melotot kaya anjing terjepit ucapan Rendra menusuk hatinya sakit bukan main yang pernah menjadi boneka nya kini menjadi singa yang sangat buas siap memakan mangsanya.
Rendra....!. Teriak Jesika dengan lantang menyuarakan memanggil nama Rendra.
"Jangan lupa pakai Cap kalau bercinta dengan dia, atau tinggalkan saja kasihan istri tuan menunggu dirimu." Ucap Rendra sambil menepuk pundak pria paruh baya yang seharusnya menjadi bapaknya.
Rendra kembali menggandeng tangan Tania menuju parkiran.
"Tahu nggak sih Mas tadi wajah Jesika seperti tikus kejebur got."
"Mas....,"
Rendra terdiam mengemudi.
"Kamu masih mengingat nya?, atau kamu cemburu dia bersama pria lain?."
"Nggak lah sayang, sudah tidak usah dipikirin." Jawab Rendra sambil mengacak rambut Tania.
Mas Rendra kok terlihat sedih apa mungkin Mas Rendra cemburu melihat Jesika sama pria lain, Jesika memang cantik wajar saja dia menjadi rebutan pria. Gerutu Tania.
Rendra mendengar suara gerutu Tania, Rendra tersenyum dalam hatinya.
...----------------...
Like ya guys terimakasih ya
__ADS_1