Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 78


__ADS_3

Mobil mini Cooper warna biru memasuki halaman restoran xx yang di kunjungi tadi malam. Berita itu begitu cepat menyebar melalui Media dan sosial media. Tiba disana Tania menatap begitu banyak orang kerumunan Tania langsung mendekati kerumunan itu.


"Permisi ada apa ya Bu? pak?" tanya Tania seakan tidak tahu apa yang terjadi.


"Kebakaran di restoran Bu, penyebab nya anak kecil seumuran 12 tahu."katanya.


Tania tambah di buat bingung pasalnya Andhra hanya membakar kembang api asap, kenapa sekarang menjadi kebakaran.


'Oh oke maksih"


Ini tidak mungkin, pasti ada yang tidak beras. Batin Tania.


Aku harus temui pemilik kafe itu, ini pasti salah paham.


Tania pun mendekati restoran xx didalamnya ada si pemilik dan pegawai yang sedang kumpul di meja.


"Permisi" saut Tania dari luar pintu.


"Anda siapa dan mau apa?" kata si pemilik restoran xx itu.


"Apa saya boleh masuk?" ujar Tania.


Tanpa berpikir panjang si pemilik/ owner pun mempersilahkan Tania masuk ke dalam ruangan.


Tania menunjukan kartu id direktur utama PT Asian grup dengan nama Serena, siapa yang tidak mengenal Serena pengusaha sukses di negara kita.


'Oh nona Serena silahkan masuk, ada angin apa ini bisa sampai ke restoran saya."ujar si pemilik.


"Hanya ingin memastikan apa sebenarnya yang terjadi di restoran ini pak?"


Aku harus bisa meyakinkan kalau aku ini tidak ada hubungannya dengan terjadinya kerusuhan ini.


Asap yang masih membulat Tania pun miris dengan kejadian ini, apa yang sebenarnya terjadi. Si pemilik pun menceritakan kronologis kejadian yang sebenernya.


"Tidak 'Mungkin pak, saat kejadian itu saya berada di tempat ini, kalau bapak ingin memeras bapak dari anak kecil yang sudah membuat kerusuhan ini, tidak seperti 'ini." Tania pun terbawa emosi.


"Tapi itu kenyataan yang ada di dalam restoran ini, kalau Nona tidak percaya silahkan saja periksa."


Apa bener aku masih tidak percaya. Batin Tania.


"Mari Bu, ikut saya kalau ibu masih tidak percaya."kata si pegawai.


Karena Tania penasaran Tania pun mengikuti langkah si pegawai itu. Tania masih tetap percaya kalau itu tempat kejadian Andhra meletakkan kembang api asap itu.


Tania Sontak dia buat nya, pasalnya bukan seperti itu kronologis nya.


"Apa sekarang ibu sudah percaya?" kata si pegawai.


Tania tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya mengangguk kepalanya.


"Hantar aku ke tempat tadi."


"Baik Bu."


Kemudian si pegawai kembali ke ruangan tadi dan Tania kembali duduk di meja itu.

__ADS_1


Sekitar pukul 2 malam mendung mulai menghitam bertanda akan turunnya hujan, sementara itu Tania masih bernegosiasi dengan pemilik restoran itu.


"Saya mohon pak hentikan berita itu, dia Masih sekolah bagaimana jika terganggu pikirannya dengan kejadian ini."


"Maaf Nona ini tidak bisa, saya akan menggunakan jalur hukum."


"Tolong pak berapa pun kerugiannya saya akan menggantikan nya."Tania terus memohon.


Si pemilik pun bingung kenapa seorang Serena bisa membela mati-matian anak ini apa sebenarnya hubungan mereka.


Si pemilik pun berfikir sejenak, munculnya otak bisnis di pikiran si pemilik restoran tersebut.


"5 ratus juta." Sebut Si pemilik restoran mengajukan nominal yang sangat pantastis.


Tiba-tiba ada beberapa pria bertubuh kekar mengelilingi Tania. Mereka memangku tangannya di atas dada.


"Apa-apaan ini siapa mereka?" Tanya Tania.


"Tenang Nona, tidak usah takut, mereka hanya menjaga nona, untuk memastikan kalau nona tidak akan pergi kemana-mana." Ucap si pemilik dengan.


"Kau tenang saja aku tidak akan pergi kemana. Kau boleh ambil semua yang aku miliki jika aku lari dari tanggung jawab.


"Sekarang uang mu tidak lagi berlaku" kata si pemilik. Ia tiba-tiba saja pemilik restoran membatalkan yang sudah sepakati bersama.


"Maksudnya tidak berlaku?"


Tania mulai di buat bingung Tania merasa dijebak. Sepertinya bukan hari keberuntungan Tania. Abercio sudah mengetahui pemain Tania lebih dulu, kalau Tania kerjasama dengan Andhra untuk kabur dari restoran itu, kembang api itu di manfaatkan oleh Abercio.


Tania diam-diam mengirimkan pesan pada Rendra.


Ponsel Rendra menyala pesan masuk dari Tania.


[Mas bantu saya di restoran xx saya sedang ada masalah besar disini.]


Rendra mengerutkan keningnya membaca pesan dari Tania, dengan sigap Rendra mengangkat kedua kakinya dari kolam renang.


[Tunggu saya jangan kemana-mana] Balas Rendra.


Rendra menganti pakaian lalu meraih kunci di dalam laci.


Sebelum Rendra datang si pemilik sudah bernegosiasi dengan Tania, kalau ingin masalahnya selesai dan Andhra tidak dilaporkan, hanya satu cara Tania harus menikah dengan si pemilik restoran tersebut.


"Cih! ini drama yang luar biasa, kalian semua picik, aku tidak sudi! 'Menikah dengan pria picik seperti dirimu." Ucap tania dengan lantang.


Begitu renyah mereka menertawakan Gadis yang sedang berontak untuk melepaskan diri.


Rambut yang tertata rapi berubah menjadi berantakan wajah cantik pun penuh dengan peluh bercucuran.


"Cepat tanda tangan!" bentak pria bertubuh kekar itu.


Mereka adalah orang-orang suruhan Abercio yang kerja sama dengan sang pemilik restoran tersebut, mereka memanfaatkan kejadian kebakaran yang sudah di atur oleh mereka agar Tania mau menikah dengan pria blasteran Arab itu.


"Tidak akan, dan saya tidak akan mau tanda tangan, pacar saya sebentar lagi akan datang bebaskan saya, kalian tunggu saja."


Prak!

__ADS_1


Wajah putih menjadi memerah karena tamparan map yang melayang ke wajah gadis cantik itu.


"Brengsek kalian!" Sungut Tania.


Di atas kursi dengan tangan yang terikat gadis cantik itu berontak dan memaki 4 pria yang berdiri mengelilingi gadis berambut pirang itu.


"Mau kalian apa? saya tidak mengerti mengapa kalian bisa berbuat seperti ini, bukan kah kita bisa bicara baik-baik?"


Mas Rendra kamu kemana,, Gumam Tania.


Prok prok prok.


Suara tepuk tangan begitu nyaring terdengar, pria itu melangkah dengan begitu gagah.


Tani.., Tania...., kamu pikir saya bodoh kamu menyamar menjadi SERENA.


Auuuuww! teriak Tania.


Tangan kekar itu menjambak rambut gadis itu dengan keras.


"Rendra tidak akan datang kemari, percuma saja kau menunggu dia, Ini pembalasan kerena kau sudah berani memenjarakan sepupuku Jerry.


Plak!


"Lepasin aku! pria licik. Cih!."


"Ayo kita pergi.., biarkan dia menjadi makanan tikus di gudang." Perintah Abercio pada bodyguard.


"Abercio lepaskan aku dasar brengsek! bajingan kamu." Sumpah serapah keluar dari mulut Tania.


Abercio tak perdulikan Tania ia pun mengabaikan teriakannya, lalu mereka pun meninggalkan nya di gudang bawah tanah, sementara pemilik restoran itu yang sudah kena ancaman Abercio dia hanya diam dan menuruti semua ucapan Abercio. Ia membatalkan kesepakatan dengan Tania, Sebab Abercio sabotase semuanya, dan menawarkan sejumlah uang yang jauh lebih besar dari mereka yang sudah ia tawarkan pada Tania.


Mas Rendra..., Lirih Tania.


Sekitar pukul 3 pagi Rendra tiba di depan halaman restoran. Rendra coba menghubungi Tania.


Nomor yang ada hubungi berada di luar jangkauan. "Ponsel nya tidak aktif, apa Tania sudah pulang."gerutu Rendra.


Saat Abercio akan keluar dari restoran melihat mobil Rendra terpampang di depan gerbang restoran. Abercio pun menarik diri bersembunyi di balik pintu.


Rupanya kau punya nyali juga datang kemari. gerutu Abercio.


Rendra pun coba menghubungi Tania berulang kali, Alhasil ponsel Tania masih tidak bisa di hubungi.


Tapi Rendra tidak menyerah begitu saja, Rendra keluar dari mobil mengayun langkah berdiri di depan gerbang yang sudah tergembok.


"Bagaimana bos, apa perlu kita kasih pelajaran?"


Abercio menahan orang-orangnya untuk pergi menemui Rendra.


"Jangan, tidak usah kamu kotori tangan mu, dia bakal pergi dengan sendirinya kita pantau saja dari sini."Ucap Abercio dengan tegas.


...----------------...


TERIMAKASIH 🙏

__ADS_1


__ADS_2