Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 58


__ADS_3

Gadis itu memohon agar melepaskan dirinya. Tubuhnya polos tak helai benang pun, berapa foto sudah berada dia tangan Rendra.


"Aku tidak main-main dengan ancaman ku."Ucap Rendra tegas


"Baik aku akan pergi dari kehidupan kalian, tolong lepaskan aku."


"Aku akan lepaskan setelah melihat kamu hancur seperti aku hancur kehilangan anak dan istriku."


Aku harus bisa meyakinkan Rendra kalau ucapan ku itu benar.


Jesika memasang wajah melas. Agar percaya kalau apa yang di ucapkan nya itu bukan benar.


Rendra menyungging senyum sinis ia tidak percaya apa yang di katakan semua itu tidak ada yang benar Hanya akal bulus Jesika agar melepaskannya.


"Reno ikat dia!." Perintah Rendra pada orang suruhannya.


"Baik tuan."


Rendra...., Rendra tolong lepaskan aku..., Rendra mengabaikan panggilan Jesika. Rendra terus melangkahkan kakinya menuju pintu keluar Rendra telah di buta kan oleh kebencian terhadap Jesika. Pikir Rendra Gelas yang retak tak mungkin kembali seperti semula.


Rendra.....!.Teriak Jesika.


"Berisik!." bentak orang suruhan Rendra.


Memandang langit malam hari begitu cerah oleh cahaya bulan dan bintang menerangi seluruh bumi. Aku ingin rumah tangga ku seperti bulan dan bintang yang selalu bersinar terang. Mas maafkan aku untuk saat ini aku tidak bisa mendampingi mu, aku ingin kamu benar-benar berubah dan mencintaiku dan anak kita tanpa ada wanita lagi yang mengganggu hubungan kita.


Ting.


Pesan masuk dari Tomi.


[Bagaimana?, perusahaan disana apa baik-baik saja, kalau kiranya kesulitan Dady akan kirim orang kepercayaan Dady.]


[Untuk saat ini Tania masih bisa handle Dady, nanti akan ada peluncuran produk baru dan modelnya Langung saya yang bawakan Dady."


[Bagus sayang, laporkan terus perkembangan disana?, selamat istirahat." Ujar Tomi.


"Baik Good night, Dad."


Perlahan Tania mengatupkan kedua matanya, tiba-tiba bayangan Jesika saat menggoda suaminya rasa jijik pun muncul, jika bisa mengulang ia tidak ingin melihat pertunjukan wanita itu bermanja-manja dengan suaminya. Namun, seberapa keras untuk menghapus dari ingatan nya, bayangan itu terus muncul.


Semakin berusaha untuk terpejam semakin gundah hatinya. Tania pun melangkah ke kamar mandi ia berdiri di bawah kucuran air shower, tubuhnya menggigil kedinginan, tida berapa lama Tania menyudahi mandinya. Melilit kan handuk menutupi dada hingga lutut.


Kemudian ia beringsut ke atas kasur berukuran king size beralas seprai warna ungu. Tania menyelimuti seluruh tubuhnya, semakin malam semakin panas suhu tubuh Tania.


Sorot matahari menusuk wajah gadis cantik yang masih terbaring lemah, ia merasakan panas dan pusing. Tania mengerjepkan matanya perlahan membuka matanya, tapi saat akan bangkit dari tempat tidur seluruh tubuh pun terasa lemas untuk duduk saja bahkan tidak mampu karena merasakan pusing di kepalanya.


"Mommy.... Mommy." Tok Tok Tok.


Andhra sepertinya anakku mau ke sekolah, Astaga kepala pusing sekali.


Merasa tidak ada jawaban Andhra memutar kenop pintu kamar, tak terkunci.


"Mommy ar you ok?." Andhra khawatir dengan keadaan mama nya, biasanya sudah sepagi ini Mama nya sudah bangun lebih awal, lalu Ia mengecek kondisi Mamanya menyentuh dahi Tania.


"Sick mommy?, Wait a minute Andhra call the doctor okay? "


"Mommy baik-baik saja kok sayang."Tepis Tania agar Andhra tidak terlalu mengkhawatirkan nya.


"Tidak Mommy sakit tubuh mommy panas sekali."Ucap Andhra panik.


Andhra menghubungi Kakek nya. Meskipun jauh setidaknya kakek nya bisa mengirim dokter ke rumah.


[Halo Opa tolong Mommy sakit."


[Mommy sakit?. Andhra tenang ya, nanti opa kirim dokter ke rumah."


"Baik Opa terimakasih, sudah dulu ya opa Andhra akan jaga Mommy sampai mommy sembuh."

__ADS_1


Setelah menerima telepon dari Andhra Tomi duduk terdiam, Apa mungkin Tania terlalu capek, belum lagi dengan masalah nya sendiri, saya harus mengirim seseorang untuk membantu Tania. Gerutu Tomi dalam hatinya.


Andhra menatap lekat wajah ibu nya. Ia mencurigai kalau Ibu sakit karena terlalu memikirkan Ayah nya.


Aku harus berbuat sesuatu agar Mommy kembali ke Indonesia dan bertemu Papi lagi, tapi bagaimana?, hanya Opa yang bisa mewujudkannya semuanya. Gerutu Andhra dalam hatinya.


Jakarta dimana masyarakat nya selalu ramai penuh dengan gemerlap lampu sepanjang jalan penuh dengan tempat hiburan, kota yang tidak mengenal malam hari.


"By the way, gimana kabar Istrimu?."


Uhuk!


Air yang berada di dalam gelas pun membasahi pakaiannya.


Rendra menggelengkan kepalanya, seketika wajah tampan itu menjadi murung, mana kala teringat Tania hatinya terasa sakit di penuhi rasa bersalah, hanya telat 30 menit Tania telah pergi.


Swit! Pedro memberikan kode pada seseorang, kemudian datang gadis cantik berpenampilan menarik rambut panjang dan seksi.


"Hai Nona tolong temani tua Rendra."Titah Pedro.


"Sorry gue butuh sendiri, silahkan temani yang lain."Tolak Rendra sambil memegang loksi di tangannya.


"Serius lu nggak mau?, dia cantik loh!." Seru Pedro dan kawan-kawan.


"Oke biar aku Carikan yang lain." Heru bergegas bangkit tapi Rendra menahan bahu nya.


"Tidak usah repot-repot, aku kemari hanya untuk santai mendengarkan musik aku tidak butuh wanita."Tolak Rendra bahkan melirik pun tidak pada gadis yang sudah di sediakan kawan-kawannya


Pedro dan kawan-kawan heran dengan perubahan sikap Rendra, Ia seorang pria Casanova yang hari-harinya selalu di kelilingi para gadis cantik dan seksi. Rendra Wiratama pewaris tunggal keluarga Wiratama. Pria yang diidolakan para gadis selain tampan Rendra memiliki karisma yang menawan dan juga tajir melintir wanita mana yang tidak mengincar untuk menjadi pendamping nya.


"Wow! seorang Rendra Wiratama menolak gadis cantik nan juga seksi?." Seru Heru


"Hayo lah bro lu kan sekarang duda jangan jadi Duda ngenes lah." Saut Pedro.


Wajah Rendra nampak geram mendengar kata duda, sementara ia masih berstatus suami Tania Putri Sapto.


Rendra bangun dari duduk nya.


"Gue mau balik." Jawab Rendra ketus


"Elah, rumah lu nggak ada yang nungguin lu kan dia duda tampan ckckck" tertawa serempak Walaupun suara musik keras namun pendengar Rendra masih jelas.


"Gue masih suami Tania."Ucap Rendra memperjelas.


"Kalau lu masih suami Tania tidak mungkin dia ninggalin lu, pengundang lu!."Turut Sam yang tidak terima penolakan wanita yang sudah mereka siapkan untuk Rendra.


Rendra mendengkus kesal. Ia mengretek gigi tangannya mengepal keras.


Bug!


Tonjokan mendarat sempurna tepat hidung Sam, Ia meringis kesakitan.


"Re lu gila ya? dia sahabat kita!." Sungut Pedro membela Sam.


Rendra tersenyum smirk." Kalau lu anggap gue sahabat seharusnya lu tidak melontarkan kata-kata yang tidak pernah gue sukai, gue ingatin lu Pedro ingat anak istri lu dirumah kita boleh happy Tapi sekedar happy."Pesan Rendra pada kawan-kawannya sembari menepuk bahunya ngeleos pergi


"Sok jadi orang benar lu!."


Tak banyak basa-basi Rendra meninggalkan kawan-kawannya, kalau saja Pedro dan Heru tidak memisahkan perkelahian Rendra dan Sam mungkin. Sam sudah habis di pukuli Rendra.


Rendra melangkah pergi dengan gagah memasukkan kedua tangannya dalam saku celana, berjalan tegak wajah menatap lurus. Memencet remote mobil.


TUT TUT TUT.


Saat Rendra akan menginjak gas tiba-tiba seorang wanita menghadang mobil Rendra di parkiran.


Rendra mendengus kesel, memijat pelipisnya."Mau apa lagi dia." geram Rendra lalu keluar dari mobil.

__ADS_1


"Mau mati? kalau mau mati silahkan di Rel kereta, sekalian hancur minggir." Rendra ketus


"Ren gue dengar kabar kalau lu di tinggalkan?. Tania benar-benar wanita nggak tau diri, gue kasihan sama lu, makanya aku datang kemari untuk menghibur lu." Kilah Intan.


"Cih! lu tidak usah sok perduli sama gue, minggir atau gue tabrak lu?." Sungut Rendra.


Gadis itu sepertinya tidak pernah menyerah walaupun sumpah serapah keluar dari mulut Rendra. Tapi Gadis itu tetap berdiri tepat depan mobil menghalangi perjalanan Rendra.


Ngeng... Ngeng...Ngeng. Suara mobil terdengar ke dalam, hingga beberapa orang bermunculan tapi dari beberapa orang itu mengenal Rendra mengingat jasa Rendra yang tidak pernah Absen di setiap malam nya di kafe tersebut bahkan tidak ada yang berani mengusirnya.


Rendra sudah geram dengan intan. Ia tetap berdiri tegak menantang Rendra, lalu Rendra keluar dari mobil.


Mendekati Intan menyentuh wajahnya dengan satu jarinya menyelusuri wajah mulusnya. Pas turun wajah Rendra mencekik leher.


"Lu! minggir atau gue suruh orang meniduri mu secara bergiliran."Ancam Rendra penuh dengan penekanan


Acaman Rendra sepertinya tidak main-main intan bergidik ngeri.


Rendra menghempaskan secara kasar. Uhuk! Intan pun tersedak. Wajahnya pucat saking kerasnya cekikan Rendra.


Rendra pun kembali melangkah masuk ke dalam mobil, lalu menginjak gas nya melaju dengan cepat.


Wus! kenalpot racing yang sudah di modifikasi mobil sport mewah terdengar nyaring.


Sementara di negara lain Tania terkapar di sebuah ruangan intalasi tersalur selang infusan di tangannya.


"Mommy..., bangun....," Lirih Andhra menangis di samping tania terbaring. Di sisi lain Tania yang masih belum sadarkan diri tak bergerak sedikitpun.


Akibat masalah yang menimpanya membuat Tania sedikit depresi, bayangan Rendra bersama Jesika selalu saja muncul di tambah nafsu makan yang berkurang membuat Tania drop shadow.


Tomi di kediamannya berkemas untuk pergi ke Jerman menengok keadaan Tania. Tiba-tiba Rendra kembali dari luar masuk ke dalam rumah melihat Tomi sedang berkemas.


"Dady mau kemana?." tanya Rendra.


Sontak Tomi menengok ke belakang."Rendra!, Dady akan pergi ke Jerman mungkin agak lama, kamu handle perusahaan disini" Ucap Tomi gugup.


"Dady biar aku saja yang pergi, aku ingin menenangkan diri disana." Pinta Rendra ke Jerman.


"Ti-dak bisa Client, minta langsung Dady yang menangani proyek ini."Kilah Tomi.


Rendra mengangguk-anggukkan kepalanya, pasalnya baru kali ini Dady nya menolak permintaan Rendra. Biasanya Tomi selalu menyerahkan sepenuhnya kepada Rendra.


"Dari mana saja Rendra?, jam berapa sekarang kamu baru pulang?." Ujar Tomi mengalihkan pembicaraan.


"Cari angin."Jawab Rendra singkat, mengleos pergi masuk kedalam kamar, selama Tania tidak ada Rendra tinggal di kediamannya papanya. Tomi yang minta Rendra kembali ke kediamannya agar lebih mudah untuk memantau perkembangan Rendra.


Dengan pesawat pribadinya Tomi menghubungi pilot untuk penerbangan malam ini.


[Aku akan terbang malam ini apa kau siap?."


[Siap tuan, kapan pun tuan mau, saya akan bersiap."


[Baik bersiap lah 30 menit saya akan tiba di bandara]


"Baik tuan, saya tutup dulu telponnya saya akan bersiap."


Klik.


Tomi mengakhiri telponnya lalu menyeret koper keluar kamar, di sambut Pak Damar supir pribadi Tomi.


"Mari tuan mobil sudah saya siapa kan apa tuan akan berangkat sekarang?."


"Iya Damar, selama saya tidak ada di rumah tolong kamu awasi Rendra, kabari saya terus perkembangan Rendra selama saya pergi, satu lagi, ingat nyalakan semua cctv agar mudah saya pantau."Ucap Tomi sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil.


"Baik Tuan."Jawab pak damar sembari membuka pintu mobil untuk Tomi.


Mobil pun melesat jauh membelah kota Jakarta menuju bandara internasional Soekarno Hatta.

__ADS_1


...----------------...


Sampai disini dulu ya lanjut Besok sekarang ngantuk banget, biar melek yuk mampir di karya ku kasih like komen ya guys.🤗 Terimakasih 💋.


__ADS_2