Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 66


__ADS_3

Sementara itu Tania menatap kepergian Jery mengiring ambulance. Isi kepala Tania bermuculan tanda tanya ada apa dengan Jery segitu marahnya hanya karena ia ingin menemui putranya, jika Rendra melihat pun tentunya Rendra tidak akan mengenalinya, yang Rendra kenal bukanlah Tania melainkan Serena, rekan bisnis yang belum lama ia kenal. Disisi lain Jery yang tidak ingin Tania melihat Tania dekat dengan Rendra dan menjalin kembali berhubungan.


Marissa yang sudah jauh menghantar ibunya ke rumah sakit yang sudah, di rekomendasi kan oleh dokter Jery, Tania pun memutuskan untuk pergi dan tidak menemui putranya yang dengan terbaring sakit karena penyakit tipus yang menyerang nya.


Sebelum masuk ke dalam mobil Tania melihat Tuan Tomi memasuki lobby rumah sakit.


Sakit rasanya melihat orang-orang yang ia sayangi tidak mengenali siapa Serena, begitu besar yang Tania sematkan rasa penyesalan nya.


Tin...Tin...Tin. Mobil yang berbeda di belakang Tania terus memencet klakson.


Tania segera masuk ke dalam mobil melaju dengan kencang.


"Aaaahk!!!." Tania teriak kencang saat mengingat semua yang dia miliki tidak ada gunanya bahkan saat putra semata wayangnya sedang sakit punTania tidak bisa memeluknya jangan kan memeluk melihat pun tidak bisa.


Bodoh kamu Tania! seharusnya kamu bisa bertahan dengan keadaan apapun. Tania menyalahkan dirinya sendiri.


Saat ini Tania, pikirannya berkecamuk dengan keputusan yang salah.


Dret...Dret Dret.


Ponsel Tania terus berdering Tania hanya melirik ponselnya, panggilan telpon dari Jery. Saat ini Tania tidak ingin di ganggu, yang Tania mau saat ini bagaimana caranya agar bisa menengok putranya.


Tiba di rumah Tania langsung memarkirkan mobilnya di garasi mobil, kemudian ia beringsut ke kamarnya Mengurung diri di kamar. Tanpa lebih dulu membersihkan tubuhnya kemudian. Tania menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king size.


Tania pun menemukan cara agar bisa menemui putranya, ia segera mengambil beda pipih di dalam tasnya, lalu menghubungi Rendra.


"Halo, maaf Bu Serena saat ini saya belum bisa membicarakan tentang kerjaan."jawab Rendra telpon dari Tania.


"Maaf pak Rendra jika saya mengganggu pak Rendra, sekarang pak Rendra ada dimana?" Tanya Tania pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.


"Saya ada di rumah sakit Bu, kalau kiranya penting biar nanti sekertaris saya yang akan datang meeting nanti, saya akan wakilkan oleh Rommy."Tutur Rendra.


"Oh!, maaf sekali pak Rendra, siapa rupanya yang sakit?." Tanya lagi Tania.


"Putra saya Bu, jadi mohon maaf untuk saat ini saya sedang tidak fokus dengan pekerjaan."


"Pak Rendra kalau tidak keberatan apa boleh saya menjenguk putra bapak, kebetulan saya sekarang tidak sedang sibuk."Ujar Tania.


Rendra diam sejenak, apa ia harus mengijinkan Serena datang untuk berkunjung. Rendra pun merasa sedikit takut kalau ujung-ujungnya seperti wanita yang sudah-sudah.


"Maaf Bu, saya tidak ingin merepotkan ibu, terimakasih atas perhatiannya, sepertinya tidak usah Bu, mungkin bisa lain waktu."Tepis Rendra yang tidak ingin menolak secara terang-terangan permintaan Serena.


Tut...Tut...Tut.


Rendra mengakhiri panggilannya.


"Siapa Rendra?." tanya tuan Tomi.


"Rekan bisnis kita dad, Bu Serena yang Kamrin aku ajukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaannya."Jawab Rendra.


Tomi manggut-mangut kepalanya, tuan Tomi sangat mengagumi kinerja Serena selain cantik Serena memiliki otak yang jenius, tiba-tiba tuan Tomi mengingat Tania, Serena memiliki banyak kesamaan dengan Tania.


"Sudah hampir 4 tahun Tania menghilang sampai detik ini Tania tidak ada kabar, apa kamu tidak ingin mencari sosok ibu untuk Andhra?." Ucap tuan Tomi Lirih.


"Dad, saat ini aku tidak ingin membahas tentang pengganti Tania, Rendra yakin Tania pasti kembali, tapi mungkin belum waktunya saja."Tolak Rendra sambil ngelus pucuk kepala Andhra.

__ADS_1


"Baik lah, Dady tidak akan lagi memaksakan kehendak kamu, apa pun niat kamu Dady akan selalu dukung keputusan kamu.


Tuan Tomi pun tidak ingin lagi memaksakan kehendak Rendra. Walaupun Tania tidak kembali dengan Tania, kemudian hari Rendra mendapatkan istri kaya atau miskin Tomo tidak akan permasalahan kannya, kerena pernikahan nya atas paksaan dirinya, sekarang Rendra harus menanggung akibatnya, Rendra yang kini menjadi seorang duda beranak satu dia pun harus mengurus putra semata wayangnya sendiri.


Di tempat lain, Tania melempar ponselnya ke sembarang arah, karena usahanya untuk manipulasi Rendra agar bisa bertemu dengan Andhara tidak membuahkan hasil, Rendra tetap menolak Serena datang ke rumah sakit.


Tania segera bergegas menuju kamar mandi, sepertinya Tania harus mendingan kan otaknya dengan ia mandi mungkin bisa sedikit menjernihkan pikirannya.


Di tempat lain.


Kenapa sih gue jadi mikirin dia gitu, setiap gue liat Serena seperti aku dengan jatuh cinta, Ah! gue tidak boleh mikirin Serena. Rendra segera menepis dari pikirannya.


"Kenapa sejak habis terima telpon dari Serena kamu selalu melamun, kamu suka ya sama dia." Tuan Tomi berusaha menerka-neraka.


"Apaan sih, Dad sok tau banget." tepis anggapan Tomi yang sok tau.


"Coba ajak dia kesini siapa tahu kesembuhan ada sugesti kesembuhan dari Serena."Ucap tuan Tomi asal-asalan.


"Apaan sih Dad nggak lucu."Ucap Rendra sambil mendelik ke arah Dady nya.


Tuan Tomi pun tersenyum menutup mulutnya ia suka sekali melihat Rendra terlihat kesal.


"Rendra kamu mau kemana?." tanya tuan Tomi menggoda Rendra.


"Makan lapar mau?." kata Rendra.


"Nggak usah, Dedy sudah makan."Jawab tuan Tomi.


Tuan Tomi mem melihat punggung kepergiannya Rendra, tidak lama kemudian tuan Tomi menghubungi Serena, di sela-sela kepergian Rendra.


"Halo..," Jawab Tania.


"Halo Serena saya Tomi Wiratama, kamu bisa datang ke rumah sakit xx, itu pun kalau kamu sedang tidak sibuk.


Tania pun tahu kalau yang menghubungi tuan Tomi Karena masih ada nomor tersimpan di kontak ponselnya.


"Oh tuan Tomi, maaf aku pikir siapa?, ada apa ya?,"


Tania kembali menjadi Serena. Seraya Tuan Tomi benar-benar penasaran dari suara telepon pun Serena sangat mirip dengan Tania.


Apa mungkin Serena adalah orang yang sama, Saya harus segera mencari tahu siapa Serena sebenarnya. gumam tuan Tomi.


"Halo..." Disana masih terdengar suara Tania. Disisi lain tuan Tomi tercengang dengan suara Serena.


Klik.


Tuan Tomi mengakhiri telponnya dengan Serena, di pikiran nya terus bermunculan pertanyaan, tuan Tomi mengingat-ingat kembali saat tania bernegosiasi dengan tuan Tomi, yang akan melakukan penyamaran, pada saat itu tuan Tomi sangat menentang keputusan Tania. Dan Tania berhasil kabur.


Rendra menyentuh pundaknya dari belakang saat Dady nya melamun.


Tubuh yang tinggi dengan paras yang cantik dengan hidung yang mancung dengan rambut tertata rapi, tidak aneh jika semua pria menganggap Serena adalah wanita idaman para pria, selain memiliki paras yang cantik Serena yang biasa di sapa Tania itu memiliki otak yang cerdas kemampuan yang tinggi dia juga berhasil membangun perusahaannya dari nol.


Serena berjalan menyusuri lorong koridor rumah sakit, tiba-tiba saja satu tangan Tania di tarik oleh seorang.


"Sebelum kamu menemui cucu saya, kita bicara sebentar."

__ADS_1


Deg! jantung Tania berdebar kencang prasarana takut menghantui pikiran, kalau pun ketahuan semua kebohongan yang selama ini dia rahasiakan identitas diri nya hari ini Tania pasrah asalkan bisa bertemu dengan putranya.


Tomi menatap kedua mata Tania penuh dengan kemarahan.


"Tania apa ini kamu?."tanya Tomi.


Tania menggelengkan kepalanya tertunduk."Saya Serena." Jawab Tania.


"Tatap mata saya, kalau bukan Tania." ucap Tomi yang masih penasaran.


"Kalau kau tidak jujur, saya pastikan kamu tidak akan pernah bertemu dengan Rendra atau pun Andhra."


Jeder!


pukul 7 malam rembulan bersinar terang, tapi Tania bagaikan tersambar petir, keringat dingin perasaan hancur pada saat Tomi mengeluarkan kata-kata melarang Tania menemuinya.


Pergelangan tangan Tania memerah karena begitu keras cengkraman tangan Tomi yang besar dan kuat.


"Ya Tuhan aku harus apa." Batin Tania.


Saat itu tubuh Tania seperti tak bertulang, Tomi menghempaskan cengkraman nya.


"Ingat baik-baik kata-kata saya, Dady masih menyayangi mereka, jika kamu masih punya hati harusnya tidak membuang suamimu dan anakmu begitu saja hanya kerena hasutan dokter Jerry."Ucap Tomi mengleos pergi meninggalkan Tania yang bergetar seluruh tubuhnya.


Tanpa sadar bulir bening air mata mengalir begitu saja, baru saja akan memulai pendekatan tapi sepertinya Tomi bukan orang yang mudah di bodoh yang mudah percaya. Tania melangkah lamban dengan wajah tertunduk ia berusaha tetap tenang, ia memastikan apakah tuan Tomi tidak main-main dengan ucapannya.


Tania mendorong pintu ruang VIP tempat Andhra di rawat.


Assalamualaikum..., ucap tania.


Waalaikumsalam..., semua menjawab setempak menengok ke arah Serena, sementara Tomi acuh kan kedatangan Tania.


"Kamu mau apa kesini?." Tanya Rendra.


"Aku sudah bilang ingin menjenguk putra pak Rendra."jawab Tania.


Andhra dengan tatapan tajam seakan ia sudah mengenal lama.


"Hai anak tampan gimana keadaan mu sekarang?."Tania berusaha tetap tenang.


"Hai juga Tante, keadaan baik-baik saja, sekarang jauh lebih baik."


Perasaan Tania kini hancur lebur rasanya tidak mampu berdiri di sampingnya ingin sekali memeluk untuk melepaskan semua kerinduan yang mendalam, mungkin jika memeluk tubuhnya mungkin bisa sedikit terobati.


Tiba-tiba saja suster meminta semua keluar dari ruangan, karena waktu menjengkelkan telah usai dan Andhra harus istirahat.


"Maaf tuan nyonya, tuan muda Andhra harus segera istirahat."Kata suster.


"Baik Sus, kita akan segera keluar."


"Andhra papi keluar dulu kamu istirahat ya biar cepat pulih."Pesan Rendra sebelum keluar dari ruangan.


Andhra mengangguk kepalanya, Tomi menatap dengan jelas kalau satu jari Tania sulit sekali Andhra lepaskan, terbesit di pikiran Tomi, ikatan batin anak dan ibu tidak bisa di bohongi. Namun Tania berusaha melepaskan genggaman tangan Andhra.


...----------------...

__ADS_1


Baru bisa up 🤭 Yuk mampir lagi ya terima


__ADS_2