Menikah Dengan Pria Arogan

Menikah Dengan Pria Arogan
Bab 61


__ADS_3

Bahkan membayangkan kemarahan Tania saja sudah membuat Rendra bergidik. Sampai detik ini Rendra masih setia menunggu Tania bangun dari tidurnya, walaupun sedikit tipis harapan untuk bisa mendapatkan maaf dari gadis cantik yang notabene merupakan istri.


Tania gadis cantik yang pernah menjadi idola kampus tempat ia kuliah, selain cantik Tania gadis yang ramah, ia harus meninggalkan kekasihnya dan menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Rasa bahagia itu sederhana untuk gadis yang memiliki paras cantik itu. Tapi selama pernikahannya dengan Rendra. Putra tunggal Tomi pewaris keluarga Wiratama, rupanya Tania Putri Sapto jauh dari kata harapannya, yang ingin membangun rumah tangga kecil dan bahagia.


"Nona sebaiknya nona makan dulu." Ucap suster khusus untuk merawat Tania.


"Sus..,"Panggil Tania pelan.


"Iya Non?."


"Sementara saya tidak ingin bertemu dengan siapa pun kecuali putra saya ya Sus."Pesan Tania pada suster yang bertugas menjaga Tania.


"Tapi Non, di luar ada suami Non yang menunggu dari pagi apa Non tidak ingin menemuinya?."


Tania yang mendengar keberadaan Rendra di luar pun semakin kesal.


Dengan cepat Tania menggelengkan kepalanya, "Tidak sus, saya tidak ingin bertemu dengan dia, tolong jangan ijinkan dia masuk."Tolak Tania.


Suster pun tidak ingin membuat Tania semakin stres akhirnya suster menyetujui permintaan Tania."Baik Non, kalau itu maunya"Ucap suster sambil menusuk jarum di telapak punggung tangan Tania.


"Baiklah Non, saya permisi dulu, Non harus istirahat dan jangan lupa makan."


Tania mengangguk tanpa menjawab, lalu Tania bersandar di bahu rajang, termenung dengan wajah pucat bibir berkerak pecah-pecah ia membayangkan bagaimana Rendra memperlakukan Jesika dengan lembut penuh kemesraan, di atas ranjang menggenggam kedua tangannya.


Bulir bening air mata pun lolos begitu saja. Tania segera menyapu air mata itu dengan satu jarinya dengan kasar.


Tania punya rencana untuk pindah dari rumah sakit tersebut, ia akan muncul dengan penyamaran menjadi gadis yang tidak pernah Rendra kenal. Mengenai Neurologist yang sudah di atur oleh Jery, itu semua atas permintaan Tania, bahkan Tomi pun tidak pernah tahu rencana Tania dan Jery.


"Jery..., tolong ijinkan gue masuk bertemu dengan Tania."Rendra terus cecer Jery.


"Rendra, istri lu sudah parah gangguan jiwa dia sudah tidak stabil, gue minta lu sabar sedikit." Ujar Jery sambil melangkah menuju ruang Tania atas permintaannya.


Rendra yang terus mengejar Jery pun mempercepat langkahnya ia pun merasakan apa yang di rasakan Rendra, tapi demi melancarkan rencananya Jery terpaksa harus berbohong.


Pintu terbuka Tania pura-pura tidur ia tahu kalau Rendra pasti berusaha untuk masuk.


"Tania...," panggil Rendra menyentuh bahunya.


Tania mengerjepkan matanya perlahan membuka matanya.

__ADS_1


"Kamu siapa?!."


Aaaahk....!, pergi kamu!. Teriak Tania layaknya orang yang mengalaminya gangguan jiwa.


"Rendra, gue minta tolong lu tunggu di luar ya, demi kesembuhan Tania."


Seperti tertampar parutan kelapa sakit perih ia rasakan saat tania tidak ingin bertemu dengannya.


Rendra pun menuruti perintah Jery, langkah pelan wajah mengengok kebelakang rasanya enggan untuk pergi dari ruangan Tania di rawat. Saat pintu tertutup Tania tertawa lepas.


"Bagaimana? akting ku bagus kan." tanya Tania pada Jery.


"Bagus cocok jadi aktris, tapi apa tidak keterlaluan?, sepertinya Rendra sangat menyayangi mu."


"Aku akan melamar sebagai sekertaris dan Bu Indri aku pindahkan ke perusahaan ku, lalu bagaimana kamu sudah dpat dokter yang aku minta?."


"Sudah, seperti yang kamu mau, wajah mu sudah cantik apa yang ingin kamu rubah?" tanya Jery penasaran.


"Bagus, aku hanya ingin sedikit merubah wajah ku."


"Jangan gila Tania, paras mu saja sudah cantik, apa lagi yang akan kamu rubah, aku tidak setuju dengan ide gila mu ini."Protes Jery.


"Baik lah, terserah kamu saja, asal jangan aneh-aneh, aku akan urus kepindahan mu."


Sebelum mengurus kepindahan Tania, tanpa sepengetahuan Tania. Jery diam-diam menemui Tuan Tomi. Ia tidak ingin disalahkan jika suatu saat nanti rahasia Tania terbongkar.


Tuan temui saya di ruang belakang, jangan sampai Rendra tahu kalau tuan menemui saya.


Ting. pesan itu terkirim pada ponsel tuan Tomi.


Tuan Tomi Wiratama mengerutkan keningnya, sedikit menengok ke arah Rendra.


Tomi bangkit dari duduknya menepuk pundaknya"Rendra apa kamu sudah makan?." Tanya Rendra


"Aku tidak lapar Dad, Dady saja makan saya akan tetap disini sampai Tania mau bertemu dengan ku Dady." Ucap Lirih Rendra.


"Baik lah, Dady ke kantin sebentar."


Rendra menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Tomi pun pergi meninggalkan Rendra duduk seorang diri. Ada rasa kasihan biar bagaimanapun sebenarnya Rendra anak yang baik, hanya karena egonya dia menghancurkan dirinya sendiri. Ia merasa tidak ingin di permainkan jika ia mengungkapkan perasaan, kemudian gadis itu sesuka hatinya lalu akan pergi meninggalkannya, hingga dia berprinsip dengan sikap dinginnya wanita itu akan terus mengejar. Padahal cara yang dia pakai itu salah besar.


Jery duduk berhadapan dengan Tomi, mengutarakan maksudnya bertemu 4 mata.


"Tidak! saya tidak setuju ide konyol!, kamu lihat Rendra betapa terpuruknya melihat Tania." Ucap Tomi jari nya menunjuk-nunjuk ke sembarang arah.


"Saya pun tidak setuju taun, saya bingung ini lah yang mengharuskan saya bicara dengan Tuan." Ungkap Jery rencana Tania.


Tomi pergi meninggalkan Jery di belakang samping kantin rumah sakit, langkah tegap Tomi menghampiri Rendra.


"Rendra, sebaiknya kamu istirahat saja di rumah, temani Andhra kasihan dia sendiri."


"Tapi Dad."


Ucapan itu terpotong oleh Tuan Tomi."Tidak ada tapi pulang lah, nanti kalau sudah ada perkembangan Dady akan menghubungi mu."


"Janji Dad?, segera hubungi Rendra?."


"Ya Dady janji."


Setelah Rendra pergi Tomi melanjutkan niatnya untuk menemui Tania, dia harus menjelaskan rencana konyol yang dia pakai.


Pintu terbuka wajah yang sedikit garang menunjukkan kemarahannya.


"Tania ide konyol apa yang akan kamu jalankan?, Dady rasa kamu sudah berlebihan, ini tidak adil buat Rendra, dia tidak pernah mencintai Jesika, saya tahu persis Rendra seperti apa."Tomi tersulut emosi mendengar kabar dari Jery.


"Tunggu Dady jangan marah dulu, Tania lakuin ini untuk menyelamatkan keluarga Tania, dan tidak akan pergi kemana-mana Tania hanya akan menjadi sekretaris di perusahaan Dady, Tania akan buat penyamaran untuk mencari tahu kebenaran video itu."Tutur Tania meyakinkan tuan Tomi.


"Tidak! Dady tidak setuju dengan alasan apa pun Dady tetap tidak akan setuju."Ucap Tomi dengan kata-kata penekanan pada Tania.


"Dady Tania mohon, mengertilah."Tania menarik tangan Tomi memohon.


Tomi yang tidak ingin mendengar alasan apa pun Tomi memalingkan wajahnya. Ia menarik nafasnya panjang.


"Dady akan pikiran ulang permohonan kamu, istirahat lah."Tomi menarik tangan dari genggam tangan Tania.


Bagaimana pun Tomi tidak bisa marah pada Tania, selain Tania gadis yang di pilih untuk menjadi menantunya, Tania juga gadis yang baik, sudah mau sabar menemani Rendra walaupun sering sekali di sakit hatinya, tapi Tania mau bertahan mendampingi Rendra.


...----------------...

__ADS_1


yuk mampir lagi ya. Terimakasih yang sudah mampir dan memberikan dukungan di karyaku.


__ADS_2